Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Sejarah

Fachruddin Al-Kahiri: Polemik Tak Membuat Persahabatan Tercabik

Ahmad
Terakhir diupdate: 29 Mei 2023 08:44 8:44 am
Ahmad
Dipublikasikan 29 Mei 2023 08:45
Bagikan
Tiga tokoh prakarsa yang mendirikan Universita Pesantren Bangil. Dari kiri ke kanan: Facruddin Al-Kahiri, Abdul Qadir dan Mohammad Sofwandhi (wartawan)
Bagikan

Fachruddin Al-Kahiri termasuk penulis kritis, beberapa kali ber berpolemik dengan Buya Hamka dan Soekarno, namun persahabatan tetap berjalan baik

Hidayatullah.com | SANGAT jarang didapat foto salah satu murid A. Hassan: Fachruddin Al-Kahiri. Di antara foto yang pernah penulis dapat adalah dalam majalah Gema Islam No. 19/20 (1961); bersamaan dengan liputan Wartawan kenamaan Rosihan Anwar saat berkunjung ke Ponpes Persis Bangil.

Tiga orang yang berdiri di depan gedung yang sampai sekarang masih lestari di Ponpes Putra Bangil itu, dari sebelah kiri: Fachruddin Al-Kahiri, Abdul Qadir Hassan dan Muhammad Sofwandhi (Seorang wartawan terkenal di Surabay). Adapun yang di bawahnya adalah santri putra Persis Bangil.

Foto lain terkait beliau bisa dilihat dalam buku “Hassan Bandung” karya Dr. Syafiq Mughni. Pada halaman 121 dimuat foto Fachruddin Al-Kahiri bersama A. Qadir Hassan dan Dr. H. Mukti Ali yang sedang berjalan di Ponpes Persis Bangil.

Menurut catatan T.M. Usman El-Muhammady, Fachruddi ini adalah intelegensia sekuler yang berubah menjadi intelek Islam. Ia keras dan tegas dalam kritik. Kesukaannya –sebagaimana TM. Usman– kare, kurma, dalca dan martabak. Ia juga menguasai beberapa bahasa asing (Keterangan ini bisa dibaca dalam Majalah Al-Muslimun No. 70, tahun 1976).

Baca Juga

H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina
Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina
Membungkam Suara Kritis: Kriminalisasi Ulama Masyumi di Orde Lama
KH. Ahmad Dahlan dan Peran sebagai Jembatan Ukhuwah Islamiyah
R.A Kartini: Latarbelakang Kehidupan dan Alam Pikirannya

Bersama Natsir dkk, Fachruddin mendapat pelajaran langsung dari A. Hassan melalui kelompok diskusi keagamaan yang diikuti oleh pemuda Islam.

Moh. Roem ketika menyebut tokoh Persis –termasuk nama Fachruddin– dalam ceramahnya di Wisudah santri Persis Bangil tahun 1975, memberikan sanjungan, “Mereka itu di waktu mudanya mempunyai pena yang tajam, dan bicara yang tegas, dan melihat persoalan dengan pendekatan yang langsung.”

Menurut catatan Howards Federspiel dalam buku “Labirin Ideologi” (118), Fachruddin Al-Kahiri adalah seorang guru bahasa Arab di salah satu sekolah di Bandung dan juga menjabat sebagai wakil ketua Al-Irsyad Cabang Bandung.

Bersama A. Hassan dan kawan-kawannya, ia aktif mengisi artikel di majalah-majalah seperti: Pembela Islam, Al-Lisan dll. Di antara karya beliau adalah Tarikh Islam dan Kitab Zakat (ini disusun bersama A. Hassan dan Sabirin). Di ranah politik pernah bergabung bersama Masjumi menjadi Anggota Inti. Ini sekilas tentang beliau.

***

Sebagaimana cerita T.M. Usman tadi, Fachruddin termasuk penulis yang tegas dan kritis. Kekritisannya bisa dibaca saat berpolemik dengan Buya Hamka.

Ia menulis artikel khusus di Al-Lisan dengan judul “Djalan Persatoean dan Perdamaian” untuk mengomentari artikel Hamka yang dimuat dalam Pedoman Masjarakat terkait kritik terhadap Kaum Tua dan Muda yang diistilahkan “Mosoeh Perobahan” dan “Kaoem Perobahan”.

Menariknya, dari sosok beliau –demikian juga tokoh Persis lain– meski sering berpolemik di media massa bahkan berdebat, hubungan perkawanan-persahabatan tak pernah rusak dan tercabik. Tetap berkomunikasi dan tak ada dendam di antara mereka.

Dalam majalah Al-Lisan No. 29 (1938: 38) dalam topik “Polemiek dan Persahabatan”, Fachruddin menceritakan beberapa polemiknya misalnya dengan Bachtiar Efendi, Soekarno dan lain-lain.

“Tetapi,” tulisnya, “sampai sekarang tetap kita bersahabat dengan mereka!” Lebih lanjut beliau menulis, “Kita sering kritik Ir. Soekarno, pedas, tadjam, tetapi dimasa itoe djoega, kita pernah mengobrol di rumahnja sambil makan kolak.”

Meski terus berpolemik dan tak jarang melangsungkan kritik tajam, tulisnya, “Tetapi tali persahabatan tidak poetoes.” (Selesai Nukilan) Sifat-sifat demikian tercermin juga dari Sang Gurunya: Ustadz A. Hassan. Singa dalam tulisan dan lisan, tapi lembut dalam pergaulan. Rahimahumallah rahmatan waasi’ah.*/Mahmud Budi Setiawan

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Buya HamkadebatFachruddin Al-KahiriHeadlinePersisPilihan RedaksipolemikSoekarno
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Akibat Prilaku Kurang Baik, Puntung Rokok Berpotensi Racuni Lingkungan
Tulisan selanjutnya Polisi Peru Temukan 58 Kilo Kokain Bergambar Bendera Nazi dan Hitler

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Berita
3 Juni 2026 13:00
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

Salam al-Turjuman dan Ekspedisi Pencarian Tembok Ya’juj dan Ma’juj

14 April 2026 07:01
Sejarah

Akibat Mengabaikan Ukhuwah Islamiyah dan Bekerjasama dengan Musuh

9 April 2026 14:00
Sejarah

Cermin Sejarah: Respon Indonesia Saat Masjidil Aqsha Dinista Kesuciannya oleh Zionis Israel

6 April 2026 13:22
KajianSejarah

Dukungan Nyata Bangsa dan Tokoh Palestina untuk Kemerdekaan Indonesia

14 Maret 2026 06:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?