Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Sejarah

Ulama-Umara dalam Sejarah Daulah Utsmani [2]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 23 Maret 2015 08:56 8:56 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 23 Maret 2015 08:56
Bagikan
Syeikh Aq Syamsuddin (bawah) sebagai guru spiritual Sultan Muhammad al-Fatih (Ilustrasi)
Bagikan

Oleh: Alwi Alatas

Sambungan artikel PERTAMA

DEMIKIAN pula generasi awal pasukan khusus Utsmani, yaitu Yanisari, diseleksi, didoakan, dan diberi seragam antara lain oleh Timurtash Dede. Timurtash Dede merupakan keturunan Haji Bektas-i Veli, seorang yang dipercayai sebagai waliyullah dan hidup kurang lebih sejaman dengan Utsman Ghazi.

Belakangan muncul tarikat Bektasiyah yang memiliki keyakinan menyimpang dan meninggalkan solat serta puasa, tetapi menurut Akgunduz (2011: 63-64) tarekat ini serta penyimpangan yang dilakukannya tidak memiliki kaitan dengan Haji Bektas-i Vali. Hal-hal di atas merupakan beberapa contoh penghormatan para pemimpin Utsmani terhadap agamanya serta hubungan mereka yang baik dengan para ulama.

Syeikh Edebali sendiri, mertua Sultan Utsman, merupakan seorang ulama sekaligus sufi dari tarekat vefa’iyye (wafa’iyah) yang merupakan cabang dari tarekat Syadziliyah. Ia mendalami fiqh Hanafi dan sempat menuntut ilmu di Damaskus, sebelum kembali ke kawasan Asia Minor dan membuka zawiyah di Bilecik. Utsman sering berkonsultasi dengannya dan menjadikannya sebagai qadi dan mufti pertama di pemerintahannya.

Baca Juga

KH. Abdul Mu’thi: Tetap Berkarya di Balik Penjara
KH. Abdullah Said dalam Liputan Majalah Panji Masyarakat
Menolak Digaji Negara: Kisah Para Hakim Teladan dalam Sejarah Peradaban Islam
Syair Ahmad Baktsir dan Detak Jantung Diplomasi Kemerdekaan RI di Kairo
Buya Natsir dan 1.000 Sarung untuk Tapol PKI

Puteri Edebali yang dinikahi oleh Utsman disebut dalam sumber-sumber Sejarah sebagai Mal Hatun, atau Rabi’a Bala Hatun. Namun ia bukan satu-satunya perempuan yang dinikahi oleh Utsman. Malah para sultan selepas Utsman, menurut catatan Sejarah yang lebih kuat, bukanlah dari jalur keturunan puteri Edebali ini. Istri Utsman yang melahirkan Orhan dan para sultan Utsmani berikutnya adalah puteri dari seorang emir Bani Saljuk bernama Omar Bey (Akgunduz, 2011: 45). Dengan kata lain, pohon besar (kesultanan) yang dilihat Utsman di dalam mimpinya itu sebenarnya bukanlah buah pernikahan antara dirinya dengan puteri sang Syeikh Sufi.

Walaupun begitu, mimpi Utsman itu tampaknya memberikan gambaran lain yang lebih bersifat simbolik. Pohon besar itu sebenarnya merupakan hasil ‘pernikahan’ (baca: hubungan baik dan kerja sama) antara umara (pemimpin) dan ulama, dalam hal ini antara Utsman Ghazi dan Syeikh Edebali, dan diikuti oleh generasi setelahnya. Daulah Utsmaniyah dan kiprah peradabannya yang besar dan berumur panjang itu adalah representasi dari pernikahan ulama dan umara, juga pernikahan antara tasawuf dan kemiliteran.

Jejak-jejak kerjasama yang kuat di antara kedua belah pihak dapat dilihat pada banyak bagian sejarah Utsmani, sebagaimana telah dicontohkan sebelum ini. Pernikahan itu langgeng dan memberikan berkah karena para umara-nya sungguh-sungguh dalam Islam dan perjuangannya dan para ulamanya zahid terhadap dunia serta jujur kepada Rabbnya dalam menunaikan amanah ilmunya.

Kejujuran dan kesungguhan kerja sama itu mungkin masih dapat kita lihat perwujudannya yang sederhana pada sebuah marmer putih di sebuah tempat di Sogut, pusat pemerintahan Utsman yang awal sekali. Pada marmer putih itu terpahat nasihat Syeikh Edebali kepada Utsman Ghazi, sebuah nasihat tentang kelapangan dada serta tanggung jawab yang perlu dimiliki oleh seorang pemimpin:

Wahai anakku! Sekarang engkau adalah raja
Mulai sekarang, kemarahan adalah bagi kami; bagimu (tugasmu, pen.) rida!
Bagi kami tersinggung; bagimu menghibur!
Bagi kami menuduh; bagimu bersabar!
Bagi kami ketidakberdayaan dan kesalahan; bagimu kelapangan dada!
Bagi kami pertengkaran; bagimu keadilan!
Bagi kami iri hati, desas-desus, mengumpat; bagimu pengampunan!
Wahai anakku!
Mulai sekarang, bagi kami adalah memecah, bagimu menyatukan!
Bagi kami kemalasan; bagimu peringatan dan dorongan!
Wahai anakku!
Bersabarlah, tak akan mekar bunga sebelum waktunya. Jangan pernah lupa ini: Biarkan manusia berkembang, dan negara juga akan berkembang!
Wahai anakku!
Bebanmu berat, tugasmu sukar, kekuatanmu tergantung di atas sehelai rambut! Semoga Allah menjadi penolongmu! (http://en.wikipedia.org/wiki/Sheikh_Edebali).*/Kuala Lumpur, 29 Jumadil Awwal 1436/ 20 Maret 2015

Alwi Alatas adalah penulis buku-buku sejarah Islam

Daftar Pustaka

Akgunduz, Ahmed dan Said Ozturk. Ottoman History: Misperceptions and Truths. Rotterdam: IUR Press. 2011.
Kia, Mehrdad. The Ottoman Empire. Westport: Greenwood Press. 2008.
Lane-Poole, Stanley. Turkey, 3rd edition. London: T. Fisher Unwin. 1941.
Maksudoglu, Mehmet. Ottoman History: Based Mainly on Ottoman Sources. Tidak dipublikasikan. 1993.
Rosenwein, Barbara H. Reading the Middle Ages: Sources from Europe, Byzantium, and the Islamic World, second edition. North York: University of Toronto Press. 2014.
Al-Sallabi, ‘Ali Muhammad. Al-Sulthan Muhammad al-Fatih wa ‘Awamil al-Nuhudh fi ‘Ashrihi. Iskandariyah: Dar al-Iman. 2001.
http://en.wikipedia.org/wiki/Sheikh_Edebali

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:islampejuangpemimpinTurkiulama
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ulama-Umara dalam Sejarah Daulah Utsmani [1]
Tulisan selanjutnya 500 Pelajar Pemalang Deklarasi Komunitas Anti Narkoba dan Seks Bebas

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pakar Filsafat Islam Ini Membedah 7 Cacat Nalar Kaum Ateis

Berita
3 Oktober 2026 20:41
Demonstran Pendukung Palestina Duduki Stasiun di Sejumlah Kota Belanda
KH. Abdul Mu’thi: Tetap Berkarya di Balik Penjara
‘Israel’ Klaim Tutup Konsulat Inggris dan Usir 20 Stafnya
Intelijen Maroko Dituding Mematai Jurnalis dan Aktivis HAM

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Tutup Konsulat Inggris dan Usir 20 Stafnya
  • Bangun Sinergi Strategis, Hidayatullah Sumut dan Kadin Medan Jajaki Kolaborasi Penguatan Ekonomi Serta SDM
  • Arab Saudi: Tiga Orang Tewas dalam Serangan di Bandara Internasional Riyadh
  • Bantah Pakai RS untuk Aktivitas Militer, Hamas: Tuduhan Palsu ‘Israel’
  • Demonstran Pendukung Palestina Duduki Stasiun di Sejumlah Kota Belanda
  • Sekitar 2.200 Kerabat Terduga Petempur ISIS Masih Ditahan Pasukan Kurdi Suriah
  • KH. Abdul Mu’thi: Tetap Berkarya di Balik Penjara
  • Bentuk Kantor Urusan Keagamaan, Menhan AS Kaitkan Perang Fisik dengan Pertempuran Spiritual
  • Menteri Pertahanan AS Kutip Alkitab dan Serukan Perang terhadap “Kaum Islamis”
  • Aljazair Berlakukan Hukuman Mati Bagi Arsonis Penyebab Kebakaran Hutan dan Lahan

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah

15 Juni 2026 07:41
Sejarah

H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina

23 Mei 2026 15:57
Sejarah

Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina

17 Mei 2026 13:42
Sejarah

Membungkam Suara Kritis: Kriminalisasi Ulama Masyumi di Orde Lama

8 Mei 2026 08:59
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?