Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tazkiyatun Nafs

Saat Setan Merusak Iman Seorang Hamba (2)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 10 Februari 2016 17:15 5:15 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 10 Februari 2016 17:15
Bagikan
Ilustrasi.
Bagikan

DICERITAKAN, sesungguhnya Abu Zakaria ra. adalah seorang yang zuhud. Tatkala ia mendekati ajal, datanglah teman-temannya. Pada waktu itu, ia dalam keadaan sakaratul maut.

Teman-temannya pun mengajarkan kalimah thayyibah, “Laa ilaaha illallaah muhammadur rasulullaah.” Abu Zakaria ra. memalingkan wajahnya. Ia tidak mengucapkan kalimat itu sama sekali.

Teman-temannya mengucapkan lafazh itu sekali lagi. Namun, ia tetap memalingkan wajahnya dari teman-temannya.

Waktu teman-temannya mengucapkan kalimah itu untuk yang ketiga kalinya, maka, Abu Zakaria ra. pun berkata, “Aku tidak akan mengucapkannya.”

Teman-temannya kaget dengan apa yang dilakukan Abu Zakaria ra. Mereka tidak pernah mengira jika Abu Zakaria ra. akan mengucapkan hal itu, padahal dalam kesehariannya ia adalah seorang yang zuhud.

Baca Juga

Ali bin Abi Thalib: Wahai Dunia, Bujuklah Selainku!
Saat Kaki Menapak Surga, Itulah Istirahat Hakiki
Rezeki Lancar tapi Tambah Jauh dari Allah: Awas Istidraj!
Menyibukkan Diri dengan Aib Sendiri
Hari Raya Sejatinya untuk Siapa?

Ketika Abu Zakaria ra. sudah terlepas dari sakaratul mautnya dan ia sudah merasakan agak ringan, ia membuka matanya seraya bertanya kepada teman-temannya, “Apakah kalian telah mengatakan sesuatu kepadaku?” Dengan serempak teman-temannya menjawab, “Ya, kami telah menuntunmu dengan dua kalimat syahadat sebanyak tiga kali. Namun, engkau berpaling sebanyak dua kali, dan yang ketiga kalinya engkau berkata, ‘Aku tidak akan mengucapkannya.”

Abu Zakaria ra. berkata, “Sesungguhnya iblis telah datang kepadaku dengan membawa segelas air yang sangat menggiurkan setiap insan. Ia berdiri di sampingku dengan menggoyang-goyangkan gelasnya, seraya berkata kepadaku, ‘Apakah engkau membutuhkan air? Jika iya, katakanlah bahwa Isa a.s adalah anak Allah.’

Aku pun segera berpaling darinya. Setan datang lagi dari arah kakiku dan berkata sebagaimana tadi. Aku kembali berpaling. Untuk yang ketiga kalinya, ia berkata, ‘Katakanlah, tidak ada Tuhan.’ Maka, aku pun menjawab, ‘Tidak, aku tidak akan mengucapkannya.’

Iblis itu pun membanting gelasnya ke atas bumi dan segera berlari. Jadi, sebenarnya aku menolak iblis itu, bukan kepada kamu semua. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad Shalallaahu ‘Alahi Wasallam adalah hamba dan Rasul Allah.”

Hadits ini diceritakan dari Manshur bin Umar ra., ia berkata, “Apabila telah dekat kematian seorang hamba, maka dibagilah keadaannya menjadi lima bagian. Hartanya untuk ahli warisnya, ruhnya untuk Malaikat Maut a.s., dagingnya untuk makanan ulat serta belatung, tulangnya untuk tanah, kebaikannya untuk musuhnya, dan setan untuk merusak imannya.”

Manshur bin Umar ra. berkata lagi, “Ahli waris diizinkan menghilangkan hartanya, Malaikat Maut a.s. diizinkan menghilangkan nyawanya, ulat diizinkan memakan dagingnya, tanah diizinkan memusnahkan tulangnya, dan musuh-musuhnya juga diizinkan menghilangkan kebaikannya. Semoga saja setan tidak mampu menghilangkan iman kita ketika kita mati. Karena, sesungguhnya hilangnya iman berarti berpisah dengan agama, sementara pisahnya ruh dari jasad itu tidak berpisah dari Tuhan. Berpisahnya ruh itu tak seorang pun yang tahu; tidak ada seorang pun yang tahu setelah perpisahan itu; dan hanya kerugianlah yang ada jika sampai imannya berpisah.”*/Imam Abdurrahim bin Ahmad al-Qadhi, terangkum dalam bukunya Daqaiqul Akhbar.

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:merusak imansakaratul mautsetan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hasil Survei Kemenag: Kerukunan Beragama di Indonesia Tinggi
Tulisan selanjutnya Temuan Ini Dijadikan Bukti bahwa Homoseksual Dipicu Lingkungan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Berita
30 Mei 2026 13:38
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Inilah 7 Penyebab Orang Gagal dalam Bulan Ramadhan

18 Maret 2026 13:00
KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Susah Payah Puasa cuma Dapat Lapar dan Dahaga

9 Maret 2026 17:00
KajianTazkiyatun Nafs

Menundukkan Nafsu di Bulan Suci: Belajar dari Muhammad bin ‘Amr al-Ghazzi

8 Maret 2026 11:13
Tazkiyatun Nafs

Kehidupan Mukmin dan Kafir Saat di Alam Kubur

28 April 2021 18:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?