Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tazkiyatun Nafs

Mewaspadai Dosa Kecil Menjadi Besar (3)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 29 Februari 2016 21:27 9:27 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 29 Februari 2016 21:27
Bagikan
Ilustrasi.
Bagikan

Perilaku Memamerkan Dosa

TERMASUK faktor yang menyebabkan dosa kecil menjadi besar adalah memamerkan dosa dengan cara menyebut-nyebutnya setelah melakukannya, atau dia melakukannya di hadapan orang lain. Karena hal itu berarti merobek tirai Allah yang telah ditutupkan padanya, juga dapat menggugah keinginan buruk pada diri orang lain terhadap perbuatan yang diperdengarkannya atau dipertontonkannya itu. Jadi, dua-duanya merupakan tindak kejahatan yang digabungkan dengan tindak kejahatannya sehingga menjadi beratlah ia.

Jika tindakan menyeret orang lain kepada dosa dan membukakan peluang kepadanya digabungkan lagi, maka jadilah kejahatan keempat sehingga semakin menumpuklah kekejian yang terjadi. Di dalam riwayat disebutkan: “Setiap orang dapat dimaafkan kesalahannya kecuali orang-orang yang suka pamer, yaitu orang yang melalui malamnya dengan melakukan perbuatan dosa yang telah ditutupi oleh Allah, lalu ketika memasuki pagi tiba-tiba ia membuka tutupan Allah tersebut dengan membeberkan dosanya.” (Hadist Muttafaq ‘alahi daru Abu Hurairah). Hal demikian karena di antara sifat-sifat Allah dan kenikmatan-Nya adalah bahwa Dia menampakkan keindahan dan menutupi keburukan, karena itu tutupan-Nya tidak boleh dirusakkan. Tindakan menampakkan kejahatan itu berarti kufur terhadap nikmat ini.

Di antara ulama ada yang berkata: “Janganlah engkau melakukan dosa! Namun jika engkau terlanjur melakukannya, maka janganlah menggugah orang lain untuk melakukannya sehingga engkau berdosa dua kali. Dan karena itulah Allah berfirman: Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh berbuat yang mungkar dan melarang berbuat yang baik. (At Taubah: 67). Di antara generasi salaf ada yang berkata: “Tidaklah seorang mencemarkan nama baik saudaranya lebih besar daripada membantunya berbuat kemaksiatan kemudian menganggap enteng hal itu.”

Ada kalanya pelaku dosa tersebut adalah seorang berilmu yang dijadikan panutan. Maka jika ia melakukannya di tempat yang dapat terlihat oleh orang lain, akan menjadi besarlah dosanya. Misalnya memakai sutera, mengendarai kendaraan dari emas, dan mengambil harta yang syubhat dari kalangan pejabat, berkunjung kepada para penguasa, mengumbar omongan yang mencemarkan kehormatan orang lain, melecehkan dan menganggap sepele orang lain dalam perdebatan, serta sibuk mempelajari ilmu yang tujuannya untuk memperoleh kedudukan. Dosa-dosa ini akan diikuti orang lain bila dilakukan oleh orang yang berilmu. Sehingga, bila yang bersangkutan meninggal dunia, maka keburukannya tetap menyebar di seluruh alam sepanjang masa. Maka berbahagialah orang yang meninggal dunia dan ikut berakhir pula dosa-dosanya.

Baca Juga

Ali bin Abi Thalib: Wahai Dunia, Bujuklah Selainku!
Saat Kaki Menapak Surga, Itulah Istirahat Hakiki
Rezeki Lancar tapi Tambah Jauh dari Allah: Awas Istidraj!
Menyibukkan Diri dengan Aib Sendiri
Hari Raya Sejatinya untuk Siapa?

Di dalam satu riwayat disebutkan: “Barangsiapa yang mewariskan suatu kebiasaan buruk, maka ia akan menanggung dosanya dan dosa-dosa orang yang mengerjakannya, tidak kurang sedikit pun dari dosa-dosa mereka.” (Hadist diriwayatkan Muslim dari Jarir bin Abdullah). Firman Allah: Dan kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan pengaruh-pengaruh yang mereka tinggalkan.” (Yasin: 121).

Pengaruh-pengaruh itu adalah apa yang terjadi menyusul terjadinya suatu perbuatan dan setelah matinya si pelaku.

Ibnu `Abbas berkata: “Celakalah orang yang berilmu akibat para pengikutnya. Ia melakukan suatu kesalahan lalu kembali ke jalan yang benar, tetapi kesalahan itu ditiru oleh orang lain dan mereka menyebarkannya ke mana-mana.”

Di antara ulama ada yang mengatakan, perumpamaan dosa orang yang berilmu adalah seperti pecahnya kapal, lalu tenggelam, dan ikut tenggelam pula penumpangnya. Di dalam kisah Israilliyat, diceritakan tentang seorang yang berilmu yang menyesatkan orang lain dengan bid’ah, kemudian ia pun bertobat dan mengadakan perbaikan sepanjang masa. Lalu Allah menyampaikan wahyu kepada nabi-Nya: “Katakan kepadanya, sesungguhnya dosamu, seandainya hanya terjadi antara-Ku dan dirimu, niscaya telah Aku ampuni. Tetapi bagaimana dengan orang yang telah engkau sesatkan di antara hamba-hamba-Ku dan telah engkau seret mereka ke neraka?”

Dengan ini, nyatalah bahwa tanggung jawab para ulama itu sangat besar. Mereka mempunyai dua tugas pokok: meninggalkan dosa, dan menyembunyikannya. Sebab, sebagaimana dosa-dosa mereka bisa berlipat ganda, akan berlipat ganda pula pahala mereka apabila mereka diikuti. Maka tindakan meninggalkan basa-basi dan kecenderungan kepada dunia serta hanya merasa puas dengan yang sedikit darinya, yakni yang pokok dari makanan dan yang sederhana dari pakaian, lalu ia diikuti dan diteladani baik oleh kalangan ulama yang lain maupun orang awam, maka ia akan mendapatkan pahala seperti mereka.

Dan jika ia cenderung kepada basa-basi, maka tabiat orang yang di bawahnya pun akan ikut cenderung menirunya. Pada dasarnya perilaku basa-basi itu sering muncul bila seseorang sering bergaul dengan para penguasa dan gemar mengumpulkan kekayaan dari sumber yang haram. Dan itulah yang menjadi sebab semua itu. Maka gerak-gerik para ulama sedikit-banyak akan berlipat ganda pengaruhnya, baik dalam bentuk keuntungan dan maupun kerugian.*/Imam al-Ghazali, tertulis dalam bukunya Menebus Dosa.

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:dosa besardosa kecil
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mewaspadai Dosa Kecil Menjadi Besar (2)
Tulisan selanjutnya Sinergi Antar Masjid Miliki Nilai Strategis

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Berita
31 Mei 2026 19:39
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Inilah 7 Penyebab Orang Gagal dalam Bulan Ramadhan

18 Maret 2026 13:00
KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Susah Payah Puasa cuma Dapat Lapar dan Dahaga

9 Maret 2026 17:00
KajianTazkiyatun Nafs

Menundukkan Nafsu di Bulan Suci: Belajar dari Muhammad bin ‘Amr al-Ghazzi

8 Maret 2026 11:13
Tazkiyatun Nafs

Kehidupan Mukmin dan Kafir Saat di Alam Kubur

28 April 2021 18:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?