Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tazkiyatun Nafs

Bertobatlah Segera dalam Segala Kondisi (1)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 21 Februari 2016 11:36 11:36 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 21 Februari 2016 11:23
Bagikan
Bagikan

SECARA jelas Al Quran telah menetapkan kewajiban tobat sebagaimana pada firman Allah Ta`ala: Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang beriman, supaya kamu beruntung. (An-Nur: 31). Titah yang terkandung di dalam ayat ini bersifat umum, di samping cahaya batin pun menunjukkan ke arah ini. Sebab, tobat itu sendiri adalah kembali dari jalan yang menjauhkan dari Allah dan mendekatkan kepada setan.

Namun hal itu tidak bisa dibayangkan kecuali oleh orang yang berakal, dan insting akal tidak akan sempurna melainkan setelah terkendalinya insting syahwat, amarah, serta seluruh sifat-sifat tercela lainnya yang merupakan sarana setan untuk membujuk umat manusia. Sebab, kesempurnaan akal itu baru berlangsung saat usia memasuki empat puluh tahunan, walaupun sebenarnya dasarnya sudah mulai berkembang pada usia menjelang baligh dan gejala-gejalanya sudah mulai terlihat pada usia tujuh tahun.

Segala jenis syahwat adalah prajurit setan; sedangkan akal adalah prajurit malaikat, yang apabila keduanya bertemu maka secara tak terelakkan akan terjadilah peperangan antara keduanya, lantaran keduanya memang tidak bisa seiring sejalan dan sifatnya selalu kontradiktif. Sikap tolak-menolak di antara keduanya adalah bagaikan bertolakbelakangnya malam dan siang, antara cahaya dan kegelapan, yang apabila salah satu di antaranya mulai lebih dominan maka akan mengejutkan yang lain secara tak terelakkan.

Jika berbagai jenis syahwat telah mengalami kematangannya pada usia kanak-kanak dan usia remaja –sebelum terjadinya kematangan akal, berarti prajurit setan telah lebih dulu menempati posisinya dan lebih dulu menguasai medannya, sehingga terciptalah keintiman dengannya pada hati dan terbentuklah keakraban tuntutan-tuntutan syahwat dengan kebiasaan. Maka apabila unsur ini yang dominan, tentu akan sulit untuk bisa lepas darinya.

Kemudian, setelah itu, secara berangsur-angsur akal yang menjadi tulang punggung pasukan dan prajurit Allah serta pembela para kekasih-Nya dari ancaman musuh-musuh, sedikit demi sedikit mulai memperlihatkan kematangannya. Bila akal tidak sampai menguat dan tidak bisa mencapai tingkat kesempurnaannya, niscaya ia akan menyerahkan kerajaan hati kepada setan. Lalu secara pasti musuh terkutuk ini pun akan menepati janjinya yang telah diikrarkannya saat dia mengucapkan: niscaya benar-benar akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebagian kecil. (Al-Isra’: 62).

Baca Juga

Ali bin Abi Thalib: Wahai Dunia, Bujuklah Selainku!
Saat Kaki Menapak Surga, Itulah Istirahat Hakiki
Rezeki Lancar tapi Tambah Jauh dari Allah: Awas Istidraj!
Menyibukkan Diri dengan Aib Sendiri
Hari Raya Sejatinya untuk Siapa?

Akan tetapi bila akal ini berhasil mencapai tingkat kematangan yang sempurna dan menjadi kuat, tugas pertama yang akan dilaksanakannya adalah menundukkan prajurit setan dengan cara memecahkan konsentrasi syahwat, menjauhi kebiasaan buruk, dan mengembalikan secara paksa kepada kegiatan ibadah. Dan memang tiada artinya bagi tobat kecuali tindakan meninggalkan suatu jalan, yang pemandunya adalah syahwat dan pengawalnya adalah setan, menuju kepada jalan Allah Ta’ala.

Oleh karena itu, tindakan segera kembali dari kebiasaan yang telah lebih dulu mensuplai bantuan kepada berbagai jenis syahwat, adalah mutlak sangat diperlukan oleh setiap orang, baik ia seorang nabi atau orang awam yang bodoh. Jadi, jangan dikira bahwa keperluan tobat ini hanya tertentu kepada Adam a.s. Telah dikatakan:

Jangan kaukira pengkhianatan hanya milik Hindun sendiri
Tabiat jiwa setiap wanita cantik adalah tabiat Hindun.

Bahkan hal ini sudah menjadi hukum azali yang ditetapkan atas umat manusia, yang tidak mungkin bisa berubah selama Sunnah Ilahiyah yang tidak ada celah sedikit pun untuk menggantinya tidak berubah. Maka, setiap orang yang memasuki usia baligh dalam keadaan kafir dan bodoh, diharuskan kepadanya untuk tobat dari kebodohan dan kekafirannya. Sedang bagi yang memasuki masa baligh sebagai seorang muslim yang mengekor kepada kedua orangtuanya, namun dia lalai akan hakikat keislamannya, diharuskan tobat dari kelalaiannya itu dengan cara memahami makna Islam. Sebab, tidak cukup baginya hanya mengandalkan keislaman orangtuanya sedikit pun selama ia tidak mengislamkan dirinya sendiri.

Maka jika yang bersangkutan telah memahami hal itu, hendaklah ia segera kembali dari kebiasaan buruknya dan keakrabannya di belakang berbagai jenis syahwat yang tanpa ada ujung itu, kepada kerangka batasan-batasan Allah dalam pencegahan dan pembebasan, pengekangan dan pelepasan. Dan itu memang termasuk bagian tobat yang paling berat, dan di sanalah banyak orang celaka, lantaran mereka tidak mampu menghadapinya. Semua hal itulah yang disebut kembali dan tobat.*/Imam al-Ghazali, tertuang dalam bukunya Menebus Dosa-Makna dan Tatacara Bertobat. [Tulisan berikutnya]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bertobatmenyesali kesalahan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Dukung Pemberian Layanan Kesehatan Jiwa Pelaku LGBT
Tulisan selanjutnya Bertobatlah Segera dalam Segala Kondisi (2)

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?

Berita
19 Oktober 2026 16:57
Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang
Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
Wakaf Al-Qur’an: Menghadirkan Cahaya Qur’an bagi Santri di Tolitoli

Terbaru

  • Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?
  • Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi
  • Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain
  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta

Mungkin Anda Juga Suka

KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Inilah 7 Penyebab Orang Gagal dalam Bulan Ramadhan

18 Maret 2026 13:00
KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Susah Payah Puasa cuma Dapat Lapar dan Dahaga

9 Maret 2026 17:00
KajianTazkiyatun Nafs

Menundukkan Nafsu di Bulan Suci: Belajar dari Muhammad bin ‘Amr al-Ghazzi

8 Maret 2026 11:13
Tazkiyatun Nafs

Kehidupan Mukmin dan Kafir Saat di Alam Kubur

28 April 2021 18:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?