Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tazkiyatun Nafs

Bertobatlah Segera dalam Segala Kondisi (2)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 21 Februari 2016 11:37 11:37 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 21 Februari 2016 11:30
Bagikan
Bagikan

SEORANG arif pernah berkata, tatkala malaikat maut datang kepada seorang hamba, ia memberitahukan kepadanya, “Kini usiamu hanya tersisa satu jam, dan engkau tidak akan ditangguhkan walau sedetik pun.” Saat itu tampak rasa sesal dan sedih pada hamba yang bersangkutan, sedemikian rupa sehingga seandainya ia diberi dunia ini beserta isinya, pasti ia akan rela keluar darinya demi tambahan waktu satu jam lagi untuk berusaha menutupi kekurangannya.

Tapi sayangnya, ia tidak bisa lagi menemukan jalan untuk itu. Itulah makna pertama dari firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang mulai terbukti: Dan dihalangi antara mereka dengan apa yang mereka ingini. (Saba’: 54). Dan kepada pengertian ini pula arah firman-Nya: …sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: “Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)-ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh. Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila telah tiba waktunya. (Al-Munafiqun: 10-11).

Yang dimaksud adalah ia meminta penundaan barang sebentar. Maksudnya ialah dia mengatakan saat disingkapkan tabir bagi hamba, “Wahai malaikat maut, tangguhkan aku sehari untuk meminta maaf kepada Tuhanku, bertobat kepada-Nya dan berbekal dengan amal saleh untuk diriku.” Tetapi dijawab oleh malaikat: “Engkau telah menghabiskan hari-hari, maka tiada hari lagi bagimu.” Dia berkata lagi: “Tangguhkan aku satu jam.” Dijawab oleh malaikat: “Engkau telah melewatkan waktu berjam-jam, maka tiada jam lagi bagimu.” Lantas ditutuplah pintu tobat untuknya, maka mulailah ia merengang nyawanya dan tampak nafasnya mulai tersengal-sengal dalam buruknya penyesalan. Tampak ia diliputi oleh rasa frustrasi karena tidak dapat lagi melakukan upaya perbaikan dan diselimuti oleh rasa sesal yang mendalam lantaran telah menyia-nyiakan umurnya, sehingga menjadi goncanglah imannya akibat benturan-benturan dalam kondisi saat itu.

Maka jika ia sekarat dalam keadaan Allah telah menetapkan kebaikan baginya, tentu nyawanya akan keluar meninggalkan jasad dalam keadaan bertauhid, dan itulah yang disebut husnul khatimah (akhir yang baik). Namun, sebaliknya, jika telah ditetapkan baginya kemalangan –kita berlindung kepada Allah dari hal itu– niscaya nyawa pun akan keluar meninggalkan jasad, sedang dia dalam keadaan ragu-ragu dan bimbang, dan itulah yang disebut dengan su’ul khatimah (akhir yang buruk).

Untuk kondisi seperti inilah dinyatakan: Dan tidaklah tobat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan, ‘Sesungguhnya aku bertobat sekarang.’ (An-Nisa’: 18). Dan firman-Nya: Sesungguhnya tobat di sisi Allah hanya bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kebodohan mereka, lalu bertobat dengan segera. (An-Nisa’:17). Maksudnya, menyesali dalam waktu yang dekat dengan kesalahan dan menghapuskan dampaknya dengan kebaikan yang sebanding dengannya, sebelum karat menumpuk di permukaan hati sehingga tidak bisa dibersihkan lagi.*/Imam al-Ghazali, tertuang dalam bukunya Menebus Dosa-Makna dan Tatacara Bertobat. [Tulisan berikutnya]

Baca Juga

Ali bin Abi Thalib: Wahai Dunia, Bujuklah Selainku!
Saat Kaki Menapak Surga, Itulah Istirahat Hakiki
Rezeki Lancar tapi Tambah Jauh dari Allah: Awas Istidraj!
Menyibukkan Diri dengan Aib Sendiri
Hari Raya Sejatinya untuk Siapa?
Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bertobatmenyesali
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bertobatlah Segera dalam Segala Kondisi (1)
Tulisan selanjutnya Bertobatlah Segera dalam Segala Kondisi (3)

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Berita
30 Mei 2026 11:16
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Inilah 7 Penyebab Orang Gagal dalam Bulan Ramadhan

18 Maret 2026 13:00
KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Susah Payah Puasa cuma Dapat Lapar dan Dahaga

9 Maret 2026 17:00
KajianTazkiyatun Nafs

Menundukkan Nafsu di Bulan Suci: Belajar dari Muhammad bin ‘Amr al-Ghazzi

8 Maret 2026 11:13
Tazkiyatun Nafs

Kehidupan Mukmin dan Kafir Saat di Alam Kubur

28 April 2021 18:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?