Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tazkiyatun Nafs

Bila Kaum Mukminin Lewat, Mereka Saling Mengedip-ngedipkan Mata (1)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 17 Juli 2016 17:21 5:21 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 17 Juli 2016 17:12
Bagikan
Ilustrasi.
Bagikan

SEGALA puji bagi Allah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Melihat para hamba-Nya. Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang dan Dia menjadikan juga padanya matahari dan bulan yang bercahaya.

Dia pula yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau orang yang ingin bersyukur. Amma ba’d.

Suatu hari Rasulullah Shalallaahu ‘Alahi Wasallam duduk bersama para sahabat beliau di masjid untuk mengajar mereka, mendidik, dan membersihkan hati mereka. Di antara hadirin, terdapat seorang pemuda belia berusia sekitar tiga belas tahun. Namanya ‘Umair bin Sa`ad, yang hatinya sudah sarat dengan hikmat dan iman.

Ia pergi meninggalkan majelis, dan menemui bapak tirinya (yang biasa ia samakan dengan paman), yakni suami dari ibunya yang sudah berumur enam puluh tahun. Namanya Al-Jallas bin Suwaid. Ia seorang munafik.

‘Umair bin Sa’ad berkata, “Paman! Aku mendengar Rasulullah menceritakan kepada kami tentang hari kiamat, seolah-olah aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri!” Al-Jallas bin Suwaid menanggapi, “‘Umair! Demi Allah, kalau Muhammad itu benar, maka kami memang lebih buruk dari keledai!”

Baca Juga

Ali bin Abi Thalib: Wahai Dunia, Bujuklah Selainku!
Saat Kaki Menapak Surga, Itulah Istirahat Hakiki
Rezeki Lancar tapi Tambah Jauh dari Allah: Awas Istidraj!
Menyibukkan Diri dengan Aib Sendiri
Hari Raya Sejatinya untuk Siapa?

Kontan, rona muka ‘Umair bin Sa’ad berubah. Tubuhnya bergetar mendengar kalimat itu. Ia berkata, “Paman, demi Allah, sesungguhnya engkau sebelumnya adalah orang yang paling aku cintai dari semua orang. Dan demi Allah, mulai hari ini engkau menjadi orang yang paling aku benci melebihi siapa pun. Paman, aku berada di antara dua pilihan saja; mengkhianati Allah dan Rasul-Nya, dengan tidak menceritakan hal ini kepada beliau; atau memutus hubunganku denganmu, yang sudah biarlah berlalu, dan aku tetap akan memberitahukan ucapanmu itu kepada Rasulullah.”

Ucapan Al-Jallas itu adalah kekafiran terhadap kalimat Laa illa illallah, dan menunjukkan bahwa ia tidak beriman terhadap apa yang dikabarkan oleh Rasulullah.” Al-Jallas bin Suwaid berkata, “Engkau hanya anak kecil ingusan yang tidak akan dipercaya oleh siapa pun, silakan berbicara sesukamu.”

‘Umair pun pergi dan duduk di hadapan Rasulullah sambil berkata, “Wahai Rasulullah! Al-Jallas bin Suwaid telah mengkhianati Allah dan Rasulnya, sementara ia adalah pamanku. Aku telah berlepas diri darinya kepada Allah, kemudian kepadamu. Sehingga aku sudah tidak punya hubungan apa-apa lagi dengannya.”

Rasulullah bertanya, “Apa yang dia katakan?” `Umair pun memberitahukan ucapan itu kepada beliau. Rasulullah segera mengumpulkan pada sahabat dan meminta saran mereka berkaitan dengan ucapan tersebut.

Mereka berkata, “Wahai Rasulullah! la hanya anak kecil, jangan dipercaya. la belum lagi nalar. la hanya asal menukil ucapan saja untuk menyudutkan pamannya itu. Al-Jallas bin Suwaid biasa shalat bersama kami. la sudah tua renta, dan terbilang cerdas.”

Rasulullah terdiam, dan tidak berani mempercayai ucapan anak remaja itu. Mengalirlah air mata anak muda itu, hingga tubuhnya bergetar, dan ia menoleh ke langit sambil berdoa, “Ya Allah, kalau aku jujur, benarkanlah ucapanku itu. Dan bila aku berdusta, dustakanlah ucapanku itu.”

Demi Allah, belum lagi ia meninggalkan majelis itu, dan belum lagi ia bangkit dari masjid, turunlah Jibril dari atas tujuh lapis langit membawa wahyu Allah, “Mereka (orang-orang munafik itu) bersumpah dengan (nama) Allah, bahwa mereka tidak mengatakan (sesuatu yang menyakitimu). Sesungguhnya mereka telah mengucapkan perkataan kekafiran, dan telah menjadi kafir sesudah Islam.” (At Taubah: 74)

Akhirnya, Rasulullah memanggil Al-Jallas dan menanyakannya tentang ucapan tersebut. la bersumpah atas nama Allah bahwa ia tidak pernah mengucapkannya. Beliau bersabda, “Tapi Allah berfirman, ‘Mereka (orang-orang munafik itu) bersumpah dengan (nama) Allah, bahwa mereka tidak mengatakan (sesuatu yang menyakitimu). Sesungguhnya mereka telah mengucapkan perkataan kekafiran, dan telah menjadi kafir sesudah Islam.’” (At-Taubah: 74).

Engkau, hai Jallas, sungguh telah kafir terhadap Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Segeralah bertaubat, karena Allah menegaskan, “Maka jika mereka bertaubat, itu adalah lebih baik bagi mereka.” (At-Taubah: 64). Lalu, Rasulullah memanggil ‘Umair bin Sa’ad, mengusap telinganya sambil bersabda, “Allah telah membenarkan ucapanmu.”*/DR. ‘Aidh Al-Qorni, MA, dari bukunya Mereka Memadamkan Matahari-Membongkar Tipu Daya Musuh Allah dalam Meredupkan Cahaya Islam. [Tulisan selanjutnya]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Munafikpeleceh Islam
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Wahdah Islamiyah Gelar Muktamar III di Jakarta
Tulisan selanjutnya Bila Kaum Mukminin Lewat, Mereka Saling Mengedip-ngedipkan Mata (2)

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bandara King Khalid Riyad Ditutup Hingga 15 Oktober Imbas Serangan Houthi

Berita
13 Oktober 2026 00:13
Serangan Drone Paramiliter Sudan Tewaskan 41 Orang Dekat Perbatasan Ethiopia
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
Pilot Berkewarganegaraan Indonesia, Pesawat Ethiopian Airlines Dilarang Mendarat di ‘Israel’
Tiga Pria Mengaku Merencakan Serangan Terhadap Masjid Maryam di Galway

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Inilah 7 Penyebab Orang Gagal dalam Bulan Ramadhan

18 Maret 2026 13:00
KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Susah Payah Puasa cuma Dapat Lapar dan Dahaga

9 Maret 2026 17:00
KajianTazkiyatun Nafs

Menundukkan Nafsu di Bulan Suci: Belajar dari Muhammad bin ‘Amr al-Ghazzi

8 Maret 2026 11:13
Tazkiyatun Nafs

Kehidupan Mukmin dan Kafir Saat di Alam Kubur

28 April 2021 18:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?