Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tazkiyatun Nafs

Sikap Muslim dalam Menyantuni dan Memberi Maaf

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 13 September 2017 16:42 4:42 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 13 September 2017 16:42
Bagikan
Ilustrasi.
Bagikan

DALAM kitab Asbab An-Nuzul diceritakan bahwa saudara Abu Bakar Ash-Shiddiq yang bernama Misthah, hidupnya dalam tanggungan kebaikan Abu Bakar. Tetapi, Misthah tidak dapat menahan diri untuk turut merusak kehormatan Aisyah saat orang-orang munafik melancarkan gosip terhadap Aisyah yang terkenal dengan peristiwa Hadits Ifk.

Misthah lupa terhadap hak seorang muslim, kerabat, dan hak ihsan ‘kebaikan’ dari Abu Bakar. Kemudian, Abu Bakar bersumpah tidak akan bertegur sapa dengan saudarinya ini dan akan memutus hubungan tali keluarga. Sehubungan dengan hal ini, turun firman Allah berikut,

“Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat(nya), orang-orang yang miskin, dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah, dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampuni? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An-Nur: 22).

Kemudian Abu Bakar memaafkannya dan melupakan kejadian tersebut, serta memberi bantuan lagi seperti semula. Ia berkata, “Aku lebih suka Allah mengampuniku.”

Imam Bukhari meriwayatkan dari Ibnu Abbas, ia berkata, “Tatkala datang Uyainah bin Husen, ia singgah di rumah kemenakannya, Hirri bin Qais. Ia termasuk orang yang dekat dengan Umar, karena ia ahli qira’at dan anggota Majelis Syura yang terdiri dari orang tua dan muda.

Baca Juga

Ali bin Abi Thalib: Wahai Dunia, Bujuklah Selainku!
Saat Kaki Menapak Surga, Itulah Istirahat Hakiki
Rezeki Lancar tapi Tambah Jauh dari Allah: Awas Istidraj!
Menyibukkan Diri dengan Aib Sendiri
Hari Raya Sejatinya untuk Siapa?

Uyainah berkata, ‘Bolehkah aku menemui Amirul Mukminin?’ Tatkala ia masuk dan berkata, ‘Wahai anak Khathab, demi Allah, engkau tidak memberikan pemberian yang menjadi hak kami dan engkau tidak menghukum di antara kami dengan adil.’ Kemudian Umar marah dan ingin memukulnya. Kemudian Hirri bin Qais berkata, “Wahai Amirul Mukminin sesungguhnya Allah telah berfirman, ‘Berilah maaf, dan suruhlah (manusia) berbuat kebaikan dan berpalinglah dari orang-orang yang bodoh.’ Sesungguhnya dia adalah termasuk orang yang bodoh. Maka demi Allah, Umar tidak melanggar ayat tersebut ketika dibacakannya. Dia adalah orang yang sangat memperhatikan Kitabullah.”

Suatu ketika Zainal Abidin keluar menuju masjid. Tiba-tiba ia dimaki oleh seseorang. Lalu, anak-anaknya mendatangi orang tersebut dan akan memukulinya. Zainal Abidin lalu mencegahnya dan berkata kepada anak-anaknya, “Tahanlah tanganmu darinya.”

Kemudian ia menoleh kepada orang tersebut dan berkata, “Hai, aku lebih banyak berbuat kebaikan dan aku lebih banyak tahu daripada kamu. Jika kamu mempunyai keperluan untuk menyebutkannya, maka aku akan menyebutkan untukmu.”

Lalu orang tersebut merasa enggan dan malu. Kemudian Zainal Abidin meninggalkan bajunya dan memberikan kepadanya seribu dirham. Maka berlalulah orang tersebut seraya berkata, “Aku bersaksi bahwa pemuda ini adalah anak cucu Rasulullah Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam.”

Suatu ketika pembantu Zainal Abidin menuangkan air untuknya dari teko yang terbuat dari tanah liat. Akan tetapi, teko tersebut jatuh dan menimpa kaki Zainal Abidin, dan teko itu pun pecah, menyebabkan kaki Zainal Abidin terluka. Lalu, pembantunya cepat-cepat berkata, “Wahai sahabatku, Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman, “Dan orang-orang yang menahan amarahnya.” (QS. Ali-Imran: 134).

Zainal Abidin berkata, “Sesungguhnya kamu telah menahan kemarahanku.” Lalu ia membaca ayat, “Dan orang-orang yang memaafkan kesalahan manusia.” (QS. Ali-Imran: 134).

Kemudian Zainal Abidin berkata, “Sungguh aku telah memaafkan kamu.” Pembantunya berkata lagi, “Allah berfirman, “Allah mengasihi kepada mereka yang berbuat kebaikan.” (QS. Ali-Imran: 134).

Akhirnya Zainal Abidin berkata, “Kamu sekarang merdeka karena Allah.*/Sudirman STAIL (sumber buku: Persaudaraan Islam, penulis: Dr. Abdullah Nashih ‘Ulwan)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:memberi bantuanmemberi maafmenyantuni
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pengalaman Bagi Hewan Qurban di Pedalaman, Disambut Gembira Pendeta
Tulisan selanjutnya Bangkitkan Kejayaan Jalur Sutera, Bank Dunia Alokasikan $8 Miliar

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Berita
1 Juni 2026 10:40
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Inilah 7 Penyebab Orang Gagal dalam Bulan Ramadhan

18 Maret 2026 13:00
KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Susah Payah Puasa cuma Dapat Lapar dan Dahaga

9 Maret 2026 17:00
KajianTazkiyatun Nafs

Menundukkan Nafsu di Bulan Suci: Belajar dari Muhammad bin ‘Amr al-Ghazzi

8 Maret 2026 11:13
Tazkiyatun Nafs

Kehidupan Mukmin dan Kafir Saat di Alam Kubur

28 April 2021 18:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?