Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tazkiyatun Nafs

Berpasrah Diri dan Tawakal pada Allah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 12 Juni 2017 10:32 10:32 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 12 Juni 2017 10:32
Bagikan
kemenangan
Ilustrasi.
Bagikan

AL-QUR’AN ataupun hadits Nabi Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam yang menjadi sumber hukum dan pedoman tersepakati dalam Islam, dibahas berbagai hal tentang masalah kehidupan manusia. Lebih dari itu, kedua sumber hukum yang menjadi pedoman tersebut banyak berbicara terkait persoalan hidup demi kemaslahatan umat manusia.

Oleh karena itu, kita beruntung bisa memperoleh hidayah memeluk agama Islam. Kita menjadi makin beruntung jika kita mengamalkan ajaran agama Islam yang penuh dengan ajaran kasih sayang dan kebajikan tersebut.

Secara akidah, Islam mengajarkan tentang tauhid, yakni bertuhan dengan satu Tuhan. Ketika agama lain mengajarkan banyak tuhan, Islam hanya mengajarkan tentang satu Tuhan Yang Mahakuasa dan kekuasaan-Nya lebih dari segala tuhan yang ada. Meski demikian, Islam juga mengajarkan toleransi terhadap agama lain yang bertuhan lebih dari satu tuhan dengan ketentuan-ketentuan tertentu.

Islam tidak sekadar mengajarkan teologi, tetapi juga mengajarkan berkehidupan, baik secara individual maupun sosial, baik secara vertikal maupun horizontal. Oleh karena itu, jika kita mengamalkan ajaran Islam, kita bisa mengatasi segala permasalahan hidup dan memercayakan kepada Allah tentang segala ketentuan dan kehendak-Nya.

Galau? Apalagi sekadar galau, Islam memberikan ajaran-ajaran sebagai solusi kegalauan kita. Move on? Tentunya Islam mengajarkan kita move on yang sesuai dengan syariat demi maslahat. Di dalam al-Qur’an saja terdapat berbagai ayat motivasi untuk menggugah semangat berkehidupan. Di dalam beberapa riwayat hadits pun demikian, ada banyak riwayat yang matannya menguraikan motivasi yang memicu untuk tumbuhnya semangat.

Baca Juga

Ali bin Abi Thalib: Wahai Dunia, Bujuklah Selainku!
Saat Kaki Menapak Surga, Itulah Istirahat Hakiki
Rezeki Lancar tapi Tambah Jauh dari Allah: Awas Istidraj!
Menyibukkan Diri dengan Aib Sendiri
Hari Raya Sejatinya untuk Siapa?

Ketika kita galau karena suatu musibah atau masalah, Islam membawakan ajaran penting untuk move on. Lebih dari sekadar bisa move on, Islam juga menyisipkan sisi religiusitas agar kita juga mendalami keislaman serta sadar diri tentang keberadaan Allah.

Allah menegaskan dalam al-Qur’an:

“(Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata, ‘Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un’ (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali). Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS al-Baqarah [2] 156-157)

Dari ayat tersebut kita bisa memahami betapa al-Qur’an memberikan kita pedoman ketika kita menghadapi musibah atau masalah yang membuat kita galau. Cara move on yang diajarkan menurut ayat tersebut dengan mengucap lafal tarji’, sebagaimana tertera dalam ayat di atas, yakni:

“Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali.”

Lafal tarji’ tersebut pada dasarnya bukan sekadar diucapkan, melainkan dihayati dan didalami maknanya. Dari pemaknaan lafal tarji’ tersebut, kita menyadari bahwa kita memang milik Allah dan hanya kepada Allah pula kita kembali. Dengan demikian, kita menjadi sadar bahwa kita hanyalah kecil dan tidak ada apa-apa dibandingkan Allah Yang Mahabesar. Lebih dari itu, karena kita milik Allah dan segalanya juga milik-Nya, kita akan kembali kepada-Nya ketika diminta.

Islam mengajarkan cara move on dari galau yang demikian. Oleh karenanya, selain kita bisa move on, kita juga makin sadar diri bahwa kita memang tidak berhak atas segala sesuatu, kecuali hanya karena izin Allah. Ketika kita move on dengan cara yang demikian, kita akan makin meyakini bahwa Allah Mahakuasa dan Mahaada. Untuk itu, kita menjadi bergantung kepada Allah dan memang hanya kepada-Nya kita bergantung.

Selain itu, ayat tersebut juga mengajarkan kita tentang tawakal dan kepasrahan. Artinya, jika kita menginginkan sesuatu, kita harus berusaha dan mengiringinya dengan doa. Yang penting, kita telah melakukan usaha dan doa, selebihnya kita pasrahkan kepada Allah. Dengan demikian, hal itu menjadi sangat logis dan masuk akal.

Tetapi Islam tidak mengajarkan kepasrahan belaka tanpa usaha. Misalkan, kita ingin kaya, tetapi kita tidak berusaha (bekerja dengan sungguh-sungguh) untuk menjadi orang kaya dan kita juga enggan berdoa kepada Allah, kecuali hanya pasrah, nah semacam ini penyimpangan nyata. Islam tidak mengajarkan seperti itu. Islam mengajarkan kita agar mau bekerja dan berdoa serta memasrahkan hasilnya kepada Allah.

Saat menjalani hidup justru kita menemui musibah atau masalah yang bikin galau, kita sepenuhnya sadar bahwa Allah memang berada di balik semua hal yang terjadi. Semua pasti ada hikmahnya dan kita tinggal mengucapkan lafal tarji’ yang kita sertai dengan pemaknaan lafal tersebut secara khusyuk. Setelah itu, move on lagi kemudian berusaha dan berdoa. Selebihnya, kita pasrahkan kepada Allah. Itulah tawakal dan kepasrahan yang diajarkan oleh agama kita, Islam yang rahmatan lil ‘alamin.*/Ali Abdullah, dari bukunya Galau Secukupnya Move On Secepatnya

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Galauonpasrah dirisemangat bangkittawakal
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya “Ramadhan di Birmingham, Anak Saya Berpuasa Sendirian di Kelas”
Tulisan selanjutnya Siapkan 10 Ribu Dai, Cinta Quran Center Tahfidz dan Da’i Institute Resmi Berdiri

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Berita
14 Juli 2026 15:30
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Inilah 7 Penyebab Orang Gagal dalam Bulan Ramadhan

18 Maret 2026 13:00
KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Susah Payah Puasa cuma Dapat Lapar dan Dahaga

9 Maret 2026 17:00
KajianTazkiyatun Nafs

Menundukkan Nafsu di Bulan Suci: Belajar dari Muhammad bin ‘Amr al-Ghazzi

8 Maret 2026 11:13
Tazkiyatun Nafs

Kehidupan Mukmin dan Kafir Saat di Alam Kubur

28 April 2021 18:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?