Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Analisa Dunia Islam

Syiah Al Hautsi dan Skenario Tak Menentu di Yaman (1)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 24 Januari 2015 07:24 7:24 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 29 September 2014 11:37
Bagikan
Pemberontak Syiah Al Hautsi
Bagikan

Oleh: Musthafa Luthfi
 
KOMANDAN lapangan milisi pemberontak Al-Hautsi (media asing menyebut Al-Houthi) kelompok Syiah minoritas yang pro Iran di Yaman, Abdul Malik al-Houthi dengan suara lantang mengumumkan kemenangannya pada Selasa (23/9/2014) di ibu kota Sana`a setelah pasukannya berhasil menguasai hampir seluruh ibu kota negara tersebut. Ia mengklaim bahwa kemenangannya sebagai “kemenangan” bagi seluruh rakyat Yaman.

Di hadapan para pendukungnya tokoh yang disejajarkan dengan pemimpin milisi Syiah Hizbullah Libanon, Hassan Nasrullah itu menegaskan “kami ucapkan selamat kepada rakyat Yaman atas kemenangan revolusinya yang akan menjadi fondasi bagi fase baru yang didasari kerjasama dan kemitraan semua elemen bangsa.” Ia menilai kesepakatan yang dicapai dengan pemerintah sebagai format politik baru.

Kesepakatan yang dicapai dengan pemerintah yang telah membuka peluang seluas-luasnya bagi al-Houthi untuk memperkuat pengaruh dan mengatur masa depan negeri Saba itu disaksikan oleh Utusan Khusus Sekjen PBB untuk Yaman, Jamal Benomar. Al- Hautsi tidak lupa menyampaikan penghargaan kepada tentara Yaman yang dianggapnya mendukung revolusi.

Pendudukan ibu kota Sana`a yang demikian mengejutkan dan tak terduga itu memang tanpa menghadapi perlawanan dari angkatan bersenjata pemerintah sehingga milisi al-Hautsi dengan mudah menguasai ibu kota negara pada Ahad (21/9/2014). Tidak adanya perlawanan tentara dianggap al- Hautsi sebagai persetujuan tentara atas aksi pendudukan sehingga memaksa pemerintahan transisi pimpinan Presiden Abdo Rabbu Mansour Hadi menandatangani kesepakatan sesuai kepentingan kelompok Syiah itu.

Kelompok milisi Syiah Yaman yang selama ini menguasai wilayah utara yang berbatasan dengan Arab Saudi dikenal sebagai milisi militan terlatih yang memiliki pengalaman tempur sejak 2004 melawan pasukan pemerintah di era mantan Presiden Ali Abdullah Saleh. Fase baru Arab Spring (Musim Semi Arab) benar-benar berhasil dimanfaatkan al- Hautsi untuk menyusun kekuatan guna memperkuat pengaruh dan kekuasaan di negeri Ratu Bilquis itu.

Baca Juga

Betulkah Gabung Board of Peace merupakan Tindakan Realistis?
Masjid Dikepung, Ulama Dipenjara: Jejak Panjang Diskriminasi di Tajikistan
Amerika Serikat dan Proyek Genosida di Gaza
Kebijakan Politik Iran dan Dilema Amerika
Muslim Tajikistan: Ditekan Penguasa, Diincar ISIS

Bahkan kelompok yang menggunakan nama baru “Ansharullah” (Pembela agama Allah) pasca revolusi musim semi Arab itu berhasil rujuk dengan musuh lamanya mantan Presiden Saleh yang masih puluhan ribu pasukan dari tentara Yaman yang masih loyal. Meskipun secara struktural seluruh pasukan Yaman berada dibawah Menteri Pertahanan namun ditengarai separo dari mereka masih loyal terhadap Saleh.

Karena itu banyak pihak yang mencurigai bahwa “kemenangan” mudah Ansharullah dalam menguasai ibu kota Sana`a tanpa perlawanan tentara pemerintah sebagai bukti nyata adanya konspirasi antara al-Hautsi dengan mantan Presiden lewat para petinggi militer yang masih loyal untuk melumpuhkan pemerintahan transisi sekaligus revolusi “Arab Spring” di Yaman sehingga mengalami nasib yang sama seperti Mesir.

Mereka (Al-Hautsi dan Saleh) meskipun sebenanrnya berbeda platform politik dan idiologi namun memiliki kepentingan yang sama yakni menghalangi partai Al-Islah (cabang Al Ikhwan al Muslimun di Yaman) berkuasa di negeri itu. Hal itu dapat dilihat dari sejak pendudukan Provinsi Amran yang merupakan pembuka jalan menuju ibu kota Sana`a dimana sebagian besar target yang diserang adalah milisi Al-Islah dan sejumlah petinggi militer yang pro partai ini.

Sebagaimana diketahui Al-Islah yang sebelumnya berkoalisi dengan mantan Presiden Saleh akhirnya pecah kongsi saat Al-Islah mendukung revolusi damai rakyat yang merupakan bagian dari revolusi musim semi Arab untuk menuntut perubahan. Revolusi damai itu akhirnya memaksa Saleh turun dari singgasana kekuasaan setelah lebih dari tiga dekade berkuasa di negeri itu.

Meskipun Saleh akhirnya bersedia menandatangani pemindahan kekuasaan ke pemerintahan transisi yang disponsori oleh PBB dan enam negara Teluk kaya minyak, namun di lapangan kelihatannya masih belum menerima perubahan status quo itu yang dapat mengorbitkan Al-Islah. Di lain pihak, al-Hautsi yang mendukung revolusi juga tidak ingin terpinggirkan dari kekuasaan di era baru sehingga terus melakukan eskalasi yang puncaknya mengusai ibu kota dan berhasil melumpuhkan Al-Islah.

Al-Islah yang dipimpin oleh keluarga Al-Ahmar juga memiliki pengaruh besar dan milisi cukup kuat meskipun tidak terlatih seperti al-Houthi serta sebagian tentara Yaman yang masih loyal kepadanya, dipastikan tidak tinggal diam dengan kekalahan telak dan mengejutkan tersebut. Ibu kota Sana`a dan daerah lainnya dipastikan akan menyusun kekuatan untuk melakukan serangan balik.

Kelompok Syiah al-Hautsi untuk pertama kali melakukan shalat Jumat bersama para pendukungnya pada 26/9/2014 sebagai salah satu bentuk peringatan atas kemenangannya di Sana`a. Walaupun demikian, banyak pengamat setempat memprediksikan bahwa mempertahankan kemenangan tidak semudah menduduki ibu kota sehingga mereka khawatir negeri itu akan terlibat perang sektarian meluas.

Tidak menentu

Banyak pengamat yang memprediksikan berbagai skenario dan kemungkinan yang akan terjadi di negeri Saba itu dalam beberapa bulan ke depan pasca pendudukan al-Hautsi ibu kota negara dengan “dukungan” tersirat militer dan keamanaan. Intinya skenario itu mengarah kepada situasi yang tidak menentu di negeri ujung tenggara Jazirah Arab tersebut.*/bersambung ..Syiah dan skenario Perang saudara di Yaman

Penulis adalah kolumnis hidayatullah.com, tinggal di Yaman

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ahlus sunnaharab springiranPemberontakan Syiahsunnisyiahyaman
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Larangan Memakai Jilbab Terjadi di Kenya
Tulisan selanjutnya LKEPI dan JES Desak Pemerintah Baru Perhatikan Pariwisata Syariah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Berita
2 Juni 2026 17:20
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Analisa Dunia Islam

Al-Sisi dan Lelucon Kontra-Terorisme di Mesir

22 Mei 2022 10:55
Analisa Dunia Islam

Yahya Sinwar

4 Juni 2021 09:05
Analisa Dunia Islam

Pencaplokan De facto Tepi Barat dan Definisi Nyeleneh ‘Israel’

10 Juli 2020 16:28
Analisa Dunia Islam

Turki, Libya dan Pertaruhan Islam Politik di Timur Tengah

25 Juni 2020 16:43
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?