Hidayatullah.com — ‘Israel’ pada hari Ahad menyambut baik pernyataan Dewan Ulama Senior Saudi (CSS) yang menetapkan gerakan Ikhwanul Muslimin sebagai “kelompok teroris”. “Israel’ mengaku senang dengan status yang diberikan kepada gerakan Islam tersebut.
“Kami senang di ‘Israel’ melihat pendekatan seperti itu yang bertentangan dengan eksploitasi agama untuk menghasut,” kata Kementerian Luar Negeri ‘Israel’ di Twitter lapor Anadolu Agency pada Senin (16/11/2020). “Kami sangat membutuhkan wacana yang menyerukan toleransi dan kerja sama di kawasan (Timur Tengah),” tambahnya.
Pada hari Selasa, CSS mengeluarkan pernyataan yang menunjuk Ikhwanul Muslimin sebagai kelompok teroris dan menuduh gerakan tersebut sebagai penyebab ketidakstabilan di wilayah tersebut. Pernyataan Saudi tersebut menuai kecaman dari Ikhwanul Muslimin, yang mengatakan bahwa mereka selalu menjadi korban kekerasan dan rezim diktator.
Zionis melihat pernyataan Saudi itu bermanfaat untuk penindasan terhadap Palestina dan tindakan kerasnya terhadap kelompok perlawanan Palestina Hamas, yang mengadopsi pemikiran Ikhwanul Muslimin. Zionis ‘Israel’ melancarkan tiga serangan militer besar terhadap Hamas di Jalur Gaza pada 2008, 2012, dan 2014 dan masih memberlakukan blokade yang diperketat di wilayah Palestina, yang sepenuhnya dikelola oleh Hamas.*