Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
None

Lockdown Dibuka, Warga India Antre Mengular di Toko Miras

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 6 Mei 2020 15:00 3:00 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 6 Mei 2020 15:00
Bagikan
Warga India langung menyerbu toko miras begitu lockdown dilonggarkan
Bagikan

Hidayatullah.com–Polisi menggunakan tongkat kayu untuk memukul mundur warga India yang berdesak-desakan untuk membeli alcohol. Ini untuk pertama kalinya dalam 40 hari ketika pemerintah melonggarkan lockdown  akibat virus corona terbesar di dunia lapor Al Jazeera.

Pemerintah memuji penutupan ketat hampir semua aktivitas sejak akhir Maret dengan mempertahankan total kasus virus corona di angka 42.500, dengan sekitar 1.400 kematian. Tetapi lockdown  juga merupakan pukulan keras bagi ekonomi terbesar ketiga Asia itu dan menyengsarakan jutaan pekerja di sektor informalnya – orang yang tiba-tiba kehilangan pekerjaan karena pandemi.

Sebelumnya telah memberi keringanan kepada industri dan agrikultur, pemerintah pada Senin memperbolehkan kantor-kantor untuk beroperasi dengan sepertiga kapasitas. Beberapa mobil dan motor terlihat di jalanan, dan toko-toko tertentu dibuka.

Shocked to see today’s scenes at #LiquorShops in Andhra Pradesh. Common sense says that people will throng in large numbers, but there is no contingency plan from @ysjagan nor is there a care for social distance. This comes amidst the steep rise in #Covid19 cases in AP pic.twitter.com/gaPigym896

— N Chandrababu Naidu (@ncbn) May 4, 2020

Petugas kepolisian bersusah payah menggambar lingkaran kapur agar pembeli minuman keras dapat mengantri, tetapi upaya social distancing itu tidak berhasil ketika orang-orang berkumpul sejak pagi dan semakin banyak.

Baca Juga

Tahun Baru Hijriah, Kini Punya Makna Perubahan Orientasi Hidup dan Kepedulian Sosial
Cegah Anak Obesitas, Inggris Larang Makanan Manis dan Gorengan di Sekolah
Iran Hujani Israel dengan Rudal Usai Trump Klaim Kemampuannya Melemah
200 Tentara AS Terluka, Iran Nyatakan Siap Perang Panjang
Jerman Penjarakan Seorang Pria Libanon Anggota Hizbullah

“Kami telah berada dalam kesunyian selama satu bulan,” Asit Banerjee, 55 tahun, mengatakan pada kantor berita AFP. Sementara dia mengantri di depan toko minuman keras di Kolkata, di mana – seperti di New Delhi dan tempat lain – polisi menggunakan tongkat untuk mengendalikan kerumunan.

“Alkohol akan memberi kita energi untuk menjaga jarak sosial selama pandemi,” katanya.

Di tempat lain, seperti di Ghaziabad di negara bagian Uttar Pradesh, polisi menutup toko-toko segera setelah itu menyebabkan antrian panjang orang-orang bermasker di sekitar blok.

“Salah satu toko telah dibuka di pagi hari tetapi bentrokan pecah ketika banyak orang berkumpul,” kata seorang petugas polisi di Ghaziabad kepada AFP.

Meskipun ditutup, ratusan orang terus berkeliaran di jalan-jalan sekitar dan menunggu dengan harapan toko akan dibuka kembali. Salah satu orang yang berhasil membeli beberapa anggur, Sagar, 25 tahun, mengatakan dia pergi ke sebuah toko minuman keras di ibukota pada pukul 07.30 dan menemukan toko tersebut buka lebih awal.

“Ada sekitar 20 sampai 25 orang pada pagi dan toko itu buka sekitar dua jam,” katanya pada AFP.

“Lima orang diperbolehkan masuk dalam satu waktu. Sekarang mereka menutupnya.”

Di beberapa negara bagian, termasuk Maharashtra, toko minuman keras tertentu tetap tutup di tengah kebingungan mengenai outlet mana yang diizinkan untuk dibuka. Di negara-negara lain, seperti di Assam, mereka dibuka beberapa hari sebelumnya.

Meskipun ilegal di beberapa negara seperti Gujarat, negara asal Perdana Menteri Narendra Modi, konsumsi alkohol telah meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir karena tumbuhnya kelas menengah negara itu.

Bentrokan polisi dengan pekerja migran

Sementara itu, polisi di kota Surat di Gujarat menembakkan gas air mata ke kerumunan pekerja migran yang berdemonstrasi mendesak dipulangkannya mereka ke negara-negara bagian asal mereka.  Meskipun para pejabat mengatakan pembatasan ketat pada pekerjaan dan perjalanan adalah kunci untuk mengalahkan virus, penutupan itu telah membahayakan kelangsungan hidup ekonomi banyak orang, termasuk sekitar 140 juta pekerja migran.

Sekitar 1.000 pekerja yang terperangkap berkumpul di pinggiran kota Surat dan melempari batu polisi yang ingin membubarkan mereka, laporan resmi mengatakan.

“Kami menahan 80 orang sejauh ini dan dalam proses mengidentifikasi lainnya,” kepala kepolisian Surat, AM Muniya, mengatakan pada wartawan.

Mitra kantor berita Reuters di India, ANI, membagikan video yang memperlihatkan polisi menembakkan gas air mata ke arah sekelompok besar orang-orang yang berdiri di depan pertokoan yang tutup. Televisi lokal memperlihatkan gambar polisi memasuki bangunan dan rumah di daerah itu dan menahan orang-orang.

Surat, pusat industri dan pusat pengolahan berlian, telah mengalami beberapa insiden kerusuhan tenaga kerja sejak penguncian dimulai pada bulan Maret. *

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:alkoholIndialockdownMirasvirus corona
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Islam; Jejak Samar dalam Sejarah Pendidikan Nasional
Tulisan selanjutnya DPR: Kemlu Harus Tangani Ancaman Kelaparan Jutaan PMI di Malaysia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik

Berita
13 Juli 2026 17:00
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaNone

Kurma Israel Beredar di Eropa dengan Label Palsu

20 Februari 2026 07:00
BeritaNone

Video: Pria Disabilitas di Nepal Viral Menjaga Masjid dari Serangan Kelompok Radikal

11 Februari 2026 05:26
None

“Kemunafikan Barat Terbongkar”: Celah Hukum Pernikahan Anak di AS Disorot Aktivis HAM

2 Februari 2026 19:30
None

Tolak Gabung ‘Dewan Perdamaian’, Jerman: Penyimpangan Sistem Internasional

23 Januari 2026 09:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?