Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ramadhan

Pidato Haedar Pembukaan Pengkajian Ramadhan PP Muhammadiyah

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 13 Mei 2019 14:09 2:09 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 13 Mei 2019 14:09
Bagikan
demokrasi HAM
Bagikan

Hidayatullah.com– Islam merupakan agama yang mencerahkan bagi kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat, bangsa, dan kemanusiaan universal. Pencerahan merupakan nilai keutamaan yang tertanam dalam segenap kebaikan jiwa, pikiran, sikap, dan tindakan yang maslahat, berkeadaban, dan berkemajuan.

Dengan berislam yang mencerahkan, setiap Muslim senantiasa menyebarkan akhlak mulia yang menebar ihsan yang melampaui sekaligus rahmat bagi semesta alam.

Demikian rangkuman pokok pikiran yang disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr Haedar Nashir, dalam pidato pembukaan Pengkajian Ramadhan Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang diselenggarakan pada 12 Mei sampai 14 Mei, bertempat di Institute Teknologi Bisnis Ahmad Dahlan, ITB-AD, Ciputat, Jakarta, Ramadhan 1440H.

Baca: Ketika Ulama Dizalimi

Disebutkan, sebaliknya Islam melarang umatnya menyebarkan akhlak yang tercela (al­ akhlaq al-madzmumah) yang membawa kerusakan di muka bumi (fasad fil-ardl ). Jika Islam dihayati secara murni, maka setiap Muslim menjadi cerah hati, pikiran, sikap, dan tindakannya.

Tema ini, menurut Haedar, diangkat sebagai tindaklanjut dari tanwir. Agar pemikiran tanwir tidak hanya jadi teks yang indah tapi menjadi komitmen dan dilaksanakan dalam persyarikatan Muhammadiyah dan peran kebangsaan dan peran global.

Baca Juga

Makna Shalawat Allah dan Malaikat untuk Orang yang Menjalankan Sunnah Sahur
Inilah 7 Penyebab Orang Gagal dalam Bulan Ramadhan
Kisah Jenaka Bulan Puasa 10: Imam Tarawih Mati Kutu
Jubah 1.000 Dirham: Totalitas Tamim Ad-Dary Menjemput Lailatul Qadar
Kisah Jenaka Bulan Puasa 9: Ngabuburit Akhir Zaman

“Kita sudah lama memperkenalkan istilah pencerahan. Ini sudah menjadi gugusan pemikiran, dan menjadi perspektif pemikiran Muhammadiyah, bahkan jadi tema muktamar di Malang 2005 dan 2010 jadi penguatan gerakan Muhammadiyah abad ke-2. Jadi kata pencerahaan ini menjadi mata rantai dari berkemajuannya gerakan Muhammadiyah dari abad pertama,” jelas Haedar.

Dalam rentang satu abad Muhammadiyah bergelut dengan isu kemajuan, yang merupakan asli pemikiran Ahmad Dahlan. Kata ini terus menggelinding, tahun 38 dilanjutkan oleh KH Mas Mansur, kemudian terkandung dalam 12 langkah Muhammadiyah.

Baca: Memancarkan Cahaya Ramadhan di Pedalaman Long Melaham

Pemikiran-pemikiran Muhammadiyah ini disebut sangat sistematis. Ada juga 5 pemikiran Muhammadiyah tahun 54-55, tahun 68 lahir MKCH, tahun 78 lahir khittah. Kemudian lahir pedoman hidup Muhammadiyah. Tahun 2010 lahir pernyataan abad kedua, kemudian yang terbaru ialah pemikiran Darul ahdi Wasyahadah.

Pikiran-pemikiran Muhammadiyah tercatat dalam neberapa risalah. Ada pidato resmi Ahmad Dahlan tentang Tali Pengikat Hidup. Ada juga 17 pokok ajaran Ahmad Dahlan. Ada juga pokok ajaran al-Qur’an, ada juga ajaran al Asr sekitar 7 bulan. Ada juga ajaran tentang akal pikiran murni. Di sana jg ada pemikiran kemajuan dan pemimpin kemajuan. Ini pemikiran-pemikiran fundamental dalam gerakan Muhammadiyah, sebutnya.

Hasanah ini sangat jarang terungkap. Akhir-akhir ini kemudian digali lagi dan disistematisasi. Pada zaman Syafii Maarif maka digelindingkan kata Pencerahan. Ini adalah khazanah Muhammadiyah yaitu tentang Tanwir yang dikodifikasi tahun 1935 yang dimulai sidang tanwir tahun 1935 di Banjarmasin. Ini pikiran asli Muhammadiyah, katanya.

Dijelaskan, kata tanwir diambil dari kata noor, yaitu cahaya (memantulkan cahaya). Makna naaro mengeluarkan terang dan enerji. Makna arro’yu yaitu akal pikiran. Dimensi cahaya cahaya yang otentik dan menghidupi juga akal yang membuat kehidupan yang remang-remang menjadi terang benderang. “Inilah yang kita ambil menjadi kata pencerahan,” lanjut Haedar.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:haedar NashirMuhammadiyahpencerahanRamadhanRamadhan 1440H/2019M
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hermeneutika tak bisa menggati tafsir Al Quran Ketika Ulama Dizalimi
Tulisan selanjutnya PP Salimah Gelar Bukber Anak Yatim, Beri Takjil ‘on the road’

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Berita
31 Mei 2026 04:41
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Inspirasi RamadhanRamadhan

Bulan Puasa Melatih Pola Hidup Sederhana

16 Maret 2026 05:00
BeritaInspirasi Ramadhan

Dapur Ramadhan Hammad: 500 Ifthar Harian Plus 50.000 Dirham Lebaran

15 Maret 2026 17:00
Ramadhan

Kisah Jenaka Bulan Puasa 8 : Saat Hitungan Sebulan Ramadhan Jadi 120 Hari

15 Maret 2026 11:30
KajianRamadhan

Selain yang Iktikaf, Siapa Saja yang Berpeluang Mendapat Lailatul Qadar?

15 Maret 2026 05:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?