Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Ketika Ulama Dizalimi

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 13 Mei 2019 13:44 1:44 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 13 Mei 2019 13:46
Bagikan
Hermeneutika tak bisa menggati tafsir Al Quran
Bagikan

KEZALIMAN apa pun bentuknya sangat dibenci agama. Dalam hadits Qudsi, sampai-sampai Allah berfirman, “Wahai hambaku! Sesungguhnya aku mengharamkan kezaliman atas diriku. Dan aku haramkan bagi kalian berbuat zalim; maka jangan saling menzalimi!” (HR. Muslim)

Sesama Muslim pun, yang dalam hadits Nabi terhitung sebagai saudara, dilarang saling menzalimi. Salah satu indikator persaudaraan mereka adalah ketika tidak saling menzalimi. Menzalimi sesama saudara, berarti telah merusak ikatan persaudaraan.

Lalu bagaima jika kezaliman itu dilakukan kepada ulama yang notabene pewaris Nabi dan kekasih Allah Subhanahu wata’ala? Dalam hadits Qudsi yang lain Allah berfirman, “Barangsiapa yang memusuhi kekasihku, maka aku umumkan perang padanya,” (HR. Bukhari)

Menzalimi ulama efeknya jauh lebih besar daripada orang biasa. Perhatikan dalam sejarah, para penguasa dan penyokongnya yang menzalimi ulama akan bernasib tragis. Sebagaimana penguasa yang mengkriminalisasi Imam Ahmad bin Hanbal dalam kasus dogma al-Qur`an sebagai makhluk Allah.

Baca: Pakar: UBN Dibungkam ‘Pencucian Uang’, Bagaimana dengan Kasus Rekening Gendut

Demikian pula orang yang membantu dalam praktik kezaliman, juga mendapat ancaman keras dari Allah Subhanahu wata’ala. Dalam hadits riwayat Ibnu Majah disebutkan:

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

منْ أَعَانَ عَلَى خُصُومَةٍ بِظُلْمٍ، أَوْ يُعِينُ عَلَى ظُلْمٍ؛ لَمْ يَزَلْ فِي سَخَطِ اللَّهِ حَتَّى يَنْزِعَ

“Barangsiapa yang menolong suatu permusuhan dengan kezaliman; atau menolong atas kezaliman; maka dia senantiasa dalim murka Allah, sampai Dia mencabutnya.”

Bukan main ancamannya. Orang yang sengaja melakukan kezaliman, atau membantu orang berbuat zalim, akan dimurkai oleh Allah Subhanahu wata’ala. Bahkan di akhir zaman, salah satu tanda-tanda kiamat –sebagaimana riwayat Imam Ahmad dan Thabrani—di antaranya “katsratu asy-Syurath” yang berarti banyaknya penolong atau pembela penguasa dalam kezaliman. Saat ini terbukti, banyaknya ulama yang dizalimi, dikriminalisasi adalah tanda akhir zaman.

Penting untuk diperhatikan, kezaliman kepada ulama bukan hanya sebatas bagi penguasa yang menyuruh. Siapapun dan sekecil apapun yang membantu berjalannya kezaliman kepada ulama, maka adalah bagian dari kezaliman.

Dalam kitab “Talbiis Ibliis” (120) disebutkan bahwa Malik bin Dinar berkata, “Cukuplah seorang disebut pengkhianat ketika dia menjadi orang kepercayaan orang-orang pengkhianat.” Jadi, jika dia bagian dari sistem kemudian membiarkan kezaliman terjadi, maka terhitung bagian darinya.

Suatu ketika, sipir penjara bertanya kepada Imam Ahmad bin Hanbal Rahimahullah yang dipenjara karena fitnah kemakhlukan al-Qur`an, “Apakah aku termasuk penolong kezaliman?” “Tidak,” jawab Imam Ahmad, “bahkan kamu adalah bagian dari orang yang berbuat zalim. Penyokong kezaliman adalah orang yang membantumu dalam suatu perkara.” (Shaidu al-Khathir, 435)

Sejalan dengan Imam Ahmad, maka ulama sekaliber Ibnu Taimiyah dalam “al-Majmu’ al-Fataawaa” (VII/64) berujar, “Lebih dari satu ulama salaf yang berkata: penolong pelaku kezaliman adalah yang menolong dan membantunya walau sekadar menyiapkan tinta atau pena.”

Baca: Prabowo Nilai “Kriminalisasi” terhadap para Pendukungnya Menambah Ketegangan

Perkara kezaliman ini bukan masalah kecil, apalagi kalau dilakukan kepada ulama. Hati-hatilah bagi mereka yang suka menghina atau merendahkan ulama. Syeikh Ibnu Taimiyah mengungkap perkataan yang sudah popular, “Daging ulama itu adalah racun.” (al-Shaarim al-Masluul, 165). Maknanya, siapa pun yang mencela, menghina, memfitnah, menzalimi, bahkan mengkriminalisasi ulama, maka akan tertimpa keburukan.

Silakan diperiksa dalam sejarah. Penguasa yang memfitnah hingga mengkriminalisasikan Imam Ahmad bin Hanbal; bagaimana nasibnya setelah itu? Demikian juga Buya Hamka yang difinah dan dikriminalisasi oleh penguasa Orde Lama tanpa peradilan; bagaimana nasibnya kemudian? Mari beravuluasi; sebelum penyesalan menghampiri.

Bagi yang melihat adanya kezaliman –apapun itu—terutama kepada ulama, perlu ada upaya untuk meluruskannya. Jangan sampai, diamnya kita, membuat kita masuk kategori orang-orang yang menolong kezaliman. Na’udzubillah min dzaalik.*/ Mahmud Budi Setiawan

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:kezalimankriminalisasikriminalisasi ulamapenguasaulama
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Multaqo Ulama Aswaja Tolak Proyek OBOR yang Diteken RI-China
Tulisan selanjutnya demokrasi HAM Pidato Haedar Pembukaan Pengkajian Ramadhan PP Muhammadiyah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pilot Berkewarganegaraan Indonesia, Pesawat Ethiopian Airlines Dilarang Mendarat di ‘Israel’

Berita
13 Oktober 2026 13:01
Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli
Serangan Drone Paramiliter Sudan Tewaskan 41 Orang Dekat Perbatasan Ethiopia
Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?