Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Inspirasi Ramadhan

Belajar Lapar di “Kampung Inggris”

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 25 Juli 2013 11:34 11:34 am
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 25 Juli 2013 11:34
Bagikan
Masjid an-Nur, Kediri
Bagikan

Hidayatullah.com—“BEFORE we go to home, let say hamdalah.  Alhamdulillah, okey, thank you very much, nice to meet you and wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.” Seperti itulah kalimat rutin yang selalu diucapkan sang tutor kepada murid-muridnya setelah mentransfer ilmu. Aku segera mengayuh sepeda “purbaku”, setelah pulang dari tempat kursus bahasa Inggris Mr. Bob. Aku segera memburu waktu untuk segera kembali kantor BMH Cabang Kediri, yang kini menjadi tempatku bernaung atas seluruh aktivitas keseharianku.

Matahari semakin condong ke ufuk barat. Langit mulai memancarkan pesona kemerahannya. Sore itu, suasana Desa Tulungrejo, Pare, Kediri, Jawa Timur masih ramai dengan aktivitas masyarakat yang berlalu-lalang dengan kesibukannya masing-masing. Bulan puasa tidak menjadi alasan bagi mereka untuk menjalankan aktivitas seperti bulan-bulan lainnya. Bahkan, bagi mereka yang berjiwa bisnis menjadikan bulan Ramadhan sebagai peluang besar untuk berdagang, khususnya di sore hari dengan jajanan buka puasa.

Nampak jelas di pinggir-pinggir emperan jalan raya hampir penuh dengan para pedagang bukaan puasa. Tak heran jika terkadang jalan raya menjadi macet hanya karena antrean panjang para pemburu takjil (istilah populer untuk menu berbuka puasa. Red) yang memarkir kendaraan sembarangan.

Itulah suasana Desa Tulungrejo, Pare, Kediri, Jawa Timur. Pare terletak 25 km sebelah timur laut Kota Kediri atau 120 km barat daya Kota Surabaya. Berada pada jalur Kediri-Malang, jalur Jombang-Kediri, serta Jombang-Blitar.

Di bulan Ramadhan semakin ramai oleh para pembelajar, khususnya yang ingin belajar bahasa Inggris atau bahasa asing  dari berbagai daerah dari seluruh nusantara. Tak ayal jika di Tulungrejo, Pare saat ini sering dijuluki  “Kampung Inggris”.

Baca Juga

Jubah 1.000 Dirham: Totalitas Tamim Ad-Dary Menjemput Lailatul Qadar
Bulan Puasa Melatih Pola Hidup Sederhana
Dapur Ramadhan Hammad: 500 Ifthar Harian Plus 50.000 Dirham Lebaran
Kisah Jenaka Bulan Puasa 5 : Cara Unik Membangunkan Warga untuk Sahur
Teladan Keteguhan Imam Ahmad dan Kasman Singodimedjo pada Bulan Ramadhan

Selain banyak orang datang untuk belajar bahasa Inggris dan asing, khususnya di bulan Ramadhan, ada banyak pemandangan baru di berbagai tempat. Semakin banyak pengemis namun semakin banyak pula penderma. Masjid semakin ramai dari bulan biasanya, dan senja yang semakin bermakna.  

Pare konon pernah disinggahi oleh seorang antropolog kaliber dunia, Clifford Geertz untuk melakukan penelitian lapangan yang kemudian ditulisnya menjadi sebuah buku yang berjudul “The Religion of Java”. Dalam buku tersebut, Geertz menyamarkan Pare dengan nama “Mojokuto”. Hal ini menjadikan Pare terkenal di seluruh dunia.

Ramadhan di “Kampung Inggris” menjadikannya pantas bagi mereka yang ingin belajar mandiri. Dengan ekonomi yang tergolong sangat murah menjadi pendukung utama belajar di sini. Suhunya yang tidak terlalu panas dan lingkungan yang bersih menambah semangat berpuasa di sini.

Pesona yang Memudar

“Kampung Inggris” tentu bukan hanya sekedar sebagai kampung pembelajar. Buktinya, sejak terbit fajar hingga malam menyelimuti, kampung ini tak pernah sepi dari kegiatan pembelajaran.  Brosur, baliho, dan spanduk-spanduk  selalu menawarkan beragam program belajar bahasa asing. Grammar, speaking, communication, dan lainnya seolah menjadi bagian penawaran di mana-mana.

Hal ini kian marak dengan berlalu-lalangnya para pejalan kaki, pengayuh sepeda onthel, dan sebagian pengendara sepeda motor yang sesekali berdialog dalam bahasa Inggris. Sehingga banyak yang menjadikan “Kampung Inggris” sebagai salah satu kiblat banyak orang di Indonesia yang ingin menguasai bahasa tersebut.

Namun, seiring berjalannya waktu, semakin banyak para pendatang baru yang bukan hanya berniat belajar bahasa Inggris, akan tetapi mereka memanfaatkan kampung ini sebagai peluang bisnis yang menjanjikan. Banyak kultur dan budaya baru yang masuk dan mewarnai budaya asli “Kampung Inggris” itu sendiri.

Perlahan-lahan kultur baru sedikit mempengaruhi tradisi berkomunikasi dalam berbahasa Inggris yang pernah dibangun oleh Mr. Kalend, nama pendiri “Kampung Inggris”.  

Kurangnya tradisi komunikasi dalam bahasa Inggris makin memudar seiring banyaknya peluang membuka kursus bahasa asing. Lihat saja, sampai hari ini, di Desa Tulungrejo dan Desa Palem, telah berdiri kurang lebih 150 tempat kursus berbagai bahasa.

Ada tempat belajar berbagai macam bahasa,  mulai bahasa Arab, Jepang, Mandarin dan masih banyak lagi. Namun bagi Anda yang berniat ingin kursus di Pare, Anda harus selektif memilih tempat kursus yang betul-betul menjamin. Sebab  tidak sedikit tempat kursus yang hanya sekedar memasang nama atau meraup keuntungan semata.*/Kiriman Sirajuddin Muslim, alumnus MARAMA 2013

Baca juga kisah lainnya: Mujahid yang Terasing di “Cahaya Surga”

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Kampung InggrisKediriMARAMAMujahid RamadhanParePotret RamadhanSantri Hidayatullah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Rezim Suriah Halangi Bantuan Masuk ke Homs
Tulisan selanjutnya Meski Beda Pendapat, Imam Ahmad Doakan Syafi’i 40 Tahun

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik

Berita
13 Juli 2026 17:00
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Inspirasi RamadhanRamadhan

Seribu Dirham Ramadhan dan Ujian Keikhlasan

8 Maret 2026 17:00
5 Tips Mendidik Anak agar Cinta Ramadhan
Inspirasi Ramadhan

5 Tips Mendidik Anak agar Mencintai bulan Ramadhan

25 Maret 2022 06:00
Sejarah perang di bulan ramadhan
Inspirasi Ramadhan

9 Perang Kaum Muslimin di Bulan Ramadhan

16 April 2021 07:00
Takjil Sehat Kacang Hijau Almond
Inspirasi Ramadhan

5 Resep Takjil Sehat Untuk Berbuka Puasa

14 April 2021 14:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?