Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Inspirasi Ramadhan

Di Gaza, Penghafal al-Quran Merupakan Status Bergengsi

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 20 Juli 2013 16:37 4:37 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 20 Juli 2013 16:37
Bagikan
Syeikh Khattab: Di Gaza penghapal al-Quran status bergengsi
Bagikan

Hidayatullah.com—Setiap orang bisa menjadi penghafal al-Quran, namun tidak semua orang bisa menjaga hafalannya. Karena itu salah satu cara menjaga agar hafalan al-Quran adalah terus- menerus menjaga ketakwaan, selain frekuensi pengulangan (muroja’ah).

Demikian salah satu tips menjaga hafalan al_Quran dari Syeikh Muhammad Khattab, salah satu imam  asal Gaza Palestina diundang dalam rangka program Silaturrahim Ramadhan Imam-Imam Suriah dan Palestina ke Indonesia (SIRAMAN MANIS) bekerjasama dengan Sahabat al-Aqsa di Majelis Taklim XL  usai  shalat Subuh, hari Sabtu, (20/07/2013).

“Hapalan Quran kita juga lebih melekat jika digunakan pada shalat malam. Bisa jadi shalat Qiyamul Lail kita hanya dua rakaat tapi bacaannya satu juz,” tutur Imam Masjid as-Salam, Rafah, Gaza Selatan itu.

Syeikh Khattab juga menjelaskan bagaimana kebiasaan para penghafal Quran di Gaza di mana  biasa membaca ulang 20 sampai 40 kali setiap lembarnya.

Pria kelahiran Makkah, Arab Saudi itu menceritakan bagaimana dirinya semenjak kecil sudah terlibat dengan hafalan al-Quran. Sejak usia 16 tahun,  ia telah mengikuti dauroh yang khusus menargetkan hafal al-Quran dalam tempo dua bulan.

Baca Juga

Jubah 1.000 Dirham: Totalitas Tamim Ad-Dary Menjemput Lailatul Qadar
Bulan Puasa Melatih Pola Hidup Sederhana
Dapur Ramadhan Hammad: 500 Ifthar Harian Plus 50.000 Dirham Lebaran
Kisah Jenaka Bulan Puasa 5 : Cara Unik Membangunkan Warga untuk Sahur
Teladan Keteguhan Imam Ahmad dan Kasman Singodimedjo pada Bulan Ramadhan

“Saya mulai serius menghapal al-Quran usia 16 tahun untuk mengejar khatam 30 Juz dalam dua bulan. Tapi sejak kecil saya sudah terbiasa menghapal lima sampai tujuh juz,”ungkapnya merendah.

Menurutnya, dauroh atau semacam pelatihan intensif untuk para penghapal Quran, menjadi tujuan para penghapal Quran di Gaza yang dilakukan sangat ketat.

“Ketat sekali penyaringannya. Dari 5000 orang pendaftar, hanya 100 orang saja yang diterima,”ucapnya.

Para pendaftar berasal dari berbagai cabang lembaga penghapal Quran yang tersebar di berbagai daerah di Palestina.

Lembaga dauroh yang terpusat di Gaza itu menurutnya betul-betul sangat istimewa. Selain memiliki program target hafalan dalam waktu singkat, orang-orang yang tersaring sudah dipastikan tidak bermasalah dengan pengucapan dan tentunya sudah terbiasa menghafal.

Setahun sekali, dauroh yang berada di Gaza membuka pendaftaran murid baru. Selain ketat penyaringannya, masa karantina akan dianggap sebagai proses penggojlokan yang cukup berat. Setiap waktu digunakan untuk menghafal. Dimulai setelah Sholat Subuh sampai menjelang sholat Dzuhur, peserta menggunakan waktunya untuk tidak beranjak dari lembaran al-Quran. Hal yang sama dilakukan seusai sholat Dzuhur. Terus berlangsung seperti itu sehari-harinya. Waktu resmi menghafal hanya berhenti pada saat sholat, makan dan mandi saja. Walaupun sesungguhnya bagi seorang yang sudah memasukkan ayat-ayat Allah kedalam dadanya, Ia akan terus menghapal baik ketika berdiri, duduk dan berbaring.

Jika ada yang sedih ketika harus bersusah payah menghafal, Syeikh Muhammad memakluminya. “Seminggu pertama mengikuti dauroh itu, saya juga kesulitan menghafal. Tapi pada minggu berikutnya, mulai bakda Subuh sampai Dzuhur, bisa hafal13 halaman,”ucap Anggota Dewan Qari Kreatif  Masjid ‘Umari al-Kabir, Gaza itu. Tiga belas halaman sama dengan enam lembar dan itu berarti ½ juz mampu diikat dalam ingatannya hanya dalam tempo sekitar 7 jam. Belum lagi pada belasan jam berikutnya, terus menghafal. Bisa dibayangkan berapa banyak lembar yang mampu dikatamkannya. Pantas saja jika dalam waktu singkat, pria yang memiliki lima saudara lelaki bergelar al-Hafidz itu, mampu menyelesaikan 30 Juz al-Quran. “Kuncinya, tetap semangat dan jangan menyerah. Luruskan niat kita dan ingatlah fadhilahnya,”Syeikh terus memompa semangat para jemaah..

Tidak seperti di Indonesia, yang menarik di Gaza, seorang penghapal al-Quran merupakan status sangat bergengsi.

“Di sana, kami, para penghapal Quran mendapatkan ijazah resmi,” papar Sarjana Ilmu Syariah Universitas Islam Gaza itu.

Sejak dinyatakan secara resmi menyandang status al-Hafidz, hingga kini Syeikh Muhammad telah meluluskan 250 orang penghapal Quran.

Saat ini terdapat 40 orang Penghafal Quran di Gaza yang menunggu kepulangannya dari Indonesia untuk memberi ijazah resmi al-Hafidz. Di antara murid-muridnya itu, ada saja mereka yang menghapal setiap harinya ½ halaman.

“Jika mereka konsisten seperti itu setiap harinya, maka selama empat tahun bisa khatam,”ungkap murid Syeikh Muhammad Abu Sattar itu.

Ia juga memiliki enam orang murid asal Indonesia yang memiliki hafalan sangat kuat dan sudah menyandang gelar al-Hafidz.*/Rias Andriati

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:gazahafalan al-Quransiraman manisSyeikh Muhammah Khattab
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Yusuf Mansur Kecewa Bisnisnya Dianggap Bodong
Tulisan selanjutnya Mujahid yang Terasing di “Cahaya Surga”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Berita
31 Mei 2026 05:45
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Inspirasi RamadhanRamadhan

Seribu Dirham Ramadhan dan Ujian Keikhlasan

8 Maret 2026 17:00
5 Tips Mendidik Anak agar Cinta Ramadhan
Inspirasi Ramadhan

5 Tips Mendidik Anak agar Mencintai bulan Ramadhan

25 Maret 2022 06:00
Sejarah perang di bulan ramadhan
Inspirasi Ramadhan

9 Perang Kaum Muslimin di Bulan Ramadhan

16 April 2021 07:00
Takjil Sehat Kacang Hijau Almond
Inspirasi Ramadhan

5 Resep Takjil Sehat Untuk Berbuka Puasa

14 April 2021 14:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?