DALAM Islam puasa memiliki arti begitu penting, bahkan tingkat penghargaan itu dapat dilihat melalui sabda Nabi Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam,
“Kitab Ibrahim diturunkan pada malam pertama di bulan Ramadhan, diturunkan Taurat pada hari keenam bulan Ramadhan, Injil diturunkan pada hari ketiga belas di bulan Ramadhan, dan Al-Qur’an diturunkan pada tanggal dua puluh empat di bulan Ramadhan.”
Artinya seluruh kitab suci samawi diturunkan pada bulan Ramadhan. Bahkan, Islam sangat memuliakan dan mengutamakan bulan itu dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya. Sebagian cendekiawan dan ulama muslim berpendapat bahwa Ramadhan merupakan salah satu dari nama Allah. Mereka beralasan bahwa setiap bulan Ramadhan disebutkan di dalam ayat, belum pernah disebutkan secara terpisah, tanpa diberikan tambahan, seperti yang disebutkan pada bulan-bulan Hijriah lainnya seperti Sya’ban, Shafar, atau Muharram.
Diriwayatkan oleh penulis kamus Lisanul Arab dari Mujahid r.a. bahwa menjamakkan kata ramadhan sangat dibenci, karena bentuk jamaknya, seperti jamak muannast salim, jadi disebut dengan ramadhanat. Hal itu tidak diperbolehkan karena termasuk salah satu dari nama Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Inilah gambaran yang tentang bulan Ramadhan, sebelum dan pada masa Islam.*
Dari tulisan Samih Kariyyam dalam buku Indahnya Ramadhan Rasulullah.