Hidayatullah.com–Umat Islam di Kanada terus mengalami peningkatan. Jumlah mereka saat ini adalah 1.9 persen dari total 32.8 juta masyarakat Kanada. Saat ini Islam menjadi agama terbanyak nomor dua setelah Nasrani. Namun, suka-duka Ramadhan di Kanada tetap memiliki kisah inspiratifnya sendiri.
Umat Islam memiliki tantangan sendiri dalam beramadhan di musim panas Kanada. Banyak orang berpikir bahwa tidur adalah jalan terbaik untuk melupakan rasa haus dan lapar. Namun, Muslimin kanada justru berbeda.
Mereka justru mencari kesibukan dengan pekerjaan mereka. Metode tersebut adalah strategi adaptasi yang ternyata sangat ampuh.
“Sebagai seorang mekanik, awalnya sulit bagi saya bekerja sambil berpuasa. Ketika ada mobil untuk diservice cuaca panas akan menguras keringat Anda. Kenyataannya kesibukan tersebut justru membuat saya enjoy. Kesibukan membuat saya lupa saya sedang puasa,” jelas Fraz Ahmaed, seorang teknisi otomotif di sebuah bengkel seperti yang dikutip OnIslam.net.
Muslim di Kanada juga merasakan tantangan lain selain menahan lapar dan haus.
Suasana Ramadhan mereka tidak bisa dipisahkan dengan heterogenitas masyarakat yang non muslim. Berpuasa diantara orang-orang yang makan dan minum karena berbeda kenyakinan adalah hal lumrah. Mereka harus terbiasa untuk tidak tergoda berpuasa diantara masyarakat seperti itu.
“Ini adalah bagian dari pengorbanan Ramadhan. Berpuasa di antara mereka yang tidak berpuasa adalah tantangan (keimanan) yang baik,” jelas Rafi Rafael, seorang koki Muslim yang tinggal di Toronto Kanada.
Bagi Rafael, kesabaran dalam kondisi seperti itu justru menumbuhkan kekuatan imannya. Ia jadi belajar merasakan penderitaan orang-orang yang kesulitan mendapatkan makanan.
Dari situ juga ia jadi bisa belajar lebih banyak bersyukur kepada Allah Subhana Wa ta’alah.
“Bisa jadi banyak orang yang sulit makan bahkan hinga dua atau tiga hari mereka menahan lapar. Dari hal seperti ini saya seperti bisa merasakan perasaan dan penderitaan mereka,” kata Rafael lagi.
Suhair Abu Khaled, seorang petani di Organic Farm Suhair dari Richmond Hill, Ontario juga tidak mau kalah berbagi inspirasi Ramadhannya.
Suhair mengajarkan kita untuk mengingat bagaimana saudara-saudara Muslim kita di Afrika Selatan, Somalia dan belahan bumi lainnya. Petani ini juga menjelaskan bahwa kita tak perlu merasa susah dengan puasa Ramadhan. Ramadhan hanyalah kewajiban puasa selama satu bulan, sementara di bumi yang lain ada saudara Muslim kita yang berpuasa selama bertahun-tahun karena krisis pangan.
“Tidak usah merasa sulit untuk berpuasa Ramadahan, seandainya kita mau merasakan penderitaan di Somalia. Banyak orang berpuasa (baca: tidak bisa makan) sepanjang tahun di sana, bukan hanya berpuasa dibulan Ramadhan,” jelas Suhari.
Dari sinilah nasehat tentang kesabaran, pengendalian diri, mentalitas keimanan dan spiritualis menjadi pesan utama bagi Muslim Kanada.
Pengorbanan Ramadhan mengajarkan Muslim Kanada untuk lebih peka terhadap penderitaan orang lain. Kebanyakan muslim Kanada juga akhirnya semakin mendekatkan diri pada Allah. Rasa haus dan lapar ditengah terik Kanada telah merubah keluhan menjadi Rasa syukur. Semua proses tarbiyah Ramadhan itu menjadi sempurna dengan dituntaskannya zakat oleh mereka di Kanada. Bahkan diseluruh dunia.*