Hidayatullah.com–Sekjen Dewan Masjid Indonesia (DMI) Imam Addaruqutni menyebut politisi partai Golkar Nurul Arifin telah melakukan insinuasi terhadap Ketum DMI Jusuf Kalla (JK) dengan pernyataanya yang menyudutkan.
Sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Nurul Arifin dalam sebuah pernyataannya di sebuah koran terbitan Jakarta, menyudutkan dengan menuding JK menggunakan kerja sosial di Palang Merah Indonesia (PMI) dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) sebagai institusi politik pribadi.
Pernyataan Nuruf Arifin itu dinilai Imam sebagai insinuasi atau tuduhan tersembunyi dan tidak langsung terhadap JK dan institusi DMI. Ia pun menyayangkan pernyataan sumir tersebut yang menurutnya sangat naif dilakukan seorang politisi.
“Nurul Arfin berfikir terlalu naif yang melihat suatu masalah hanya dari aspek politik saja, politisi seperti ini tidak akan menjadi seorang negarawan,” kata Imam Addaruqutni kepada hidayatullah.com, Senin (18/11/2013).
Addaruqutni menjelaskan, selama kepemimpinanan Jusuf Kalla di DMI, tak sekalipun pernah muncul isu-isu politik seperti dituduhkan Nurul. Justru karena latar belakang dan peranannya dalam pengembangan masjid, JK dimohon dan dipilih secara aklamasi oleh peserta muktamar DMI untuk memimpin organisasi tersebut.
“Muktamirin menilai JK merupakan sosok ideal merevitalisasi masjid dalam perannya untuk penguatan kerjasama G to G dan poeple to poeple,” katanya.
Keterpilihan JK untuk memimpin DMI, terang Addaruqutni, semata-mata karena sosoknya yang punya kemapanan untuk merevitalisasi masjid sebagai pusat kegiatan pembinaan aqidah, ibadah, akhlak, ukhuwah, keilmuan, keterampilan dan kesejahteraan umat.
Menurut Imam, organisasi bersifat independen ini dirintis oleh sejumlah ulama dan zuama’. Berdiri pada tanggal 22 Juni 1972 melalui sebuah rapat tim formatur diketuai oleh KH. MS. Rahardjo Dikromo yang beranggotakan H. Sudirman, KH. MS. Rahardjo Dikromo, KH. Hasan Basri, KH. Muchtar Sanusi, KH. Hasyim Adnan, BA dan KH. Ichsan.
DMI didirikan oleh 8 organisasi kemasjidan, yaitu Persatuan Masjid Indonesia (PERMI), Ikatan Masjid dan Mushalla Indonesia (IMAMI), Ikatan Masjid Indonesia (IKMI), Majelis Ta”miril Masjid Muhammadiyah, Hai”ah Ta”miril Masjid Indonesia (HTMI), Ikatan Masjid dan Mushalla Indonesia Muttahidah (IMMIM), Majelis Kemasjidan Al-Washliyah, dan Majelis Kemasjidan Majelis Dakwah Islamiyah (MDI).*