Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ragam

Malika El Aroud, Inspirasi Muslimah ‘Berjihad’ di Dunia Maya [3]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 5 Maret 2017 13:07 1:07 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 5 Maret 2017 13:07
Bagikan
Malika El Aroud dengan backround bendera Tauhid
Bagikan

Sambungan artikel KEDUA

El Aroud akhirnya diadili bersama dengan 22 orang lain di Belgia karena keterlibatannya dalam pembunuhan Massoud. Sebagai janda yang sedang berduka memakai jilbab hitam, dia membujuk pengadilan bahwa dia telah melakukan pekerjaan kemanusiaan dan tidak tahu apa-apa tentang rencana suaminya. Dia dibebaskan karena kurang adanya bukti.

Kematian suaminya, walaupun mendorong dirinya ke dalam kehidupan baru. “Janda dari seorang martir sangat penting bagi umat Muslim,” ujarnya.

Dia menggunakan statusnya yang berpengaruh untuk bertemu “saudara-saudara” barunya dalam jaringan internet. Salah satunya adalah Moez Garsalloui, seorang Tunisia beberapa tahun lebih muda darinya yang telah memiliki status pengungsi politik di Swiss.

Mereka kemudian menikah dan berpindah ke sebuah desa kecil di Swiss. Di tempat baru ini, mereka mengoperasikan beberapa situs pro-Qaeda dan forum-forum internet yang dipantau oleh pihak berwenang Swiss sebagai bagian dari kasus kriminal negara yang pertama terkait internet.

Baca Juga

Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
Siapa Abu Ubaidah, Sosok Misterius yang Jadi Simbol Perlawanan Palestina?
Toko Buku Tertua di London Berjuang Melawan Waktu
Mengapa Umat Muslim Tidak Boleh Memiliki Bom Atom?
Di Balik Janji Kemakmuran dan “Bisnis Ayat-Ayat Suci”

Baca: Israel Resmikan Perang Cyber atas Boikot Israel

Setelah polisi menggeledah rumah mereka dan menangkap mereka saat fajar pada bulan April 2005,   El Aroud menjelaskan secara luas apa yang disebut sebagai pelecehan terhadap mereka.

“Lihatlah bagaimana negara ini menyebut kita netral sehingga telah membuat kami menderita,” tulisnya, mengklaim bahwa polisi Swiss memukul dan menutup mata suaminya dan menyeret dirinya saat dia sedang tidur tanpa jilbab.

El Aroud dihukum Juni lalu dengan tuduhan membantu kekerasan dan mendukung organisasi kriminal, dia menerima hukuman penahanan enam bulan;  Garsalloui, yang dihukum karena tuduhan yang lebih serius, dibebaskan setelah 23 hari. Suaminya, diancam lebih berat. Aparat  menuduh suaminya mengerahkan massa untuk melakukan serangan Desember lalu dan ia memiliki koneksi ke kelompok-kelompok teroris yang beroperasi di wilayah etnis Pakistan.

Namun pihak berwenang mengatakan mereka kehilangan jejak setelah dia dibebaskan dari penjara tahun lalu di Swiss.

“Dia berada di perjalanan,” ujar   El Aroud penuh rahasia ketika ditanya tentang keberadaan suaminya. “Dalam perjalanan.”

“Pejuang Suci”

Sementara itu, status kehormatannya telah meningkat lebih tinggi dengan klaimnya menjadi korbankan Negara Swiss. Sebuah situs jaringan Suara Kaum Tertindas (The Voice of the Oppressed) menggambarkan dirinya sebagai “pejuang suci wanita kami abad ke-21.”

Kasus hukum terbaru yang membelitnya membawa petunjuk yang lebih dalam tentang adanya keterlibatan para wanita dalam kegiatan perang melawan Barat. Ketika dia ditahan Desember lalu sehubungan dengan rencana rahasia yang diduga untuk membebaskan Nizar Trabelsi, seorang terpidana teroris dan seorang pemain sepak bola profesional, serta untuk menyerang target di Brussel,   El Aroud adalah satu dari tiga wanita yang ikut dibawa untuk diinterogasi.

Baca: Israel Kewalahan Hadapi “Cyber Jihad” Pejuang Palestina

Meskipun identitas mereka yang ditahan tidak dirilis, pihak berwenang Belgia dan lainnya yang familier dengan kasus tersebut mengatakan bahwa di antara mereka yang ditangkap adalah istri dari Trabelsi dan Fatima Aberkan (47 tahun), seorang teman dari   El Aroud dan ibu dari tujuh anak.

“Malika adalah sumber inspirasi bagi kaum wanita karena ia memberitahu para wanita untuk berhenti tidur dan membuka mata mereka,” ujar Nn. Aberkan.

El Aroud bekerja dari apartemennya yang memiliki tiga kamar terletak di atas sebuah toko pakaian di lingkungan berkelas pekerja di Brussel di mana dia menghabiskan waktunya berkomunikasi dengan para pendukungnya, terutama di forumnya sendiri, MinbarSOS.

Meskipun  El Aroud menegaskan bahwa dia tidak melanggar hukum, dia tahu bahwa polisi terus mengawasi. Dan jika pihak berwenang menemukan cara untuk menempatkan dia di penjara, dia berkata:

“Itu bahkan bagus sekali. Mereka akan menjadikan saya martir hidup,” ujarnya.*/Ummu Qudsy dari berbagai sumber

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:cyberdunia mayaghirahinspirasi Muslimahinternetjihad di dunia mayaMalika El AroudmujahidahMuslimah jihadUmmu Ubaidah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Arab Saudi Ingin Indonesia Segera Realisasikan Pariwisata Ala Timur Tengah
Tulisan selanjutnya Pulau Santen; Dari Tempat Mesum jadi ‘Wisata Syariah”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Wakaf Al-Qur’an: Menghadirkan Cahaya Qur’an bagi Santri di Tolitoli

Berita
13 Oktober 2026 16:03
Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
PBB Catat Kenaikan Angka Kemiskinan Dunia, 1 Miliar Orang Terdampak
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Ragam

Tinta Penyesalan: Ketika Tato jadi Beban Seumur Hidup

28 Agustus 2025 11:00
buzzer muhammadiyah
Ragam

Industri Buzzer Sudah jadi Lahan Bisnis Politik di Indonesia

28 Agustus 2025 10:23
Ragam

Logika Muhammad Ali: “Mengapa Tarzan Berkulit Putih?”

23 Agustus 2025 17:22
Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis Masjidil Aqsha
Ragam

Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis

17 Agustus 2025 18:29
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?