Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ragam

Malika El Aroud, Inspirasi Muslimah ‘Berjihad’ di Dunia Maya [2]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 5 Maret 2017 12:51 12:51 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 5 Maret 2017 12:51
Bagikan
Malika El Aroud wanita yang paling ditakuti Eropa dengan kegiatan "jihad di dunia maya'
Bagikan

Sambungan artikel PERTAMA

Keproduktifannya dalam tulisan dan kehadiran di ruang chat, dipasangkan dengan latar belakangnnya, membuat dirinya sebagai daya tarik pujian dan simpati. “Saudari Ibu Ubaidah orang yang sangat terhormat diantara yang terhormat; hidupnya didedikasikan untuk kebaikan di muka bumi ini,” ujar seorang lelaki bernama Juba menulis.

Mengubah Peran Wanita

Kebangkitan wanita datang melawan lingkungan diskriminasi yang telah merasuki Islam radikal. Mohamed Atta, pembajak serangan 11 September, menulis dalam wasiatnya, “Wanita tidak diperbolehkan datang saat pemakaman saya atau pergi ke makam saya di kemudian hari.”

Ayman al Zawahri, orang kedua dalam kepemimpinan Al-Qaeda, mengatakan dalam sebuah sesi tanya-jawab online bahwa wanita tidak dapat bergabung di dalam Al-Qaeda. Ditanggapi, seorang wanita menulis dalam sebuah situs yang diproteksi dengan kata sandi bahwa “Jawaban yang kita dengar tidak sesuai dengan harapan kita,” berdasarkan grup pengawasan SITE, menambahkan, “Saya bersumpah kepada Tuhan saya tidak akan pernah meninggalkan jalan ini juga tidak akan menyerah pada pilihan ini.”

Baca Juga

Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
Siapa Abu Ubaidah, Sosok Misterius yang Jadi Simbol Perlawanan Palestina?
Toko Buku Tertua di London Berjuang Melawan Waktu
Mengapa Umat Muslim Tidak Boleh Memiliki Bom Atom?
Di Balik Janji Kemakmuran dan “Bisnis Ayat-Ayat Suci”

Baca: Amerika Menahan “Mujahidah Cyber”

Perubahan peran wanita dalam pergerakan Islam sangat menonjol di negara-negara Barat, dimana wanita Muslim telah diedukasi untuk menuntut haknya dan laki-laki Muslim lebih terbiasa untuk memperlakukan mereka dengan hak yang sama.

El Aroud merefleksikan trend itu. “Dalam Islam biasanya laki-laki lebih kuat dibandingkan wanita, tetapi aku membuktikan lebih penting untuk takut kepada Tuhan – bukan yang lain,” ujarnya.

“Sangat penting bahwa saya wanita. Banyak laki-laki yang tidak mau berbicara karena mereka takut akan mendapat masalah. Walaupun saya dapat masalah, saya mengeluarkan pendapat saya.” Lagipula, ia mengatakan, ia mengetahui aturannya. “Saya menulis dengan cara yang legal,” ujarnya. “Saya tahu yang saya lakukan. Saya orang Belgia. Saya mengetahui sistemnya.”

Sistem itulah yang sering berpihak kepada dirinya. Dia ditahan Desember 2008 dengan 13 orang lain atas apa yang pihak berwenang menduga adanya rencana rahasia untuk membebaskan seorang terpidana teroris dari penjara dan melancarkan serangan di Brussel.

Tapi dengan hukum Belgia berlaku bahwa mereka akan dirilis dalam waktu 24 jam, karena tidak ada biaya atas kerugian yang dikenakan dan pencarian bukti gagal terkait adanya senjata, bahan peledak atau dokumen yang memberatkan.

Sekarang, walaupun   El Aroud terus-menerut dalam pengawasan, ia kembali ke rumahnya menggerakan para militan melalui forum internet dan mendapatkan lebih dari $1.100 per bulan dari pemerintah sebagai tunjangan pengangguran.

“Jihadnya tidak memimpin operasi tetapi untuk menginspirasi orang lain untuk melakukan jihad,” kata Glenn Audenaert, petugas polisi federal Belgia, dalam sebuah wawancara.

“Dia menikmati perlindungan yang ditawarkan Belgia. Pada saat yang sama, dia adalah ancaman yang potensial,” tambahnya.

Menganut Islam yang Tegas

Lahir di Maroko, dibesarkan di Belgia sejak umur belia,   El Aroud tidak terlihat ditakdirkan untuk berhijad.

Beranjak dewasa, ia memberontak melawan ajaran Muslim yang mengasuhnya, demikian dalam tulisan di biografinya.

Pernikahan pertamanya, di umur 18, tidak bahagia dan singkat; kemudian dia melahirkan seorang anak perempuan dari perkawinannya.

Ketidakmampuan dalam membaca tulisan Arab, mendapati dirinya untuk mempelajari Al-Quran dalam bahasa Prancis dan mengarahkannya untuk menganut Islam secara tegas dan berujung menikah dengan Abdessater Dahmane, seorang Tunisia yang setia dengan Bin Laden.

Bergelora untuk menjadi seorang tentara di medan perang, ia mengatakan kalau ia berharap bisa bersama-sama berjuang bersama suaminya di Chechnya. Namun orang-orang Chechen “menginginkan laki-laki yang berpengalaman, sangat terlatih baik,” ujarnya. “Mereka bahkan kurang menginginkan wanita.”

Baca: Menulis, ‘Jihad’ yang Menyenangkan

Pada tahun 2001, dia mengikuti suaminya pergi ke Afganistan. Saat suaminya dilatih di Kamp al-Qaeda, dia dipersiapkan di dalam kamp untuk wanita-wanita asing di Jalalabad.

Baginya, Taliban adalah model pemerintahan Islam dan laporan-laporan tentang penganiayaan terhadap wanita yang diberitakan Barat tidak benar. “Para wanita tidak memiliki masalah dengan Taliban,” ujarnya. “Mereka memiliki pengamanan.”

Perlawanannya hanya terhadap burqa, pembatasan pakaian yang wajib dikenakan wanita Taliban, yang ia sebut “tas plastik.” Sebagai orang asing, ia diperbolehkan memakai jilbab panjang warna hitam sebagai gantinya.

Namun pasca misi yang dilakukan oleh suaminya,   El Aroud ditahan sementara oleh para pengikut Massoud. Merasa ketakutan, ia dihubungkan dengan pihak berwenang Belgia, yang mengatur keselamatan selama kepulangannya ke rumah.

“Kami mengeluarkannya (dari tahanan) dan berpikir dia akan bekerja sama dengan kami,” kata salah satu pejabat senior intelijen Belgia. “Kami ditipu.” Ujar Hakim Jean-Louis Bruguière, yang menjadi hakim senior kontra-terorisme Prancis pada waktu itu, mengatakan ia telah mewawancarai   El Aroud karena penyidik menduga bahwa dia telah mengirim peralatan elektronik untuk suaminya yang digunakan dalam pembunuhan tersebut.*/ Ummu Qudsy dari berbagai sumber

(bersambung)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:cyberdunia mayaghirahinspirasi Muslimahinternetjihad di dunia mayaMalika El AroudmujahidahMuslimah jihadUmmu Ubaidah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jet tempur Suriah Dikabarkan Hilang Dekat Perbatasan Turki
Tulisan selanjutnya Arab Saudi Ingin Indonesia Segera Realisasikan Pariwisata Ala Timur Tengah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

PBB Catat Kenaikan Angka Kemiskinan Dunia, 1 Miliar Orang Terdampak

Berita
13 Oktober 2026 05:30
Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
Bandara King Khalid Riyad Ditutup Hingga 15 Oktober Imbas Serangan Houthi

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Ragam

Tinta Penyesalan: Ketika Tato jadi Beban Seumur Hidup

28 Agustus 2025 11:00
buzzer muhammadiyah
Ragam

Industri Buzzer Sudah jadi Lahan Bisnis Politik di Indonesia

28 Agustus 2025 10:23
Ragam

Logika Muhammad Ali: “Mengapa Tarzan Berkulit Putih?”

23 Agustus 2025 17:22
Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis Masjidil Aqsha
Ragam

Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis

17 Agustus 2025 18:29
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?