Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Negara-Negara Pasifik Jangan Ikut Campur Urusan Papua Barat

Ahmad
Terakhir diupdate: 30 September 2016 11:04 11:04 am
Ahmad
Dipublikasikan 30 September 2016 11:04
Bagikan
Wakil Ketua ICMI, Priyo Budi Santoso
Bagikan

Hidayatullah.com–Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) mengecam pernyataan para pemimpin negara pasifik yang menyerukan kebebasan bagi Propinsi Papua Barat, Indonesia, untuk menentukan nasibnya sendiri dan menuduh telah terjadi pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di kawasan tersebut.

“Negara-negara pasifik itu sebaiknya jangan terlalu jauh ikut campur urusan dalam negeri Indonesia, dengan menyerukan pernyataan provokatif agar Papua Barat dibebaskan menentukan nasibnya sendiri seolah selama ini Indonesia telah melakukan penjajahan disana,” kata Wakil Ketua ICMI, Priyo Budi Santoso pada Rabu (29/09/2016) di Jakarta.

Menurut Priyo, secara terang-terangan negara-negara di Kepulauan Pasifik itu telah mengusik dan ikut campur urusan dalam negeri Indonesia di forum resmi PBB dengan menyerukan kebebasan bagi Papua Barat untuk menentukan nasibnya sendiri.

Ia menambahkan, tak sepatutnya sebagai negara tetangga mereka melakukan hal tersebut karena bagaimanapun masalah Papua adalah persoalan internal di Indonesia sebagai negara berdaulat dan sebagai negara anggota PBB.

“Jikapun ada masalah di Papua Barat, maka Pemerintah Indonesialah yang bertanggung jawab untuk menyelesaikan masalah tersebut karena Papua adalah bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” ujar Priyo yang juga Mantan Wakil Ketua DPR RI itu.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Dirinya juga meminta agar Pemerintah secara tegas mengecam tindakan provokatif tersebut secara resmi, dengan mengirimkan nota peringatan kepada semua negara tersebut.

“Bahkan jika perlu, para Duta Besar negara itu dipanggil oleh Presiden untuk menjelaskan pernyataan tersebut,” kata Priyo.

Ia bahkan menduga, ada misi politik terselubung dibalik pernyataan provokatif tersebut agar PBB melihat buruk lalu mendukung kemerdekaan Papua Barat seperti yang diinginkan beberapa negara yang menginginkan hal itu terjadi. Atas hal itu, Priyo mengingatkan agar keamanan di perbatasan Papua Barat semakin ditingkatkan.

“Lagipula, menurut wakil Indonesia di PBB saat itu, Nara Masista Rakhmatia, tak ada agenda pembahasan mengenai Papua Barat karena saat itu agenda yang dibahas adalah soal tujuan pembangunan berkelanjutan dan respon global terhadap perubahan iklim. Patut dipertanyakan, apa motivasi mereka memunculkan masalah Papua Barat dalam forum tersebut,” jelas Priyo.

Laporan itu kata Priyo, jelas bermotif politik yang dirancang untuk mendukung kelompok-kelompok separatis di provinsi tersebut (Papua Barat dan Papua) yang telah secara konsisten terlibat dalam menghasut kekacauan publik dan melakukan serangan teroris bersenjata.

“Jadi sikap mereka sangat jelas telah melanggar Piagam PBB dengan mencampuri kedaulatan negara lain dan melanggar integritas teritorialnya,” kata Priyo.

Seperti dikabarkan oleh sebuah media radionz.co.nz pada Senin (27 September 2016), saat itu ada enam negara Kepualauan Pasifik yakni Vanuatu, Solomon Island, Tonga, Nauru, Marshall Island dan Tuvalu yang blak-blakan menyatakan keprihatinan tentang pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di Papua.

Perdana Menteri Solomon Island, Manasye Sogavare, mengeluarkan statemen bahwa telah terjadi pelanggaran hak asasi manusia di Papua Barat dan mendesak agar rakyat Papua Barat melakukan referendum untuk menentukan nasibnya sendiri. Bahkan Presiden Marshall Island, Hilda Heine, mendesak Dewan HAM PBB untuk melakukan penyelidikan yang kredibel atas pelanggaran di Papua Barat.

“Dalam kasus ini, ICMI jelas dalam sikapnya bahwa NKRI adalah harga mati. Papua Barat adalah bagian dari NKRI yang harus dijaga kedaulatannya dalam wilayah NKRI,” pungkas Priyo.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ICMIIkatan Cendekiawan Muslim se-Indonesiakedaulatan negaraPapua BaratPBB
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Anggota DPR Minta Pemerintah Tegas Soal Data Center
Tulisan selanjutnya Presiden Dorong Ekonomi Syariah di Indonesia Terus Berkembang

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bom di terowongan tewaskan tentara Israel
Berita

Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Berita
1 Juni 2026 15:00
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Terbaru

  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?