Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Spanyol Kembali Jegal UU Referendum Kemerdekaan Catalonia

Ama Farah
Terakhir diupdate: 9 September 2017 06:10 6:10 am
Ama Farah
Dipublikasikan 9 September 2017 06:10
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Mahkamah Konstitusi Spanyol membatalkan undang-undang referendum yang diloloskan parlemen Catalonia, yang memungkin warga di daerah otonomi itu memilih apakah ingin berpisah dari Kerajaan Spanyol atau tidak.

Dilansir Deutsche Welle, media di Spanyol mengabarkan keputusan itu dibuat pada Kamis malam (7/9/2017), sehari setelah UU tersebut disetujui parlemen Catalonia

Hakim-hakim MK di Madrid berargumen undang-undang tersebut melanggar konstitusi Spanyol dan menangguhkannya selama lima bulan.

Tiga tahun silam, Catalonia tetap menggelar referendum, meskipun MK menyatakan peraturan perundangannya dibatalkan.

Presiden Catalonia Carles Puigdemont hari Kamis bersikukuh mengatakan baik pemerintah pusat Spanyol maupun pengadilan tidak akan menghambat rencana mereka.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sebelumnya pada hari yang sama, PM Spanyol Mariano Rajoy meminta pengadilan agar menyatakan referendum Catalonia itu ilegal, sebab konstitusi menyatakan bahwa negara Spanyol tidak bisa dipisah-pisahkan.

Selama satu dekade terakhir, pemerintah Catalonia –yang berbasis di Barcelona– memimpin kampanye untuk independensi dari Madrid. Mereka berpendapat daerahnya yang kaya raya itu menyumbang pajak dalam jumlah sangat besar guna memberikan subsidi kepada daerah-daerah lain di Spanyol yang miskin.

Catalonia menyumbang seperlima GDP Spanyol dan penduduknya yang berjumlah 7,5 juta jiwa sangat bangga dengan warisan budaya, bahasa dan tradisinya.

Catalonia pertama kali menggelar referendum kemerdekaan pada tahun 2014, meskipun pemerintah pusat di Madrid menentangnya. Meskipun partisipasi aktif pemilik suara tidak banyak, referendum itu dimenangkan oleh kelompok pendukung kemerdekaan Catalonia. Para pemimpin setempat mengatakan bahwa hasil pemungutan suara apapun yang akan datang sifatnya akan mengikat.

Jajak pendapat menujukkan perdebatan perihal kemerdekaan Catalonia membagi masyakarat setempat menjadi dua kubu, dengan kelompok yang ingin tetap bergabung dengan Spanyol jumlahnya sedikit di atas kelompok pro-kemerdekaan. Kendati demikian, mayoritas orang di Catalonia menginginkan hak untuk menggelar referendum.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Rabithah Alam Islami Memuji Usaha Raja Salman Melayani Haji
Tulisan selanjutnya Pengungsi Rohingya yang Ditembak Dikebumikan di Bangladesh

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina

Berita
20 Juli 2026 17:00
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah

Terbaru

  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
  • Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?