Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Inggris Berhenti Melatih Militer Myanmar

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 20 September 2017 14:34 2:34 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 20 September 2017 13:07
Bagikan
Aung San Suu Kyi bersama Theresa May
Bagikan

Hidayatullah.com–Inggris akan menunda program pelatihan pelatihan terhadap pasukan Myanmar menyusul kekerasan di Rakhine, kata seorang jurubicara pemerintah hari ini.

“Sampai hari ini, Kementerian Pertahanan mengatakan tidak akan ada lagi kerjasama pertahanan atau pelatihan dengan tentara Burma sampai kami puas masalah ini telah diselesaikan,” Perdana Menteri Inggris Theresa May kepada wartawan di New York hari Selasa (19/09/2017) sebagaimana dikutip laman telegraph.co.uk.

Langkah Inggris diambil sebagai merespon keterlibatan militer Myanmar dalam krisis kemanusiaan di Rakhine. Dalam pernyataannya, pemerintah London ‘’sangat prihatin” atas pelanggaran HAM di Rakhine terhadap etnis Muslim Rohingya.

Theresa May mengaku mendapat tekanan  sejak ada tudingan militer Myanmar melakukan kejahatan hingga menyebabkan ratusan ribu orang Rohingya melarikan diri ke Bangladesh.

“Kami sangat prihatin dengan apa yang terjadi pada orang Rohingya di Burma. Tindakan militer terhadap mereka harus dihentikan,” kata May.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Kami mendesak Angkatan Bersenjata Burma untuk segera mengambil tindakan untuk menghentikan kekerasan di Rakhine dan memastikan perlindungan terhadap semua warga sipil, memberikan akses penuh terhadap bantuan kamanusiaan,” kata seorang juru bicara pemerintah Inggris dalam sebuah pernyataan.

Baca: Israel Dukung Senjata dan Pelatihan Militer pada Rezim Myanmar

Inggris menghabiskan sekitar £ 305.000 tahun lalu untuk program pendidikan militer, pelatihan bahar Inggris, demokrasi, dan kepemimpinan. Program ini tidak termasuk pelatihan tempur.

Keputusan Inggris untuk menunda kerja sama militer dilakukan setelah Boris Johnson, Sekretaris Luar Negeri Inggris, bergabung dengan perwakilan delapan negara lainnya untuk mengangkat masalah tersebut  di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York.

Boris Johnson mendesak Aung San Suu Kyi untuk mengakhiri penganiayaan terhadap etnis Muslim Rohingya.

Sebelum ini terungkap penjajh Israel termasuk terilibat dalam memasok senjata kepada junta militer Myanmar meski penganiayaan terhadap minoritas Muslim Rohingya di negara bagian Rakhine yang terus berlanjut.

Senjata yang dijual ke junta tersebut dilaporkan mencakup lebih dari 100 tank dan kapal serta jenis senjata lainnya.

Perusahaan senjata Israel seperti TAR Ideal Concepts juga terlibat dalam pelatihan pasukan khusus Myanmar, yang saat ini berada di Rakhine, tempat di mana sebagian besar kekerasan terhadap Muslim Rohingya terjadi. Beberapa media Israel sempat memposting militer Israel melatih anggota pasukan Myanmar mengenai taktik tempur dan penggunaan senjata khusus.

Baca: Israel Terus Persenjatai Militer Myanmar

Sebagaimana diketahui, suplai senjata mengalir deras ke Myanmar,  terjadi setelah junta militer pada tahun 2010 mengumumkan mereka bersedia memulai transisi menuju demokrasi dan menerapkan reformasi demokrasi.

Sejak saat itu, impor senjata dari China, Rusia, dan negara-negara lain meningkat secara dramatis.

Impor senjata ke Myanmar pada tahun 2011 melonjak ke level tertinggi sepanjang sejarah negeri itu, mencapai hampir 700 juta dolar AS, naik dua kali lipat dari angka impor tertinggi sejak 1989. Tahun berikutnya, 2012, angka itu tetap nyaris sama tinggi.

Sepanjang tahun-tahun itu ketika impor senjata bertambah besar-besaran, angka kematian dalam konflik bersenjata di Myanmar juga meningkat setelah satu dekade sebelumnya turun.

Hasilnya, militer Myanmar saat ini jauh lebih kuat dari yang dahulu–seperti juga kebanyakan militer-militer negara lain.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:etnis Muslim RohingyainggrisKetua Tim Pencari Fakta PBB Marzuki DarusmanMasjid TurkiMiliter BurmaMuslim Arakanmuslim RohingyamyanmarOKIPBBpelatihan militerpembersihan etnispenyelidik hak asasi manusiaRakhineRohingyasenjata militer Myanmar
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Istri Ingin Tahu Gaji Suami, Salahkah?
Tulisan selanjutnya Amnesti Internasional: Aung San Suu Kyi ‘Benamkan Kepalanya di Pasir’

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Perwira Cadangan ‘Israel’: Pasukan Kami Sedang Mengalami Kemerosotan Moral

Berita
8 Juli 2026 21:23
Ratusan Ribu Orang Padati Teheran, Hadiri Prosesi Pemakaman Ali Khamenei
Serukan Balas Dendam untuk Ali Khamenei, Lautan Pelayan Serukan Kematian Trump
Helikopter Mendarat Darurat di Laut Arab Satu Tentara Amerika Hilang
Sebuah Kafe di Damaskus Dibom, Sepuluh Orang Tewas

Terbaru

  • Perwira Cadangan ‘Israel’: Pasukan Kami Sedang Mengalami Kemerosotan Moral
  • Amerika Serikat Kembali Serang Iran, Berdalih Bela Warga Sipil
  • ‘Israel’ Gunakan Kesepakatan Gas dan Air untuk Menekan Yordania
  • PBNU Tetapkan PP Bahrul Ulum Jombang Lokasi Muktamar Ke-35 NU
  • Perang Abadi Sistem Imun di Balik Keindahan Tato
  • Vatikan Pecat Kelompok Katolik Tradisional SSPX karena Menentang Paus
  • Menko Yusril Sebut Penyebarluasan LGBT Perlu Diantisipasi demi Ketahanan Nasional
  • Serukan Balas Dendam untuk Ali Khamenei, Lautan Pelayan Serukan Kematian Trump
  • Pelatih Timnas Mesir Suarakan Solidaritas untuk Palestina di Piala Dunia 2026
  • Tak Ingin Disaingi, ‘Israel’ Minta AS Blokir Penjualan F-35 ke Turki

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?