Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Amnesti Internasional: Aung San Suu Kyi ‘Benamkan Kepalanya di Pasir’

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 20 September 2017 13:39 1:39 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 20 September 2017 13:39
Bagikan
Aung San Suu Kyi
Bagikan

Hidayatullah.com—Pidato Pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi terbaru yang mengutuk pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di negara bagian Rakhine namun menolak menyalahkan militer  ketika PBB menuntut ‘operasi pembersihan etnis’ di Rakhine segera dihentikan mendapat kecaman luas.

Dalam pidato selama 30 menit di Naypyitaw, Aung San Suu Kyi meyatakan “tidak takut terhadap perhatian internasional”. Peraih Nobel Perdamaian ini juga membantah adanya pembakaran desa-desa di Rakhine, mengatakan bahwa banyak desa Rohingya yang utuh tak tersentuh.

Dia bahkan mengecam jika ada pelanggaran hak asasi manusia di negaranya. Menurut dia, Myanmar akan menyelidiki tuduhan-tuduhan yang selama ini dialamatkan kepada militer, juga mencari tahu penyebab lebih dari 400 ribu Rohingya mengungsi ke Bangladesh

Beberapa jam usai pidatonya, Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, menuntut Myanmar segera menghentikan ‘operasi  pembersihan etnis’ dan menyelesaikan konflik etnis Rohingya, Suu Kyi mendesak masyarakat internasional untuk bersabar dan memahami krisis yang menyebabkan 421.000 orang Rohingya menjadi pengungsi.

Pidato Suu Kyi dalam bahasa Inggris dianggap sebagai jawaban atas klaim PBB adanya pembersihan etnis.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Suu Kyi berjanji untuk menyelesaikan krisis namun tidak menyebutkan akan menghentikan operasi militer di Rakhine yang dikonfirmasi oleh PBB sebagai pembantaian pembersihan etnis yang sistematis.

Bahkan dalam pidato, Suu Kyi mengkritik para para kritikus karena dianggap gagal memperjuangkan hak Rohingya.

Baca: Aung San Suu Kyi Tak Hadir dalam Majelis Umum PBB

Kelompok HAM Amnesti Internasional menggambarkan pidatonya sebagai “campuran dari ketidakbenaran dan menyalahkan korban”. Amnesty International mengatakan bahwa Aung San Suu Kyi masih ‘menyembunyikan kepalanya di pasir’ terhadap bukti terdokumentasi yang melibatkan penjahat Myanmar yang memperkosa, membunuh warga sipil dan menghancurkan desa-desa.

“Aung San Suu Kyi hari ini menunjukkan bahwa dia dan pemerintahnya masih mengubur kepala mereka di pasir karena kengerian yang terjadi di Rakhine. Kadang-kadang, pidatonya sedikit dicampur dengan ketidakbenaran dan menyalahkan korban. Ada banyak bukti bahwa pasukan keamanan terlibat dalam kampanye pembersihan etnis. Meskipun Aung San Suu Kyi mengecam pelanggaran hak asasi manusia di negara bagian Rakhine, dia masih diam mengenai peran pasukan keamanan,” jelas Direktur Amnesti Internasional untuk Regional Asia Tenggara dan Pasifik, James Gomez, dilansir dari The Independent, Selasa (19/9/2017).

Baca: Genosida Rohingya: Minyak, Demokrasi yang Gagal dan Nabi Palsu

Lembaga ini juga mengkritik seruan Suu Kyi kepada pengamat-pengamat internasional untuk mengunjungi Myanmar guna menilai sendiri masalah yang terjadi dengan dalih pemerintah negara tersebut melarang misi pencari fakta PBB menyelidiki kekejaman militer di Rakhine.

“Klaim Aung San Suu Kyi bahwa pemerintahnya ‘tidak takut dengan pengawasan internasional’ meragukan … jika memang tidak ada hal yang disembunyikan oleh Myanmar, mereka semestinya mengizinkan penyelidik PBB mengunjungi negara tersebut, termasuk ke Negara bagian Rakhine,” kata Amnesty.

Dalam pidato pembukaan Majelis Umum PBB, Guterres, yang bergabung dengan komunitas internasional di Myanmar, mengatakan: “Pihak berwenang di Myanmar perlu menghentikan operasi militer dan membiarkan bantuan kamanusiaan dicairkan tanpa batasan.

“Mereka (Myanmar) juga perlu mengatasi penderitaan Rohingya sehingga status etnisnya telah tertunda begitu lama.”

Dalam pidatonya, Suu Kyi sempat mengatakan Myanmar bersedia mengirim pengungsi kambali ke negara asal mereka sesuai dengan proses filtrasi yang disepakati dengan Bangladesh pada awal 1990-an.

“Mereka yang dikonfirmasi saat pengungsi Myanmar akan pulang tanpa masalah,” katanya dikutip Reuters.

Dari lebih dari 420.000 pengungsi Rohingya di Bangladesh, tidak pasti berapa banyak orang yang dapat kambali ke Myanmar karena mereka tidak memiliki dokumen yang mengklaim bahwa mereka adalah Myanmaris.

Baca: Aung Suu Kyi Kembali Tolak PBB Selidiki Kekerasan Etnis Muslim Rohingya

Suu Kyi bersikeras ‘operasi pembersihan’ kelompok gerilyawan oleh militer berakhir pada 5 September 2017, namun alasan ini ditolak Wakil Direktur Human Rights Watch wilayah Asia, Phil Robertson.

Bahkan  menurut AFP, wartawannya masih bisa melihat rumah-rumah warga Rohingya terbakar sampai sekarang sementara para pengungsi baru-baru ini menunjukkan bahwa kekerasan militer dan kelompok Buddhis masih terjadi.

“Jika memang benar, lalu siapa yang membakar semua desa yang telah kita lihat dalam dua minggu terakhir ini?” tanya Phil Robertson.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amnesti InternasionalAung San Suu Kyietnis Muslim RohingyaHRWHuman Right WatchKetua Tim Pencari Fakta PBB Marzuki DarusmanMasjid TurkiMuslim Arakanmuslim RohingyamyanmarOKIPBBpembersihan etnispenyelidik hak asasi manusiaRakhineRohingya
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Inggris Berhenti Melatih Militer Myanmar
Tulisan selanjutnya Raja Salman Perintahkan Pembayaran Bantuan Senilai $ 15 Juta untuk Pengungsi Rohingya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Berita
2 Juni 2026 21:41
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Terbaru

  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?