Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Radio Dakta: Sukses Siarkan Islam

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 27 Juli 2004 08:39 8:39 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 27 Juli 2004 08:39
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Stasiun radio yang satu ini berani tampil beda. Di saat banyak stasiun radio lain menyajikan lagu-lagu Barat, ini justru lebih banyak menyajikan senandung dan program-program Islami. Dan ternyata, sajian radio bernama Dakta 92,15 FM (Nada Komunikasi Utama) ini makin diminati. Salah seorang pendengar, Eri Vidianto, mengaku selalu mengikuti acara-acara radio Dakta sejak masih duduk di bangku SMU. Salah satu program favoritnya adalah Anta Tasal Wa Nahnu Nujib (Anda Bertanya Kami Menjawab). Saya merasa banyak sekali mendapatkan masukan, khususnya informasi keislaman. Apalagi ketika itu saya berada pada titik balik, kata alumnus UI ini berterus terang. Di awal berdirinya stasiun radio ini tak langsung menjadi stasiun radio Islam. Kala itu mereka masih memberi prioritas penyajian pada informasi dan hiburan konvensional. Bahkan, dalam perkem-bangannnya, radio yang didirikan beberapa pengusaha seperti Andi Lubis, Andi Kosala, dan Aziz Helmi ini sempat menggarap segmen wanita. Segmen wanita banyak menda-tangkan iklan, karena sangat banyak produk dagang yang ditujukan untuk wanita, kata Bambang M Wicaksono, public relation (PR) Radio Dakta. Lalu, bagaimana cerita hingga radio ini berubah menjadi radio Islam? Itu diawali pada tahun 1996. Kala itu Dakta membuat acara Anta Tasal Wa Nahnu Nujib (Anda Bertanya dan Kami Menjawab). Program inilah yang mengantar Dakta berubah wujud menjadi radio keluarga Muslim. Kita ingin menyampaikan Islam berdasarkan Al-Quran dan Sunnah, kata Bambang lagi. Menurut pria yang sudah 10 tahun bergabung di Dakta ini, acara yang dikemas secara on air sejak pukul 05.00 pagi tersebut disajikan secara interaktif. Pendengar banyak yang meresponsnya. Selama satu jam mengudara, ratusan penelepon berusaha masuk, namun hanya 20 penelepon yang diterima. Tambahan lagi, yang ikut acara interaktif itu tidak cuma kaum wanita. Semua ikut, baik pria, wanita, tua, muda, sampai pelajar. Lambat laun, Dakta menjadi radio keluarga Muslim. Seiring waktu yang terus berlalu, program ini malah semakin diminati. Hingga akhirnya muncullah ide membentuk Majelis Taklim Radio Dakta. Respons masyarakat lagi-lagi luar biasa. Sekali pengajian darat digelar, tak kurang dari 4 ribu jamaah hadir. Pengajian ini kemudian diadakan secara rutin setiap pekan keempat di halaman kantor radio Dakta, di Jl. H. Agus Salim 77 Bekasi. Sukses dengan program Anta Tasal Wa Nahnu Nujib, program-program Islami lainnya mulai bermunculan. Antara lain Konsultasi Remaja, Bunga (Gabung Ala Remaja), Keluarga Sakinah, Salam Pagi (Berita), dan Akasia (Arena baKat & kreaSI Anak). Pada tahun 2000, Radio Dakta semakin mengokohkan diri sebagai radio informasi dan hiburan bagi keluarga Muslim. Dengan modal awal Rp 1 milyar, radio ini terus menunjukkan eksistensinya. Tak hanya di udara, tapi juga terjun langsung ke lapangan. Pada Februari 2002 misalnya, ketika musibah banjir melanda Jakarta dan Bekasi, Radio Dakta bersama elemen masyarakat lainnya mendirikan Posko Banjir 24 Jam. Tak hanya itu, kami juga menjadi mediator bagi masyarakat Bekasi untuk berdialog langsung dengan walikota dan pejabat-pejabat lainnnya secara on air pada saat promosi Gema Muharram (1423 H) dan rangkaian acara perayaan HUT Kotamadya Bekasi, kata Bambang lagi. Tak heran bila radio ini kemudian digandeng Pemkot Bekasi menjadi Official Radio Partner. Dakta kemudian diberi kepercayaan sebagai satu-satunya radio yang menyiarkan secara langsung pidato Walikota Bekasi. Pemerhati Radio Daktabegitu para penyiar biasa menyapa pendengarsangat beragam. Mulai dari masyarakat berpendidikan dasar, menengah, perguruan tinggi, hingga pelaku bisnis. Berdasarkan hasil riset AC Nielsen tahun 2003, Radio Dakta 92 menempati perangkat pertama untuk demografi kategori pendengar kelas sosial ekonomi atas dan menengah di Bekasi. Sementara untuk jumlah pendengar, mereka menempati peringkat tertinggi kedua. Namun tentu saja banyak kerikil tajam yang mesti dilewati para kru Dakta. Saat ini misalnya, Dakta sering menuai kritik karena masih menayangkan iklan rokok. Seperti disayangkan oleh Yudi, salah satu pendengarnya, Saya menyesalkan kebijakan Radio Dakta soal penayangan iklan rokok dan salah satu partai politik. Eri berharap kebijakan iklan rokok tersebut tak akan berlangsung lama.* (M Ichsan Kamil, Ahmad Damanik/Hidayatullah). Dikutib dari Majalah Hidayatullah, edisi Juni 2004

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sekjen Al Quds Mengunjungi Indonesia
Tulisan selanjutnya “Semua Lembaran Hidup as-Syahid adalah Kenangan yang Tak Terlupakan”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Berita
31 Mei 2026 05:45
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?