Hidayatullah.com–“Untuk berjuang melawan penjajahan Israel, rakyat Palestina membutuhkan dukungan dunia termasuk rakyat Indonesia, tidak hanya dalam bentuk finansial tetapi juga semangat,” kata Arkam yang didampingi Ketua Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina Din Syamsuddin kepada pers di Jakarta, Selasa.
Menurutnya, perkembangan situasi di Palestina empat tahun terakhir sangat mengenaskan. Sekitar 4.000 syuhada tewas dalam perjuangannya, 150 ribu luka-luka, 25 ribu mengalami cacat, 11 ribu di antaranya berada dalam penjara Israel, termasuk 400 wanita.
Sedangkan tempat tinggal rakyat Palestina yang dihancurkan untuk pendudukan Israel lebih dari 40 ribu rumah. Ia mengatakan, merupakan strategi militer Israel membunuhi para pimpinan Palestina untuk melemahkan semangat juang rakyat, namun hal itu tak akan berpengaruh pada perjuangan pembebasan Palestina yang mulai diduduki Israel pada 1967 itu.
Ia mengungkapkan bahwa pemerintah negara-negara Arab tidak terlalu banyak peduli pada perjuangan rakyat Palestina, namun menurutnya negara-negara tersebut memiliki pertimbangan mereka sendiri seperti kekhawatiran atas tekanan Amerika Serikat (AS).
“Kami mengakui itu, tetapi kami melihat negara-negara tersebut memiliki pertimbangan mereka sendiri, seperti kekhawatiran atas tekanan AS. Namun demikian kami lebih percaya pada dukungan rakyat,” katanya.
Ditanya soal roadmap (peta jalan damai) yang dirancang oleh PBB bagi masa depan Palestina dan Israel, ia mengatakan, rakyat Palestina jelas menginginkan perdamaian tetapi lebih bermimpi pada kemerdekaan menyeluruh.
Pihaknya sendiri, ujarnya, menganggap roadmap yang merupakan gagasan AS sebagai konspirasi untuk menghancurkan perjuangan rakyat Palestina dengan memberi syarat perlucutan senjata para militan Palestina, sementara rakyat Palestina tidak memiliki alat apapun untuk berjuang melawan militer Israel yang serba canggih.
Ditanya soal konflik internal di tubuh otoritas Palestina sendiri, ia mengatakan, hal itu merupakan proses dalam perjuangan dan pencarian pimpinan-pimpinan terbaik dalam otoritas Palestina.
“Hal itu tak perlu menjadi masalah yang dibesar-besarkan, karena masalah terbesar adalah bersama-sama memperjuangkan pembebasan Palestina dari pendudukan Israel,” katanya.
Sementara itu, Ketua Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina Din Syamsuddin, mengatakan, rakyat Indonesia memang selalu mendukung perjuangan rakyat Palestina, karena persoalan Palestina bukan hanya persoalan bangsa Arab, tetapi persoalan umat Islam.
“Selain itu, rakyat Indonesia mendasarkan dukungannya pada amanat UUD 1945 bahwa penjajahan di atas bumi harus diakhiri,” katanya. [Ant/gtr]