Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Tahun Baru Siaga 1, Indonesia Masih Darurat Korupsi

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 1 Januari 2014 09:25 9:25 am
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 1 Januari 2014 09:25
Bagikan
Aksi KAMMI di depan KPK, Senin (30/12/2013).
Bagikan

Hidayatullah.com–Sebagai refleksi pergantian tahun masehi, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dinilai belum bekerja maksimal. Tahun baru 2014 dapat dijadikan momentum siaga 1 mengawal kinerja KPK, sebab Indonesia masih darurat korupsi.

Penilaian ini sempat dilontarkan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Nasional dalam aksi unjuk rasanya di depan kantor KPK, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta. KAMMI menilai, banyak keganjilan yang terjadi selama kepemimpinan Abraham Samad sebagai Ketua KPK. Keganjilan ini menjadi patokan jika lembaga antirasuah tersebut belum maksimal.

“Hal ini tidak boleh dibiarkan sampai tenggelam dalam hiruk pikuk pergantian tahun, terlebih arus kepentingan politik di tahun 2014,” ujar Ketua KAMMI Megapolitan Maulana S.A yang juga koordinator aksi dalam rilisnya kepada Hidayatullah.com, Rabu (1/1/2014).

KAMMI menyebut, keganjilan demi keganjilan dalam kasus korupsi terus mengemuka. Dari adanya perlakuan istimewa terhadap para punggawa istana, hingga lokasi pemeriksaan yang diistimewakan.

“(Lalu) tebang pilih kasus korupsi, bocornya sprindik, vonis yang tidak proporsional antara pihak swasta dan yang jelas-jelas pejabat negara, kehilangan berkas penting, sampai raibnya nama penting dari kasus-kasus krusial,” tambah KAMMI.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

KPK pun diminta terbuka ke publik dalam kinerjanya, mulai penyidik hingga pimpinannya. KAMMI mempertanyakan, mengapa para penyidik KPK saat ini didominasi oleh personel Polri.

“Kami mencintai KPK, oleh karenanya kami tidak ingin lembaga ini menjadi alat penguasa yang hanya menjual mimpi dan membuai rakyat dengan janji manis bahwa kebenaran dan keadilan akan tegak di negara ini,” ujar Maulana.

KPK juga dituntut menuntaskan kasus besar dengan tanpa menghilangkan nama-nama penting sebagai pihak yang terkait kasus korupsi.

“Segera penjarakan aktor utama kasus Century dan Hambalang,” serunya.

Sepuluh tahun sudah KPK berkiprah, lembaga yang dibentuk berdasarkan UU RI No 30 Tahun 2002 mengenai Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Sejak awal tugasnya, 16 Desember 2003, lembaga ini digadang-gadang dapat menyelesaikan benang kusut penegakan hukum Indonesia, tulis KAMMI.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hak Wanita Islam Dijamin, Tapi Ditekan oleh Tradisi yang Melanggar Syariah
Tulisan selanjutnya Saudi Teken Kerjasama Rekruitmen PRT dengan 6 Negara

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel

Berita
5 Juni 2026 12:20
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?