Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kabar dari Suriah

Libanon dan Suriah Bekerjasama Kembalikan Pengungsi

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 2 Juni 2018 18:24 6:24 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 2 Juni 2018 18:20
Bagikan
Pengungsi Suriah di Libanon
Bagikan

Hidayatullah.com–Libanon bekerjasama dengan Pemerintahan Suriah akan mengirim pulang ribuan pengungsi Suriah ke negara asal mereka, demikan menurut, Kepala Badan Keamanan Umum Libanon (DGS), Mayor Jenderal Abbas Ibrahim dikutip laman thenational.ae.

“Ada kontak dengan otoritas Suriah tentang ribuan orang yang ingin kembali ke Suriah, “ ujar Mayor Jenderal Abbas Ibrahim kepada wartawan hari Kamis.

“Kami tidak memberi waktu untuk mengirim mereka (pengungsi) kembali ke Suriah, tetapi menyarankan bahwa setidaknya itu terjadi dalam waktu dekat,” katanya.

Dia mengatakan presiden Libanon (Lebanon) dan para pemimpin lainnya telah menyerukan pengungsi Suriah untuk kembali ke daerah aman sebelum perang berakhir di negara itu.

Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Libanon menerima lebih sejuta pengungsi Suriah terdaftar atau seperempat penduduknya, yang melarikan diri akibat perang di negara itu sejak Presiden Bashar al Assad menembali rakyatnya sediri akibat menginginkan reformasi politik yang dimulai tahun 2011.

Baca Juga

muslim spanyol
Muslim di Spanyol Ungkap Bahwa Setiap Jumat Seorang Warga Menjadi Mualaf
Pemimpin Rezim Suriah, Bashar Assad dan Istrinya Positif Covid-19
Rezim Assad Suriah Telah Menyiksa 98 Orang Sampai Mati dalam 2 Tahun Terakhir
PBB Prihatin Meningkatnya Kekerasan di Idlib Suriah setelah Serangan Rezim
Pakistan Kirim Bantuan Medis Terbesar Sejak Mewabahnya Covid-19

Sementara itu, Badan PBB Untuk urusan Pengungsi (UNHCR) mengatakan tidak tahu menahu tentang gerakan yang akan mengirim pengungsi Suriah kembali ke negara asal mereka.

Baca: 12 Pengungsi Suriah Meninggal karena Kedinginan di Libanon

Pada bulan April, ratusan pengungsi dibawa kembali ke Suriah dari Distrik Shebaa selatan Libanon, bekerja sama dengan pihak keamanan Damaskus.

Namun, UNHCR menekankan bahwa itu tidak terlibat dengan langkah mundur yang dipertanyakan mengingat situasi keamanan yang belum dikonfirmasi di Suriah.

Meyjen Abbas Ibrahim

Presiden Libanon Michel Aoun menyebut krisis ini sebagai bahaya eksistensial bagi Libanon, yang mencerminkan pandangan bahwa kehadiran para pengungsi Suriah –yang mayoritas Sunni– akan meningkatkan keseimbangan antara orang Kristen,  Sunni,  Syiah dan kelompok-kelompok sektarian lainnya.

April lalu, dilaporkan setidakya 13 kota di Libanon telah menggusur paksa sekurang-kurangnya 3.664 pengungsi Suriah dari rumah mereka, mengusir mereka keluar dari kota-kota tempat mereka tinggal.

Penggusuran tersebut tampaknya dilakukan hanya atas alasan kewarganegaraan atau agama mereka.

Sementara itu, 42.000 pengungsi lainnya tetap mengalami risiko penggusuran, demikian laporan Human Rights Watch dalam laporan berjudul  “‘Our Homes Are Not for Strangers’: Mass Evictions of Syrian Refugees by Lebanese Municipalities” (Rumah Kami Bukan untuk Orang Asing: Pengusiran Massal Para Pengungsi Suriah oleh Pemerintah Kota di Libanon).

Laporan setebal 57 halaman  tersebut mendokumentasikan betapa tidak adanya konsistensi dalam alasan-alasan yang diberikan oleh pemerintah kota untuk mengusir warga Suriah dan kegagalan pemerintah pusat dalam melindungi hak-hak para pengungsi.

Baca: UU Properti Baru Suriah akan Halangi Pengungsi Kembali ke Rumah

Petugas PBB mengidentifikasi 3.664 kasus pengusiran dari 2016 hingga kuartal pertama 2018. Meski pemerintah kota-kota di Libanon membuat klaim meragukan bahwa pengusiran tersebut didasari pelanggaran peraturan perumahan, Human Rights Watch menemukan bahwa tindakan yang dilakukan para pemerintah kota tersebut hanya menyasar warga Suriah, dan bukan warga Libanon atau warga negara asing lain.

Bulan Februari 2018 lalu, Perdana Menteri Libanon Saad Hariri pernah mengatakan negaranya tidak akan memaksa pengungsi Suriah kembali ke kampung halamannya.

Pernyataan itu disampaikan pada konferensi negara-negara donor di Beirut. Di mana mereka diminta memberikan bantuan kemanusiaan sebesar US$ 2,68 miliar (setara Rp 36 triliun tahun)

“Kami ingin mereka hidup bermartabat, mengirimkan anak-anak mereka ke sekolah, dan membiarkan generasi Suriah kembali membangun negara mereka,” ucapnya seperti dikutip Middle East Monitor kala itu.

Presiden Aoun mengklaim kini “banyak wilayah Suriah sudah aman”, meskipun ia juga mengatakan prinsip pengembalian secara sukarela harus dihormati.

Badan Keamanan Umum Libanon juga mendirikan 10 pusat khusus di mana warga Suriah dapat melegalkan status mereka, kata Ibrahim. UNHCR mengatakan pihaknya bekerja sama dengan Badan Keamanan Umum untuk memproses ‘ izin tinggal  para pengungsi di negara ini’.*

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Abbas IbrahimBadan Keamanan Umum Libanonbashar al assadBeirutDGSLebanonLibanonpengungsi SuriahsuriahUNHCR
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Zakat Lunas, Mudik Jadi Tak Was-Was
Tulisan selanjutnya Mesir Memberlakukan Pajak Bulanan untuk Pengungsi Suriah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Artikel

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Artikel
3 Juni 2026 05:00
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Kabar dari Suriah

Krisis Roti di Provinsi di Bawah Kontrol Rezim Assad di Suriah sedang Berkembang

20 Oktober 2020 21:40
Kabar dari Suriah

Rezim Assad Berada di Balik Protes terhadap Turki di Idlib Suriah, Sumber Keamanan Mengatakan

12 Oktober 2020 10:15
Kabar dari Suriah

Serangan Bom Truk di Al-Bab Suriah Menewaskan Sedikitnya 18 orang

7 Oktober 2020 11:05
Kabar dari Suriah

Rami Makhlouf: Penipuan Terbesar di Timur Tengah terjadi di Suriah

30 September 2020 19:15
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?