Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

ISSaCT: “Al-Sisi lebih Buruk dari Pinochet, pantas dituntut di Mahkamah Internasional”

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 9 Januari 2014 05:58 5:58 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 9 Januari 2014 05:58
Bagikan
Dr Mohammad Mursy dan Jenderal Al-Sisi di istana kepresidenan saat masih berhubungan baik.
Bagikan

Hidayatullah.com–Koordinator The Institute of Strategic Studies and Civilizational Transformarion (ISSaCT), Sapto Waluyo, mengecam sikap dunia yang bungkam dengan kekejaman junta militer di Mesir.

Hal itu diungkapkan dalam acara public lecture bersama Prof. Tareq Masoud dari John F. Kennedy School of Government di Universitas Harvard.

“Apa yang terjadi di Mesir bukan konflik antara warga versus pemerintah, melainkan pembantaian massal. Rakyat dan mahasiswa melakukan aksi damai untuk mengembalikan pemerintahan yang sah, tapi rezim militer di bawah kontrol Jenderal Abdul Fattah al-Sisi justru menyerang brutal. Penguasa menuding organisasi al Ikhwan al Muslimun sebagai teroris, padahal aparat sendiri yang mengerahkan preman dan agen intelijen untuk membuat keonaran,” cetus Sapto, yang melakukan riset tentang Mesir pasca Revolusi 25 Januari 2011.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Prof. Tareq sendidi membenarkan Ikhwan sejak berdiri 1928 menjalankan prinsip gerakan sipil damai (non-violence).

Dalam kuliah umum bertajuk “Democracry Revised: Global Experience“, Tareq menepis tudingan Ikhwan sebagai organisasi teroris.

“Pada tahun 1942, Hassan al-Banna selaku pendiri Ikhwan ikut serta dalam Pemilihan Umum dan mendukung proses demokrasi. Al-Banna memandang demokrasi yang menghargai kebebasan dan menjaga kehormatan manusia sebagai sistem yang sesuai dengan nilai Islam,” ungkap Tareq yang menulis disertasi PhD tentang pengaruh gerakan Ikhwan di Universitas Yale.

“Kondisi Mesir saat ini lebih buruk dari era Husni Mubarak dan Gamal Abdel Nasser. Keamanan warga terancam dan kebebasan sipil serta pers tertekan. Itu kemunduran besar bagi kelompok liberal dan demokrat, tak hanya ujian berat bagi Islamis,” papar Tareq.

Sementara itu, politisi muda dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Dr. Zulkieflimansyah, mengakui kondisi di Indonesia lebih kondusif untuk perkembangan demokrasi.

“Militer di Indonesia turut serta dalam proses reformasi. Kekuatan sipil dan gerakan mahasiswa juga masih besar pengaruhnya. Karena itu, rezim otoriterian kecil kemungkinan tampil kembali di Indonesia, beda dengan Mesir,” ujar Zul yang pernah menjabat Ketua SMUI dan menjadi visiting scholar di Universitas Harvard ini.

Untuk itu, PKS sepakat dengan seruan ISSaCT agar dunia (PBB dan OKI) berinisiatif menghentikan pembantaian di Mesir.

“Tindakan Al-Sisi lebih buruk dari Jenderal Pinochet dari Chili, sehingga pantas dituntut di Mahkamah Internasional,” tegas Sapto.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Ikhwanul Muslimin
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Agar Kita Tidak ‘Makan’ Emas Kita
Tulisan selanjutnya Anggota Komnas HAM Minta Pihak yang Halangi Anita Berjilbab Ditindak Tegas

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Jelang Pemilu ‘Israel’, Trump Dukung Netanyahu Terpilih Kembali

Berita
20 Oktober 2026 21:55
Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
Makin Banyak Pemukim ‘Israel’ yang Hindari Wajib Militer, Jumlahnya Tembus 110.000

Terbaru

  • Terus Langgar Gencatan Senjata, Serangan ‘Israel’ Bunuh 4 Warga Palestina
  • Sepakati ‘Badr’, Indonesia Perkuat Kerjasama Pertahanan dengan Turki, Qatar dan Pakistan
  • Jelang Pemilu ‘Israel’, Trump Dukung Netanyahu Terpilih Kembali
  • Iran Sebut Puluhan Pesawat Maskapai Nasional Hancur dalam Serangan AS-Israel
  • Jutaan Dolar Dana Nasabah Syariah HSBC Diduga Mengalir ke Perusahaan Senjata terkait ‘Israel’
  • 60 Ribu Anak Palestina Jadi Yatim Akibat Perang Genosida Zionis ‘Israel’
  • Makin Banyak Pemukim ‘Israel’ yang Hindari Wajib Militer, Jumlahnya Tembus 110.000
  • 19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India
  • Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?
  • Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?