Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kabar dari Suriah

PBB Peringatkan 30 Ribu Orang Melarikan dari Idlib, Erdogan Ingatkan Resiko Kemanusiaan

Ahmad
Terakhir diupdate: 14 September 2018 08:39 8:39 am
Ahmad
Dipublikasikan 11 September 2018 08:18
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Sedikitnya 30 ribu warga telah mengungsi dari provinsi Idlib, barat laut Suriah, kata juru bicara Sekretaris Jenderal PBB, Senin, dikutip Anadolu Agency.

Stephane Dujarric mengatakan kepada wartawan di markas besar PBB New York, mayoritas pengungsi telah melarikan diri ke Idlib utara dekat perbatasan Turki, di tengah meningkatnya serangan udara dan darat oleh rezim dan pasukan Rusia di sana pada 1 sampai 9 September.

Kira-kira setengah dari mereka yang mengungsi tinggal di kamp-kamp penampungan, kata Dujarric.

“Kami tetap prihatin dengan kondisi 3 juta warga sipil di Idlib ini, di mana intensifikasi pertempuran telah mengakibatkan kematian, cedera dan pemindahan, serta penghancuran infrastruktur sipil,” kata Dujarric.

Dewan Keamanan PBB (DK PBB) pada Selasa akan membahas tentang perkembangan di Idlib, Suriah, serta pertemuan puncak pekan lalu di Teheran antara presiden Turki, Rusia dan Iran yang menggarisbawahi bahwa “tidak akan ada solusi militer untuk konflik Suriah” dan menyerukan untuk mempercepat proses politik untuk mencapai solusi yang telah dirundingkan.

Baca Juga

muslim spanyol
Muslim di Spanyol Ungkap Bahwa Setiap Jumat Seorang Warga Menjadi Mualaf
Pemimpin Rezim Suriah, Bashar Assad dan Istrinya Positif Covid-19
Rezim Assad Suriah Telah Menyiksa 98 Orang Sampai Mati dalam 2 Tahun Terakhir
PBB Prihatin Meningkatnya Kekerasan di Idlib Suriah setelah Serangan Rezim
Pakistan Kirim Bantuan Medis Terbesar Sejak Mewabahnya Covid-19

Baca: Serangan Udara Rusia di Idlib Tewaskan 140 Warga Sipil 

Rezim Suriah baru-baru ini mengumumkan rencana untuk meluncurkan serangan militer besar-besaran di daerah itu, yang telah lama dikendalikan oleh berbagai kelompok oposisi bersenjata.

PBB memperingatkan pekan lalu bahwa serangan semacam itu akan mengarah pada “bencana kemanusiaan terburuk di abad ke-21”.

Sementara itu, Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan mengatakan, serangan pasukan pemerintah Suriah di wilayah Idlib akan menyebabkan bencana kemanusiaan dan berisiko bagi keamanan Turki, Eropa dan sekitarnya. Peringatan ini disampaikan Erdogan dalam artikel di Wall Street Journal.

Pekan lalu, pesawat tempur Rusia dan Suriah melanjutkan aksi pemboman mereka di Idlib, daerah kantong pemberontak terakhir di Suriah. Serangan diluncurkan setelah berminggu-minggu wilayah itu tenang.

Baca:   Turki dan AS Mengutuk Serangan di Idlib, Suriah

Erdogan gagal mewujudkan kesepakatan gencatan dalam sebuah pertemuan trilateral—Turki, Rusia dan Iran—di Teheran yang membahas situasi Idlib.

Dalam artikel surat kabar yang berbasis di Amerika Serikat (AS) tersebut, Erdogan meminta komunitas internasional untuk mengambil tindakan. “Seluruh dunia akan membayar mahal,” bunyi peringatan Erdogan dalam artikelnya.

“Semua anggota komunitas internasional harus memahami tanggung jawab mereka atas serangan Idlib. Konsekuensi dari kelambanan sangat besar,” tulis Erdogan.

“Sebuah serangan rezim juga akan menciptakan risiko kemanusiaan dan keamanan yang serius bagi Turki, seluruh Eropa dan lainnya,” imbuh Erdogan, yang dilansir Selasa (11/9/2018).

Baca: Militer Rusia, Turki dan Iran akan Menyebar di Idlib 

Idlib adalah satu-satunya benteng pertahanan kelompok pembebasan dan kelompok militan yang masih tersisa di Suriah. Serangan rezim Suriah dan sekutunya bisa menjadi pertempuran terakhir yang menentukan Perang Suriah.

Teheran dan Moskow telah membantu rezim keji Bashar al Assad mengubah situasi Perang Suriah, di mana rezim Assad memenangkan banyak pertempuran dalam melawan pasukan oposisi yang didukung Barat.

Turki sendiri merupakan pendukung oposisi. Pasukan Turki dilaporkan telah mendirikan 12 pos pengamatan di sekitar Idlib.

Turki yang menampung sekitar 3,5 juta pengungsi mengatakan tidak bisa menampung lebih banyak pengungsi lainnya jika serangan terhadap Idlib terus mendorong gelombang baru pengungsi ke perbatasannya.

Presiden Recep Tayyib Erdogan menyatakan bahwa serangan ke Idlib akan memicu risiko kemanusiaan dan keamanan bagi Turki, Eropa, dan sekitarnya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bashar al assadIdlibPBBpengungsiRecep Tayyip ErdoganrusiaseranganTurki
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ini Alasan UAS Tidak Lapor Polisi
Tulisan selanjutnya Bela ‘Israel’, AS Umumkan Penutupan Kantor PLO di Washington

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Berita
30 Mei 2026 10:28
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Kabar dari Suriah

Krisis Roti di Provinsi di Bawah Kontrol Rezim Assad di Suriah sedang Berkembang

20 Oktober 2020 21:40
Kabar dari Suriah

Rezim Assad Berada di Balik Protes terhadap Turki di Idlib Suriah, Sumber Keamanan Mengatakan

12 Oktober 2020 10:15
Kabar dari Suriah

Serangan Bom Truk di Al-Bab Suriah Menewaskan Sedikitnya 18 orang

7 Oktober 2020 11:05
Kabar dari Suriah

Rami Makhlouf: Penipuan Terbesar di Timur Tengah terjadi di Suriah

30 September 2020 19:15
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?