Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Pasca Bencana, Perlu Pendataan Akurat Kasus Perdagangan Manusia

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 13 Oktober 2018 14:28 2:28 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 13 Oktober 2018 14:28
Bagikan
Anak pengungsi korban gempa di Murmakem, Batu Lilir, Tanjung, Lombok Utara, NTB, Ahad (12/08/2018).
Bagikan

Hidayatullah.com– Masyarakat diimbau untuk tetap kritis dan berani melaporkan ke pihak berwajib apabila mengetahui terdapat kasus perdagangan manusia (human trafficking).

Kasus-kasus tersebut belakangan ini masih marak terjadi di berbagai daerah, terutama dengan modus operandi praktik perdagangan orang yang menggunakan media sosial dan biro jodoh untuk perekrutan.

Terutama, sebagaimana disebut Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet), di lima provinsi di Indonesia yang menjadi pusat perdagangan manusia, terutama perempuan, yaitu Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat.

Secara khusus hal itu terkait dengan sejumlah bencana yang terjadi di Indonesia seperti di NTB dan Sulteng. Pemerintah diharapkan mendata secara akurat kasus-kasus perdagangan manusia, sebab pasca bencana ribuan orang dinyatakan hilang.

“Mendorong Komisi VIII DPR meminta KPPPA didampingi Pemerintah Daerah (Pemda) untuk melakukan pendataan yang akurat terhadap jumlah kasus perdagangan manusia, terutama pasca terjadinya bencana di sejumlah daerah Indonesia beberapa waktu lalu, seperti gempa di Nusa Tenggara Barat dan tsunami di Sulawesi Tengah, mengingat data yang diterima oleh KPPPA menyebutkan masih ada sekitar 5.000 perempuan dan anak-anak yang hingga saat ini masih belum ditemukan,” ujar Bamsoet lewat rilisnya diterima hidayatullah.com, Jumat (12/10/2018).

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Menyikapi kasus perdagangan manusia, Ketua DPR juga mendorong Komisi I DPR meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) untuk meningkatkan pengawasan dan menindak tegas terhadap situs-situs yang membuat iklan lowongan kerja ataupun yang memberikan janji kemudahan bekerja ke luar negeri.

Bamsoet mendorong Komisi VIII DPR meminta Kementerian Agama (Kemenag) melalui Kantor Urusan Agama (KUA) untuk memperketat persyaratan perkawinan bagi warga yang akan menikah.

Bamsoet mendorong Komisi VIII DPR bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) didampingi instansi terkait lainnya, untuk melakukan rapat bersama membahas upaya-upaya dan strategi yang harus dilakukan, untuk mencegah dan memberantas konspirasi serta mafia perdagangan manusia khususnya yang terjadi pada perempuan dan anak-anak.

Bamsoet mendorong Komisi III DPR dan Komisi VIII DPR meminta Kepolisan dan KPPPA untuk bekerja sama dalam mengusut tuntas seluruh potensi kasus dan kasus human trafficking di Indonesia, serta menindak tegas seluruh pihak-pihak yang terbukti terlibat sesuai dengan UU No. 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (Human Trafficking).

Komisi III DPR dan Komisi VIII DPR didorong untuk meminta Kemenkumham/Ditjen Imigrasi untuk mengevaluasi dalam pemberian izin pembuatan paspor di daerah, terutama bagi calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI) perempuan dan anak, guna mencegah dan meminimalisir terjadinya perdagangan manusia.

Bamsoet mendorong Komisi IX DPR meminta Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bersama dengan pihak imigrasi untuk meningkatkan pengawasan dan pemantauan terhadap setiap proses penyaluran TKI.

“Mengingat tingginya permintaan terhadap TKI seringkali disalahgunakan melalui jalur ilegal hingga perdagangan manusia,” imbuhnya.

Bamsoet pun mendorong Komisi IX DPR meminta Kemnaker untuk memastikan negara-negara tujuan TKI memiliki perlindungan terhadap tenaga kerja serta meminta kepada TKI yang akan berangkat untuk mempelajari dan memahami mengenai budaya negara yang akan ditempati.

Kepada seluruh pihak, baik Kemnaker, Kepolisian, Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Migrant Care, dan instansi terkait lainnya, diminta untuk meningkatkan koordinasi dalam mencegah terjadinya TKI ilegal dan perdagangan orang.

“Meminta Pemerintah untuk berkomitmen dalam memastikan perlindungan kepada seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) di manapun berada, serta memberikan pelatihan kepada seluruh WNI yang akan menjadi TKI di luar negeri, terutama di lima provinsi yang rentan terhadap perdagangan manusia tersebut, agar dapat menjaga diri dan tidak mudah terpengaruh oleh ajakan atau tawaran dengan iming-iming tertentu yang masih belum jelas asal-usulnya,” dorongnya.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Bambang SoesatyoBamsoetbencanagempa NTBhuman traffickingKetua DPR RImedia sosialNTBperdagangan manusiaSultengTKItsunami Palu
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jaksa Agung Sebut Tidak Ada Moratorium Hukuman Mati
Tulisan selanjutnya Banjir dan Longsor Sumut-Sumbar, 22 Orang Meninggal termasuk 11 Murid Madrasah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Berita
30 Mei 2026 13:38
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Terbaru

  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?