Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

MUI: Ormas Berpolitik Sebabkan Kekuatan Kontrol Berkurang

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 2 Februari 2014 21:17 9:17 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 2 Februari 2014 21:17
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Organisasi masyarakat tampaknya tidak bisa menahan diri dari godaan politik praktis setiap kali datang Pemilu. Ada hasrat sebagian elit ormas untuk ikut bermain dalam Pemilu, minimal dalam bentuk mengarahkan dukungan warganya ke satu partai, caleg, ataupun capres.

“Sikap tersebut justru membawa ormas tidak lagi mengayomi seluruh masyrakat karena sudah ada kepentingan. Tidak lagi berdiri di tengah, dan kekuatan kontrol pasti akan berkurang,” ujar Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Rofiqul Umam dalam dikusi Forum Mingguan Kaum Makar (Formakar) di Mahbub Junaidi Center, Salemba, Jakarta Pusat, Minggu (2/2/2014).

Tak hanya itu, menurut Rofiqul, sikap politik ormas yang berpihak pada parpol atau capres tertentu juga berpotensi membuat polarisasi di masyarakat. Warga yang menjadi anggota ormas tersebut dicap sebagai pendukung capres atau parpol tertentu. Ujung-ujungnya terjadi benturan antara anggota ormas dengan masyarakat lain yang berbeda sikap politiknya.

Rofiqul pun mencontohkan, pencapresan Priyo Budi Santoso yang didukung ormas MKRG. Contoh lain, Pengurus Wilayah Nadhlatul Ulama (NU) Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta yang sudah mendeklarasikan dukungan mereka kepada Mahfud MD. Padahal, berdasarkan pedoman khittah tahun 1962 yang dikuatkan pada Muktamar 1984, disepakati bahwa NU tidak berpolitik.

Rofiqul mengingatkan, ormas terjun dalam konstelasi politik praktis sebetulnya lebih banyak mudharat dibanding manfaatnya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Saat NU menjadi parpol dan menjadi bagian dari parpol, telah membuktikan kerugian sejarah. Bahkan sosial kemasyarakatan NU makin tertinggal. Kalau manfaatnya paling hanya elit NU yang merasakan,” kata Rofiqul, dilansir laman Rakyat Merdeka.

Belum lagi, jelas dia, parpol yang didukung itu ternyata diseret kasus korupsi. Praktis, ormas pendukungnya bisa ikut terbawa-bawa.

“Intinya anak-anak muda, dalam ini salah satunya ormas NU, harus menjadi corong pengingat pimpinan NU agar jangan berpolitik praktis karena pasti parpol ngincar suara NU,” pinta Rofiqul.

Rofiq juga mengimbau, sebaiknya ormas itu mengedepankan tugas untuk menyuarakan warga menggunakan hak politiknya dengan independen atau menolak money politics.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya “Cabe-Cabean”, Permisivisme dan Implementasi Feminisme tanpa Sadar
Tulisan selanjutnya Breaking The Spell dan Monster Kapitalisme

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Berita
2 Juni 2026 17:20
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?