Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

WALHI Kritik Panjang Visi Jokowi Periode II

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 17 Juli 2019 14:56 2:56 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 17 Juli 2019 14:56
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) mengkritik panjang pidato Visi Indonesia yang disampaikan Presiden terpilih 2019-2024 Joko Widodo di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Ahad (14/07/2019) lalu. Walhi menilai, pidato tersebut memperlihatkan proyeksi buruk bagi masa depan lingkungan hidup dan kemanusiaan.

Pernyataan Jokowi sebagai Presiden terpilih pada teks lengkap pidato Visi Indonesia secara umum dinilai tak sejalan dengan komitmen politiknya yang tertuang dalam Nawacita II yakni Meneruskan jalan perubahan untuk Indonesia maju: berdaulat, mandiri dan berkepribadian berlandaskan gotong-royong.

Walhi menilai, lima tahapan Visi Indonesia ala Jokowi memperlihatkan dominasi keberpihakannya pada kepentingan bisnis atau investasi, bukan mengabdi pada kepentingan rakyat.

“Narasi yang diucap Jokowi, khususnya pada tahapan keempat lebih tepat disebut sebagai visi mundur untuk mewujudkan keadilan sosial ekologis dan semangat melahirkan “negara hadir” sebagai otoritas yang memberikan perlindungan sekaligus pelayan kesejahteraan dan keselamatan bagi rakyatnya,” ujar Direktur Eksekutif WALHI Nur Hidayati di Jakarta, dalam siaran persnya, Selasa (16/07/2019).

Menguatnya narasi mengundang investasi yang seluas-luasnya dalam rangka membuka lapangan pekerjaan, dinilai mempertegas skenario bermuka dua yang dimainkan selama hampir lima tahun ini.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Bahkan, menurut Walhi, pada pidato Visi Indonesia, wajah baik Jokowi dalam skenario bermuka dua semakin mengecil. Beberapa pernyataan Jokowi, kebijakan, serta dokumen janji politiknya sebenarnya saling kontradiktif, antara keberpihakan pada kemanusiaan dan lingkungan hidup vs keberpihakan pada investasi.

Walhi menilai, genjot investasi guna membuka keran lapangan kerja guna meningkatkan kesejahteraan rakyat tidak lebih dilihat hanya sebagai trickle down effect bagi rakyat kebanyakan menjadi sebuah logika yang dipaksa logis. Padahal pandangan tersebut adalah pandangan usang dan sudah waktunya ditinggalkan.

Baca: Kritik Konstruktif Mardani terhadap Visi-Misi Jokowi Periode II

Manager Kajian Kebijakan WALHI, Boy Even Sembiring, mengatakan, rakyat semestinya ditempatkan sebagai subjek yang mampu mengelola kekayaan alamnya melalui kebijakan yang memberikan perlindungan terhadap wilayah kelola rakyat.

Selanjutnya, bagi Walhi, pada tahap keempat Visi Indonesia ala Presiden terpilih. Jokowi lagi-lagi merelasikan semangat mereformasi birokrasi dengan mempercepat izin. Hal ini senada dengan pernyataannya yang memerintahkan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya Bakar untuk menutup mata dalam memberikan izin lahan.

Walhi menilai hal itu tentu kontradiktif dengan semangat penyelesaian konflik agraria dan sumber daya alam yang terus belangsung. Hal itu juga bertentangan dengan semangat mengeluarkan kebijakan permanen menyelamatkan kemanusiaan dan lingkungan hidup Indonesia yang mulai dijanjikan sejak 2014.

“Sejumlah rancangan regulasi juga mengabaikan lingkungan hidup dan rakyat, sebut saja RUU Pertanahan, RUU Perkelapasawitan, proyek strategis nasional (PSN), P10/2019 tentang Penentuan dan Penetapan Puncak Kubah Gambut Berbasis KHG, Perpres RTRW,” sebutnya.

Terlebih kata Walhi sebelumnya Presiden juga memerintahkan agar menteri dan kepala daerah tutup mata terkait perizinan, yang kesemuanya senapas untuk memuluskan kepentingan investasi dan komodifikasi tanah.

“Ironinya, regulasi yang melindungi rakyat dan lingkungan hidup justru jalan di tempat, seperti RUU Masyarakat Adat dan RUU Air,” imbuhnya menyayangkan.

Baca: KAMMI Akan Awasi Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf

Pada awal pidatonya, Presiden Jokowi menyebutkan konteks global yang kemudian dijadikan acuan untuk perubahan strategi pencapaian visi Indonesia.

Walhi pun menyayangkan Jokowi yang juga dinilai tidak memahami secara utuh persoalan yang saat ini justru menjadi salah satu isu prioritas bagi para pemimpin dunia. Antara lain isu perubahan iklim yang semakin nyata menjadi ancaman terhadap keselamatan makhluk hidup ke depan.

Narasi investasi yang disampaikan oleh Presiden Jokowi dalam pidatonya dinilai bertentangan dengan komitmen politik yang tertuang dalam Nawacita pada misi ke-4, yakni Mencapai Lingkungan Hidup yang Berkelanjutan, dimana pembangunan ekonomi harus memperhatikan daya dukung lingkungan hidup agar pembangunan menjadi berkelanjutan.

Selain itu, dalam konteks global sebagaimana yang menjadi landasan berpikir global ala Jokowi, dinilai juga bertentangan dengan komitmen dalam misi sebagaimana yang tertuang dalam point 4.2 yang menyebutkan “Mitigasi Perubahan Iklim 
Dampak perubahan iklim menjadi permasalahan global. Indonesia harus mengambil bagian dari upaya mitigasi terhadap dampak perubahan iklim”.

Alih-alih menggenjot investasi, bahkan dengan menggunakan diksi ancaman bagi siapa saja yang menghambat investasi dikhawatirkan justru meningkatkan kerentanan terhadap masyarakat yang memperjuangkan hak atas lingkungan hidup dan sumber daya alam/agraria.

“Karena selama ini, para pejuang lingkungan hidup/agraria acapkali distigma sebagai kelompok orang yang menghambat investasi dan pembangunan,” ungkapnya.

“Ini bukan tentang aku, atau kamu, juga bukan tentang kami, atau mereka. Ini tentang nasib lingkungan hidup dan masa depan generasi bangsa,” tambahnya.

WALHI pun mengingatkan Presiden-Wakil Presiden terpilih (2019-2024) Jokowi-Ma’ruf Amin agar tidak lagi main-main dengan urusan yang terkait dengan keselamatan hidup rakyat.

“(Walhi juga mengingatkan Jokowi-Ma’ruf agar) konsisten menjalankan janji Nawacita untuk memastikan keberlanjutan lingkungan hidup dan menjalankan pembangunan yang berkeadilan sosial dan ekologis,” tegas Koordinator Desk Politik Eksekutif Nasional Walhi Khalisah Khalid.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:hutaninvestasiJoko widodolingkungan hidupvisi JokowiWALHI
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Menag: Moderasi Beragama Diperlukan Hadapi Era Distrupsi Informasi
Tulisan selanjutnya Masjidil Haram Gelar Shalat Gerhana Bulan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Berita
3 Juni 2026 13:00
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?