Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

DPD: Pemekaran Provinsi Papua Tengah Agar Utamakan Kedamaian

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 6 November 2019 11:39 11:39 am
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 6 November 2019 11:39
Bagikan
Anggota DPD RI dari Papua Barat, Filep Wamafma saat menerima delegasi Papua membahas pemekaran wilayah Papua Tengah di Jakarta, Selasa (05/11/2019).
Bagikan

Hidayatullah.com– Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dari Provinsi Papua Barat, Filep Wamafma memberi arahan agar aspirasi pemekaran wilayah calon Provinsi Papua Tengah mengutamakan kedamaian.

Arahan ini disampaikan Filep Wamafma saat menerima dua delegasi dari Papua yang memperjuangkan pemekaran wilayah Papua Tengah. Pertemuan berlangsung di ruang Komite I DPD RI, Senayan, Jakarta pada Selasa (05/11/2019) sebagai hari pertama kerja Pansus Papua.

Sebelumnya, DPD RI resmi membentuk Panitia Khusus (Pansus) Papua dalam Sidang Paripurna Luar Biasa DPD di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (04/11/2019). Filep Wamafma dipilih sebagai ketua pansus, didampingi tiga wakil ketua yakni Abdullah Puteh, Amelia Salurapa, dan Otopianus P Tebai.

Pertemuan kemarin dilangsungkan dengan Asosiasi Bupati calon Provinsi Papua Tengah, terdiri dari tujuh bupati.

“Perjuangan aspirasi masyarakat dan pemerintah di tujuh wilayah lebih mengutamakan kedamaian dan menjaga agar tidak menimbukan konflik antar masyarakat yang mengganggu roda pemerintahan di daerah,” ujar Filep Wamafma memberi arahan kepada para bupati tersebut sebagaimana keterangan tertulisnya diterima hidayatullah.com pada Rabu (06/11/2019).

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Selain itu, Filep Wamafma juga memberi arahan agar proses pemekaran wilayah Papua Tengah selalu melalui mekanisme yang telah diatur dalam Undang-Undang Otonomi Khusus (UU Otsus). Yaitu, jelas Filep Wamafma, melalui mekanisme Majelis Rakyat Papua (MRP), Gubernur, dan Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) pansus Papua.

“Komite I sangat berterima kasih kepada para kepala daerah dan masyarakat yang telah mempercayakan DPD RI melalui Komite I dan Pansus Papua untuk menyampaikan aspirasi. Komitmen kami Pansus Papua dapat menjadi sarana dalam penyelesaian masalah Papua,” ujar Filep Wamafma.

Dalam pertemuan tersebut, jelasnya, Ketua Delegasi yang juga Bupati Kabupaten Nabire Isaias Douw menyatakan bahwa adanya keinginan dari masyarakat di wilayah adat Mee Pago untuk pengaktifan kembali UU No 45 Tahun 1999,  dengan kesepakan ibu kota Papua Tengah di Kabupaten Timika. Hal ini katanya mengingat sejarah pembentukan Provinsi Irian Jaya Tengah bersamaan dengan Irian Jaya Barat (Papua Barat) merupakan dasar dari 7 bupati untuk memperjuangkan pengaktifan kembali UU itu.

Filep Wamafma mengatakan, Pansus Papua pada prinsipnya mengakomodir setiap aspirasi masyarakat, pemerintah, dan semua pihak, mengingat DPD RI merupakan lembaga negara yang sifatnya keterwakilan daerah.

“Maka melalui Komite I DPD RI yang juga membidangi Pemekaran Wilayah dan melalui Pansus Papua, kita telah menerima dan akan dibahas dalam agenda-kerja, baik di tingkat komite dan di tingkat Pansus Papua,” ujar Filep Wamafma.

Sebelumnya diketahui, saat melakukan kunjungan kerja pertamanya ke Papua penghujung Oktober 2019, Presiden Joko Widodo berdialog dengan perwakilan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh adat Papua di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua. Saat itu Jokowi berjanji akan menindaklanjuti usulan pemekaran wilayah di Pegunungan Tengah, Provinsi Papua.

Jokowi menjelaskan bahwa pemekaran wilayah di seluruh Indonesia sedang dalam moratorium alias penangguhan. Hal ini dikarenakan banyaknya usulan pemekaran, baik provinsi maupun kabupaten atau kota.

“Sebetulnya saya ngomong apa adanya, sebetulnya kita kan sudah sampaikan sejak awal kita sudah moratorium tidak ada pemekaran di seluruh Indonesia. Karena apa?”

“Karena ada 183 pemekaran baik provinsi, kabupaten, maupun kota yang diusulkan kepada saya. Begitu dibuka satu, yang lain pasti ngantre di depan kantor saya setiap hari,” ujar Jokowi dirilis Biro Pers Sekretariat Presiden.

Kendati begitu, dia mengatakan, khusus untuk wilayah Pegunungan Tengah, Papua, usulan pemekaran wilayah akan ditindaklanjuti.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:DPD RIFilep WamafmaJokowiPapuaPapua BaratPapua Tengahpemekaran wilayahUU Otsus
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya LBH Hidayatullah Apresiasi Emak-Emak Milenial Kawal Pembebasan Remaja Masjid
Tulisan selanjutnya Fahri Hamzah Minta KPK Waspadai Konflik Kepentingan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Amerika Serikat Kembali Buka Kedutaannya di Kuwait Usai Serangan Iran

Berita
25 Juni 2026 15:21
Italia Geram Sekjen NATO Ungkap Perannya Bantu Amerika dalam Perang Iran
Zionis ‘Israel’ Habiskan Hampir Rp3.673 Triliun untuk Perang sejak 7 Oktober
Trump Sebut Dana Iran yang Dibebaskan Akan Dipakai Beli Produk AS
Prancis Umumkan Kasus Pertama Ebola di Wilayahnya

Terbaru

  • MUI Siapkan Naskah Akademik dan RUU Pidana LGBT, Akan Didorong Masuk Prolegnas
  • Zionis ‘Israel’ Habiskan Hampir Rp3.673 Triliun untuk Perang sejak 7 Oktober
  • Krisis Makna di Era Modern dan Jalan Kembali kepada Wahyu
  • Jadi Target, Koresponden Al Arabiya Tewas di Mukalla Yaman
  • Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai
  • Amerika Serikat Kembali Buka Kedutaannya di Kuwait Usai Serangan Iran
  • Tujuh Negara Eropa Menyeru RSF untuk Menghentikan Segera Kekerasan di Sudan
  • Prancis Umumkan Kasus Pertama Ebola di Wilayahnya
  • Italia Geram Sekjen NATO Ungkap Perannya Bantu Amerika dalam Perang Iran
  • Seorang Pemimpin ISIS Terbunuh Dalam Serangan Amerika di Suriah

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?