Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Berlin Rayakan Hanukkah dengan Menorah Terbesar di Eropa

Ama Farah
Terakhir diupdate: 23 Desember 2019 19:12 7:12 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 23 Desember 2019 19:12
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Yahudi Jerman memulai perayaan delapan hari Hanukkah mulai hari Ahad (22/12/2019) dengan menyalakan menorah (tempat lilin) terbesar di Brandenburger Tor di Berlin.

Margot Friedländer seorang penyintas Holocaust, Ketua Dewan Pusat Yahudi di Jerman Josef Schuster, dan seorang bocah lelaki Yahudi dari Berlin menyalakan lilin pertama dari menorah setinggi 10 meter, yang tertinggi di Eropa, lansir DW.

Lebih dari 2.000 orang berkumpul di sana untuk merayakan tahun ke-15 penyalaan menorah di Brandenburg Tor. Hadir pula di sana Menteri Kehakiman dan Perlindungan Konsumen Christine Lambrecht, Wali Kota Berlin Michael Müller dan Wakil Ketua Bundestag Petra Pau.

Ketua Berlin Chabad rabi Yehuda Teichtal juga hadir dalam perayaan itu. Dalam pidatonya dia bicara soal pembebasan kamp Auschwitz dan perayaannya yang ke-75 yang akan digelar pada 27 Januari 2020, serta mengecam anti-Semitisme modern. “Anti-Semitisme adalah racun, tidak peduli dari manapun asalnya,” kata Teichtal seperti dikutip kantor berita EDP. “Kami tidak akan menyerah,” serunya.

Sebuah lilin baru akan dinyalakan ketika malam tiba setiap hari sampai 30 Desember. Menorah itu terdiri.dari 8 tempat lilin, dan tempat lilin kesembilan yang berada di tengah digunakan untuk menyalakan sisanya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sementara itu di kota Munich alias München, Conference of Jewish Material Claims Against Germany (CLAIMS) menggelar Hanukkah sendiri. CLAIMS merupakan organisasi yang bertujuan membantu Yahudi di seluruh dunia dalam negosiasi untuk mendapatkan kompensasi dan restitusi bagi korban kekejaman Nazi.

Chanukah (Hanukkah) dikenal juga sebagai “Festival Cahaya”. Konon perayaan itu berasal dari dua ribuan tahun silam ketika terjadi peperangan antara orang Yunani dan Yahudi. Bangsa Yunani menang perang dan memaksakan budaya mereka terhadap Bangsa Yahudi. Kemudian, sekelompok orang Yahudi yang bernama Maccabee melakukan pemberontakan. Mereka mendapati kuil besarnya di Yerusalem dipakai orang Yunani untuk menyembah Zeus. Sebagai upaya mengembalikan fungsi kuil untuk menyembah tuhannya Yahudi, kelompok Maccabee menyalakan menorah yang kala itu menggunakan minyak zaitun sebagai bahan bakarnya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:BerlinHanukkahJermanyahudi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pengadilan Frankfurt: Model Bisnis Taksi Online Uber Ilegal
Tulisan selanjutnya bencana kemanusiaan Pakistan Mengatakan Serangan India Bunuh Tiga Warga Sipil

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tiga Pria Mengaku Merencakan Serangan Terhadap Masjid Maryam di Galway

Berita
11 Oktober 2026 23:14
Bandara King Khalid Riyad Ditutup Hingga 15 Oktober Imbas Serangan Houthi
Pilot Berkewarganegaraan Indonesia, Pesawat Ethiopian Airlines Dilarang Mendarat di ‘Israel’
IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?