Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Pemerintah Indonesia Didesak Pulangkan WNI dari Wuhan China

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 27 Januari 2020 16:38 4:38 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 27 Januari 2020 15:35
Bagikan
[Ilustrasi]
Bagikan

Hidayatullah.com- Berbagai pihak mendesak pemerintah Indonesia agar mengevakuasi bahkan memulangkan warga negara Indonesia (WNI) dari Kota Wuhan di China. Desakan itu dilontarkan terkait wabah virus Corona yang pertama kali ditemukan di kota tersebut. Virus Corona telah menelan korban jiwa setidaknya 80 orang dalam data terakhir dari otoritas China per Senin (27/01/2020).

“Demi keselamatan dan untuk melindungi warga negara Indonesia, Muhammadiyah mengharapkan agar Pemerintah Indonesia dapat memulangkan para mahasiswa untuk sementara. Hal ini sangat penting dan mendesak karena penyebaran virus yang sangat cepat dan berbahaya,” ujar Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu’ti dalam pernyataan tertulisnya diterima hidayatullah.com di Jakarta, Senin (27/01/2020).

Hal senada disampaikan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh, yang juga mendesak pemerintah segera memulangkan mahasiswa Aceh yang sedang menempuh pendidikan di Wuhan.

Menurut Anggota Komisi V Bidang Kesehatan dan Kesejahteraan, DPR Aceh, Reza Fahlevi Kirani, pemulangan mahasiswa asal Aceh harus segera dilakukan, sebab situasi di Kota Wuhan dan kota lainnya di China sudah sangat kritis dan terisolasi karena penyebaran virus corona semakin meluas.

Fahlevi kepada sejumlah wartawan di Banda Aceh, Senin (27/01/2020), menilai bahwa wabah virus Coronia tersebut, kalau dikategorikan, sudah termasuk bencana bagi China dan berefek kepada mahasiswa Aceh.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Menurutnya, walaupun akses keluar-masuk ke Wuhan sebagai tempat terparah terpapar virus corona itu sudah ditutup, namun pemerintah tetap dapat mengevakuasi warganya di sana dengan mekanisme internasional. Di daerah konflik saja, katanya, walaupun sudah ditutup akses, itu ada mekanisme dan aturannya secara internasional.

Menurut otoritas China, jumlah korban meninggal akibat wabah virus corona bertambah sampai mencapai 80 orang, Senin (27/01/2020). Kematian terbaru dilaporkan berada di Provinsi Hubei, yaitu sebanyak 24 orang. Sedangkan total kasus yang dikonfirmasi secara nasional meningkat drastis menjadi 2.744.

Virus Corona menimbulkan kekhawatiran secara global, sebab virus ini dinilai sangat mirip dengan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) yang telah menewaskan ratusan orang di China dan Hong Kong pada 2002-2003 silam.

Sedangkan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Wuhan meminta pemerintah Indonesia segera melakukan evakuasi terhadap para pelajar yang terisolasi di kota Wuhan. Pemerintah setempat telah menutup akses dari dan menuju kota itu akibat mewabahnya virus korona.

Terdapat sebanyak 97 mahasiswa dan dua orang pekerja asal Indonesia yang ikut terisolasi di Kota Wuhan, dari total sekitar 200 WNI yang kuliah dan bekerja di sana lansir Anadolu Agency pada Senin.

Ombudsman RI meminta pemerintah menyiapkan crisis center untuk mewaspadai penyebaran virus korona. Komisoner Ombudsman, Alvin Lie menilai bahwa crisis center diperlukan, karena cukup tingginya mobilisasi manusia dari China ke Indonesia atau sebaliknya.

“Pusat komunikasi krisis diperlukan agar masyarakat mengetahui kemana mereka harus berhubungan segera jika wabah mulai meluas dan bagaimana mengurangi resiko terjangkit virus korona,” sebutnya lewat keterangan tertulis, Senin (27/01/2020).

Ombudusman menilai penting disiapkan perlindungan bagi WNI yang berada di China atau negara terdampak lainnya. Sejauh ini belum ada pasien yang dinyatakan positif terjangkit virus korona di Indonesia, akan ada sejumlah pasien yang berstatus suspect virus corona.

Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Jawa Barat, telah mengisolasi 2 pasien yang diduga mengalami gejala virus corona. Keduanya masih dalam observasi tim dokter infeksi khusus.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:chinanCoVvirus coronavirus koronaWNI di ChinaWuhan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Gizi Murid SLB di Dusun Balong Perlu Dapat Perhatian
Tulisan selanjutnya PPI Minta Pemerintah Evakuasi Mahasiswa dari Wuhan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Berita
3 Juni 2026 09:20
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?