Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Dua Puluh Tahun Memburu Jabatan PM Malaysia, Anwar Ibrahim Masih Sabar Tunggu Giliran

Ama Farah
Terakhir diupdate: 13 Februari 2020 21:57 9:57 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 13 Februari 2020 20:49
Bagikan
Anwar Ibrahim.
Bagikan

Hidayatullah.com— Datuk Seri Anwar Ibrahim dalam wawancara dengan Reuters mengatakan siap untuk menunggu 6 bulan lagi dari bulan Mei, jadwal semula yang disepakati untuk peralihan jabatan perdana menteri dari Tun Dr. Mahathir Mohamad, dan dia memiliki dukungan cukup di parlemen untuk mendapatkan jabatan itu.

Mahathir memimpin koalisi Pakatan Harapan (PH) memenangkan pemilihan umum pada bulan Mei 2018, bergandengan tangan dengan mantan-mantan musuhnya termasuk Anwar untuk menjatuhkan pemerintahan Datuk Seri Najib Razak, yang menghadapi sejumlah dakwaan korupsi yang kebanyakan berkaitan dengan penjarahan dana milik negara dari 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

Mahathir berjanji untuk menyerahkan jabatan perdana menteri kepada Anwar dalam waktu 2 tahun setelah pemilihan umum tersebut, tetapi kemudian dia mengatakan akan bertahan sebagai PM sedikitnya sampai November 2020, setelah Malaysia menjadi tuan rumah konferensi tingkat tinggi Asia Pacific Economic Cooperation (KTT).

Tidak hanya itu, pemimpin berusia 94 tahun itu juga mengatakan Anwar akan harus mengumpulkan suara mayoritas di parlemen untuk menjadi perdana menteri.

“Anda sudah menunggu 20 tahun, memperpanjang 6 bulan lagi tentu tidak masalah,” kata Anwar kepada Reuters hari Kamis (6/2/2020) di kantor pribadinya, menampakkan keyakinan diri bahwa sekutu-sekutu koalisi akan berdiri di belakangnya sebagai mana yang mereka lakukan untuk Mahathir.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Apabila ada permintaan untuk diserahkan kembali ke parlemen, tentu hal itu dapat dilakukan, tetapi PH saat ini merupakan mayoritas. Bahkan mereka yang bukan berada di PH sebagian akan mendukung PM saat ini, dan saya juga sudah diberikan jaminan tersebut. Mereka mendukung Dr. Mahathir sebagai PM dan mereka akan terus mendukung saya ketika saya melanjutkan jabatannya sebagai perdana menteri,” kata Anwar.

Anwar menjabat sebagai wakil perdana menteri dan menteri keuangan pada 22 tahun pertama Mahathir menjabat perdana menteri. Namun, kemudian dia dipecat pada tahun 1998 setelah berselisih paham dengan bosnya itu tentang bagaimana mempertahankan perekonomian Malaysia menghadapi krisis finansial Asia kala itu.

Bergerak membentuk oposisi, Anwar dengan cepat menarik dukungan dari Muslim Melayu, yang merupakan kelompok etnis dominan di negara multikultural tersebut, untuk membentuk gerakan Reformasi. Akan tetapi, satu tahun kemudian dia dipenjara dengan dakwaan korupsi dan sodomi, yang disebutnya bermotivasi politik.

Menyusul pembebasannya, Anwar membangun kekuatan politiknya sendiri dan nyaris mengalahkan Najib Razak, yang juga murid politik Mahathir, dalam pemilihan umum 2013 yang disengketakan. Dua tahun kemudian dia dipenjarakan lagi, kali ini dengan tuduhan sodomi yang juga dibantahnya.

Anwar kemudian dibebaskan dengan pengampunan kerajaan oleh Yang di-Pertuan Agong Muhammad V, tidak lama setelah Najib kalah dalam pemilihan umum 2018.

Keseluruhan, Anwar menghabiskan hampir 10 tahun dalam penjara sebagai akibat dari 2 dakwaan tersebut.

Namun, rupanya kontroversi masih membayangi politisi berusia 72 tahun itu, setelah seorang laki-laki bekas pembantunya tahun lalu menuduhnya berusaha memaksa melakukan hubungan seks pada bulan September 2018. Kejaksaan Agung bulan lalu memutuskan untuk tidak melanjutkan dakwaan terhadap Anwar terkait tuduhan itu, yang disebutnya sebagai intrik politik terburuk.

Hubungan sesama jenis atau liwath merupakan tindakan ilegal di Malaysia, dan pelakunya terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara apabila divonis bersalah.

“Tentu saja saya memiliki banyak musuh politik. Sebagian di antaranya yang korup akan melakukan apapun untuk memastikan saya tidak menduduki jabatan,” kata Anwar yang tampil dengan pakaian kasual kemeja kotak-kotak berwarna biru.

Pertikaian berlarut-larut antara Mahathir dan Anwar, dua politisi paling karismatik di Malaysia, telah mendominasi perpolitikan negeri jiran itu selama puluhan tahun.

Sejak pembebasannya, Anwar menjaga jarak dari jabatan di pemerintahan, menunggu sampai waktu gilirannya tiba, sementara istrinya Datuk Seri Dr. Wan Azizah Wan Ismail saat ini mendampingi Mahathir sebagai wakil perdana menteri.

Anwar mengatakan siap untuk move on dari masa lalunya yang pahit, dan bersedia memberikan tempat untuk Mahathir agar tetap berkontribusi bagi negeri itu setelah dia tidak lagi menjabat perdana menteri. Menurutnya, kehadiran mahathir akan membantu meningkatkan kepercayaan publik dan semacam jaminan stabilitas dan ketertiban bagi negeri.

“Di sini nantinya tidak akan ada perbedaan kebijakan yang drastis. Tentu saja akan ada perbedaan penekanan, tapi dari sisi pribadi saya sudah pasti sangat menyambut kehadiran dan kontribusinya dalam bentuk apapun.”

Namun demikian, dia akan berusaha memperbaiki hubungan yang kurang apik dengan India setelah Mahathir mengkritik dua kebijakan terakhir New Delhi, yang mengakibatkan pada penurunan tajam perdagangan minyak kelapa sawit di antara kedua negara.

Satu hal yang tidak akan berubah yaitu tuntutan Malaysia untuk repatriasi dana dari Goldman Sachs terkait perannya dalam skandal keuangan multimiliar dolar dana negara 1MDB, kata Anwar.

Dia mengulangi sikap Mahathir terhadap Goldman Sachs, yang menilai tawaran 1 satu miliar dolar untuk menuntaskan skandal 1MDB dari bank Amerika Serikat itu terlalu kecil. Namun, dia menolak untuk menyebutkan berapa banyak yang menurutnya cukup sebagai kompensasi.

“Pastinya jumlahnya harus substansial, karena kami tidak melihat semata hanya pada jumlah dolar yang hilang, tetapi juga kerugian reputasi, investasi dan persepsi tentang Malaysia,” kata Anwar.

Pihak Goldman mengatakan bahwa sedang dilakukan pembicaraan dengan pihak-pihak berwenang tentang kemungkinan penuntasan investigasi berkaitan dengan 1MDB.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Cucu Lelaki Pemimpin Kazakhstan Meminta Suaka di Inggris
Tulisan selanjutnya Intelijen AS dan Jerman Barat Menggunakan Perusahaan Swiss untuk Mematai Pemerintah Negara Lain

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Berita
15 Oktober 2026 16:32
Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad
Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera

Terbaru

  • 19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India
  • Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?
  • Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi
  • Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain
  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?