Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Intelijen AS dan Jerman Barat Menggunakan Perusahaan Swiss untuk Mematai Pemerintah Negara Lain

Ama Farah
Terakhir diupdate: 13 Februari 2020 21:21 9:21 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 13 Februari 2020 20:56
Bagikan
Kantor CIA.
Bagikan

Hidayatullah.com— Dinas-dinas intelijen Amerika Serikat dan Jerman Barat mata-matai pemerintahan di seluruh dunia selama puluhan tahun dengan menggunakan sebuah firma enskripsi Swiss, demikian klaim sebuah investigasi baru.

Ratusan negara menggunakan peralatan Crypto AG untuk melindungi rahasia terpenting mereka, tetapi sebuah penyelidikan baru menemukan bahwa perusahaan itu secara diam-diam dimiliki oleh CIA dan dinas intelijen Jerman BND.

Dengan mencurangi (mengutak-atik) peralatan tersebut, agen agen intelijen Amerika Serikat dan Jerman Barat dapat menguping sekutu-sekutu serta musuh-musuh mereka.

Hal ini terungkap dari sebuah laporan rahasia CIA yang diperoleh lembaga penyiaran publik Jerman ZDF, yang bekerja sama dengan Washington Post untuk mengungkap hal tersebut.

Kepala Biro ZDF Washington Elmar Theveßen mengatakan kepada Euronews itu sepertinya “operasi mencuri-dengar intelijen terbesar selama kurun 60 tahun terakhir.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dia mengatakan badan-badan intelijen AS dan Jerman Barat menggunakan program itu dari tahun 1970 sampai 1993, sementara CIA terus menggunakannya sendirian sampai sekitar tahun 2018.

Theveßen mengatakan bahwa alat itu digunakan, contohnya, untuk mencuri dengar apa yang sedang terjadi selama masa rezim diktator militer Argentina di tahun 1970-an.

“AS dan Jerman pada dasarnya dapat mengetahui semua apa yang sedang terjadi berkaitan dengan para pengkritik rezim di sana,” kata Theveßen seperti dikutip Euronews Kamis (13/2/2020).

“Kala itu lebih dari 30.000 orang dibunuh, mereka dilenyapkan begitu saja, sementara Jerman dan AS mengetahui dengan pasti apa yang terjadi lewat aksi curi-dengar komunikasi-komunikasi yang ada, dan tentu saja ini menyulut pertanyaan besar tentang etika: Mengapa mereka tidak berbuat sesuatu?” imbuhnya.

Theveßen juga mengklaim dinas-dinas intelijen berbagi informasi yang mereka dapat dengan perdana menteri Inggris kala Itu, Margaret Thatcher, yang kemungkinan dapat mencegah terjadinya Perang Falklands.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dua Puluh Tahun Memburu Jabatan PM Malaysia, Anwar Ibrahim Masih Sabar Tunggu Giliran
Tulisan selanjutnya Pelecehan Seksual, Depresi, dan Bunuh Diri: Kisah Pengungsi Perempuan Iran di Yunani

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Berita
4 Juni 2026 14:01
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?