Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Muhammadiyah Banyak Mewarisi Khazanah Pemikiran Buya Hamka yang Berkemajuan

Bambang S
Terakhir diupdate: 13 Maret 2021 15:24 3:24 pm
Bambang S
Dipublikasikan 13 Maret 2021 15:24
Bagikan
Mantan Ketua MUI pertama, Buya HAMKA
Bagikan

Hidayatullah.com—Sosok Abdul Malik Karim Amrullah atau yang karib disapa Buya Hamka, adalah sosok spesial di Muhammadiyah. Buya Hamka telah menghadirkan pemikiran dan sikap yang damai, bersamaan dengan sikap kritis dan pemikiran maju.

Hal itu disampaikan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir saat menjadi pembicara di Seminar Antar Bangsa bertajuk ‘Pemikiran Buya Hamka di Alam Melayu’ yang diadakan Institute Darul Ehsan (IDE), Malaysia. Haedar menyebut Buya Hamka merupakan sosok yang berwibawa dan memikat. Haedar muda, kala itu begitu mengagumi Buya Hamka, dirinya takjub dan ingin sesering mungkin ketemu dengan sosok ulama karismatik ini.

“Kita beruntung karena Buya Hamka mewarisi khazanah, mozaik dan karya-karya yang begitu banyak. Termasuk karya terbesar yakni Tafsir Al Azhar,” kata Haedar pada Sabtu (13/03/2021)

Di Muhammadiyah, kata Haedar, pemikiran Buya Hamka selain multi dimensi juga utuh. Pemikiran Buya Hamka tentang keislaman, beliau memiliki pemikiran yang modernis, reformis, dan maju atau dalam diksi di Muhammadiyah disebut dengan Islam Berkemajuan.

Dalam Buku Tasawuf Modern, Haedar menjelaskan, Buya Hamka bukan hanya membahas masalah jiwa dan ruhani, tapi juga terkait dengan kemerdekaan berpikir. Pemikiran berkemajuan yang ditampilkan Buya Hamka dalam buku tersebut terlihat ketika dirinya mengkritik para pemuka agama yang berpikiran jumud.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Kritik dia sangat keras di situ, dan dia mengajak untuk bagaimana kita menyatukan pemikiran antara kemerdekaan berpikir, kemerdekaan berkehendak, dan kemerdekaan jiwa,” imbuhnya.

Pada tahun 1975 di Gedung Kebangkitan Nasional, Jakarta, Buya Hamka memberikan ceramah yang kemudian dibukukan dengan judul “Doktrin Islam yang Menimbulkan Kemerdekaan dan Keberanian”. Menurut Haedar, materi yang disampaikan oleh Buya Hamka kala itu menunjukkan bahwa pemikirannya melintasi masanya dan melakukan otokritik kepada pemuka agama yang jumud dan terpenjara oleh pemikiran konservatif.

“Buya Hamka juga mozaik di dalam dunia politik, kalau kita cari bagaimana posisi berpikir poltik Buya Hamka, sesungguhnya dia berada di posisi yang disebut sebagai Islamic Modernism dalam politik,” lanjut Haedar.

Bahkan yang dilakukan oleh Buya Hamka bukan hanya meletakkan Islam sebagai value, juga karakter tasawuf menyertainya di dalam poltik, yang istilah sekarang disebut sebagai perspektif irfani. Karakter ini teruji dan terbukti ketika Ia dipenjara oleh Soekarno, dan ketika Soekarno meninggal, Buya Hamka memaafkan dan menjadi imam salat jenazah Soekarno.

“Jadi politik tanpa dendam kesumat itulah yang ditunjukkan oleh Buya Hamka. Politik damai, politik yang menghadirkan Islam sebagai dinnul rahmah (agama rahmah),” urai Haedar.

Buya Hamka di buku tersebut juga mengkritik para pihak yang mempertentangkan antara Islam dengan Pancasila, baik dari kalangan pemuka agama dan kalangan nasionalis. Buya Hamka menegaskan, dan mengatakan bahwa ‘Adalah fitnah jika Islam dan Pancasila diperlawankan, dipertentangkan.’

“Saya seorang muslim yang sejati, otentik, karena itu saya berpancasila. Dan saya seorang pancasilais sejati, dan karena itu juga saya meletakkan Islam sebagai agama yang akan membawa kemajuan bagi bangsa Indonesia,” kutip Haedar menirukan Buya Hamka.*

Baca juga: Muhammadiyah Tak Temukan Kata ‘Agama’ di Peta Pendidikan Nasional 2020-2035

Redaktur: Bambang S
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Abdul Malik Karim AmrullahBuku Tasawuf ModernBuya Hamkahaedar NashirInstitute Darul Ehsan (IDE)Islamic ModernismMalaysiaPemikiran Buya Hamka di Alam MelayuSeminar Antar Bangsa
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Penyuluh agama kemenag Kemenag Terjunkan Penyuluh Agama Islam untuk Penganut Paham Hakekok Balakasuta
Tulisan selanjutnya Sri Lanka akan Larang Burqa dan Tutup lebih dari 1.000 Sekolah Islam Sri Lanka akan Melarang Burqa dan Menutup lebih dari 1.000 Sekolah Islam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Berita
2 Juni 2026 17:20
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Terbaru

  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?