Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Minat ilmuwan Menulis Jurnal Ilmiah dinilai Rendah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 23 April 2014 07:38 7:38 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 23 April 2014 07:38
Bagikan
Sebuah pelatihan menulis jurnal
Bagikan

Hidayatullah.com–Minat ilmuwan di Indonesia menulis jurnal ilmiah masih rendah dibandingkan dengan negara lain, kata peneliti Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada Mudasir.

“Data dari Scientific American Survey (1994) menunjukkan kontribusi tahunan scientist dan scholars Indonesia pada pengetahuan, sains, dan teknologi hanya 0,012 persen,” katanya di Yogyakarta, Selasa, (22/04/2014) dikutip Antara.

Pada lokakarya “Publikasi Ilmiah Jurnal Nasional dan Internasional bagi Mahasiswa S-3”, ia mengatakan angka itu jauh lebih rendah dibandingkan dengan kontribusi Singapura yang mencapai 0,179 persen.

“Jika dibandingkan dengan sumbangan ilmuwan di Amerika Serikat (AS), angka itu tidak signifikan, karena di negara Paman Sam mencapai 20 persen,” katanya.

Menurut dia, rendahnya minat menulis artikel ilmiah di Indonesia disebabkan beberapa faktor. Selain tidak tahu bagaimana cara menulis karya ilmiah demgan baik, penghargaan (insentif) dari universitas juga masih kecil.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Di sisi lain situasi jurnal ilmiah di Indonesia juga belum optimal. Contohnya, oplah jurnal ilmiah di Indonesia yang terbatas hanya sekitar 400 kopi per edisi, serta sirkulasinya terbatas, bersifat lokal, dan tidak dilanggani perpustakaan.

“Bahkan, juga belum disertai abstrak dalam bahasa Inggris. Akibatnya jurnal ilmiah kita tidak begitu dihiraukan oleh dunia saintifik,” katanya.

Ia mengatakan dalam masyarakat ilmiah yang relatif belum berkembang, kegiatan diseminasi melalui “peer-review” perlu diberi dorongan yang memadai.

“Dengan adanya skema penelitian yang mengharuskan publikasi, diharapkan dapat meningkatkan gairah peneliti Indonesia untuk mempublikasikan hasil penelitiannya di jurnal ilmiah bertaraf nasional terakreditasi dan peer-review international journals,” katanya.

Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Biologi UGM Budi Setyadi Daryono mengatakan tanpa adanya publikasi maka ilmu pengetahuan akan mati.

Menurut dia, kualitas penelitian dosen maupun ilmuwan Indonesia tidak kalah jika dibandingkan penelitian dari luar negeri.

“Poin pentingnya adalah bagaimana menulis ilmiah itu menjadi budaya yang terus dilestarikan. Bahasa Inggris bukan menjadi kendala bagi kita untuk terus menulis,” katanya.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Punya Tato Budha, Turis Inggris Dideportasi dari Sri Lanka
Tulisan selanjutnya Anak Laki 12 Tahun Perkosa Anak Laki 10 Tahun di Toilet Sekolah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Puluhan Warga Palestina Syahid dalam Dua Hari Serangan ‘Israel’, Turki: Netanyahu Sabotase Perdamaian

Berita
3 Agustus 2026 14:27
Hackney London Mulai Akhiri Hubungan Kota Kembar dengan Haifa ‘Israel’
Yogyakarta Jadi Tempat Pertemuan Alumni Jesuit Dunia
Laznas BMH dan Baitul Wakaf Gelar Penanaman Perdana Pisang Cavendish di Sleman untuk Kemandirian Ekonomi Umat
152 Warga Palestina Syahid pada Juli, Tertinggi Tahun Ini

Terbaru

  • Perang dengan Iran Kuras Persediaan Rudal Amerika Serikat
  • Waketum MUI Marsudi Syuhud Siap Maju sebagai Calon Ketum PBNU
  • Pengembangan ‘Warisan Budaya’, Dalih Zionis Perkuat Cengkraman atas Tepi Barat
  • Menko PM Luncurkan Program 10 Ribu MCK untuk Pondok Pesantren Seluruh Indonesia
  • Amerika Tutup Misi Diplomatik di Medan dan Kota Lain di Beberapa Negara
  • Suhu Udara Panas Menyulut Kebakaran di Pangkalan Militer Iraq
  • Pemimpin Hizbullah Bersedia Bertemu dengan Pemimpin Suriah
  • Kemenhaj Siapkan Sanksi Tegas Bagi Biro Umrah yang Telantarkan Jamaah
  • ‘Israel’ Siapkan Invasi Besar-Besaran di Tepi Barat, Ancam Perlakukan Seperti Gaza
  • Ukraina Tidak akan Pernah Bergabung dengan NATO, Kata Mantan Jenderal Ternama

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?