Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Setengah Abad Hidayatullah dan Tantangan ke Depan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 20 Agustus 2021 09:18 9:18 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 5 Agustus 2021 22:13
Bagikan
Bagikan

Oleh: Asih Subagyo

Hidayatullah.com |USIA 50 tahun bagi sebuah gerakan Islam (ormas/harakah) dalam konteks Indonesia, bisa dibilang masih muda, meskipun juga ada yang menganggap telah dewasa. Tergantung dari sudut pandang mana kita melihat.

Jika dikelompokkan berdasarkan periodesasi sejarah bangsa ini, maka setidaknya ormas Islam di Indonesia di bagi dalam 4 (empat) tahapan, yaitu:  lahir pra-kemerdekaan, lahir paska kemerdekaan (Orde Lama), lahir masa Orde Baru, dan lahir di Era Reformas dna sesudahnya. Sehingga, jika menilik katagorisasi ini, maka Hidayatullah yang lahir pada 1 Muharam 1393 H atau bertepatan dengan 5 Pebruari 1973 itu, merupakan ormas yang lahir di awal Orde Baru.

Mantan Wapres RI, M Jusuf Kalla, dalam beberapa kesempatan selalu mengulang pernyataannya bahwa Hidayatullah merupakan ormas Islam di Indonesia yang tercepat pertumbuhannya. Beliau juga menyampaikan bahwa, Hidayatullah selalu hadir di tempat-tempat yang terpencil, terisolir dan tertinggal.

Pernyataan tersebut, bukan hanya pemanis bibir. Akan tetapi, menjadi terkonfirmasi, jika melihat sebaran jaringan Hidayatullah, hingga saat ini di 34 Propinsi, 374 Kabupaten/Kota, 310 Sekolah, 620 Pesantren dlsb. Sehingga, dari data-data tersebut menunjukkan bahwa sebagai organisasi,Hidayatullah senantiasa tumbuh dan berkembang. Tidak jumud maupun stagnan.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Fakta tersebut, sekaligus menjawab dan menggugurkan analisa beberapa pihak yang memprediksi dengan bermacam argumen, bahwa Hidayatullah akan mati, bersamaan dengan meninggalnya pendirinya. Akan tetapi kenyataan membuktikan lain. Bahwa pascawafatnya muassis Hidayatullah, Allahuyarmam KH. Abdullah Said tahun 1998, ternyata Hidayatullah terus bertumbuh dan semakin ekspansif.

Hal ini menegaskan dan membuktikan bahwa, nilai-nilai dan khiththah perjuangan, berhasil beliau tanamkan dengan sangat baik, kepada kader-kader terbaiknya, di semua lini. Sehingga mampu mengkonsolidasikan jama’ah menjadi sebuah organisasi yang solid.

Kader adalah Kunci

Sebagai organisasi masa yang berbasis kader, sebagaima ditegaskan dalam Pedoman Dasar Organisasi (PDO), maka inti dari kekuatan dari Hidayatullah itu sesungguhnya terletak pada kader-kadernya. Sejak awal lembaga ini berdiri, maka kader-kader Hidayatullah merupakan mujahid dakwah yang siap disebar dan ditebar ke berbagai penjuru mata-angin.

Dengan semboyan sami’na wa atho’na, tanpa tapi tanpa nanti. Mereka adalah para du’at yang siap mengemban risalah dakwah dimanapun berada. Meski dengan modal keilmuan yang terbatas dan bekal yang sangat minim. Pertanyaannya kemudian adalah bagaimana mampu melahirkan kader militan seperti itu?

Jawabnya adalah terletak pada perkaderannya. Dalam proses perkaderan, maka peran pengkader menjadi lebih dominan dibanding materi dan metode perkaderan itu sendiri.

Murabbi, merupakan sosok yang memberikan tauladan, yang bisa dilihat dan dicontoh oleh mad’u-nya. Sehingga transfer of value dalam hal ini, sesungguhnya lebih dominan dibanding transfer of knowledge.

Penanaman akidah yang kemudian menjadi dasar bagi kader untuk berkarya, dipadukan dengan bekal ruhiyah, melalui riyadhah dengan melakukan ibadah mahdhoh dan ghairu mahdhoh yang intens langsung dibimbing, dicontohkan dan dikontrol oleh masing-masing murabbi. Dan inilah, sebenarnya menjadi substansi dari perkaderan itu. Celupan (sibghah) dari murabbi sebagai pengkader, langsung dipraktekkan dalam keseharian kehidupan dan aktifitas kader.

Organisasi dan Kepemimpinan

Hal lain yang tidak kalah penting adalah, bagaimana Hidayatullah mampu mengkonsolidasikan diri dalam sebuah organisasi modern tetapi tanpa meninggalkan turats. Meskipun secara struktur mengalami perubahan, namun tidak merubah substansinya.

Dari sini, kearifan dan kebijaksanaan kader-kader senior dalam membimbing kader-kader yang lebih muda, memiliki peranan penting dalam menyusun bangunan organisasi yang sesuai dengan jamannya. Sehingga mampu melahirkan sebuah organisasi yang lincah disatu sisi, disisi lain adalah dengan adanya struktur ini, menjadikan kepemimpinan dalam organisasi itu sendiri menjadi lebih efektif dan efisien.

Selanjutnya hasil dari proses perkaderan sebagaimana diuraikan di atas, adalah melahirkan kader-kader yang ta’at, berkarakter, berintegritas dan berkomitmen dalam dakwah Islam.   Sehingga dengan mudah para kader tersebut beradaptasi dengan struktur organisasi dimanapun ditugaskan.

Juga termasuk amanah di amal usaha dan badan usaha Hidayatullah.  Dengan demikian maka program-program Hidayatullah dapat dieksekusi dengan efektif dan efisien. Dan inilah yang menjadikan Hidayatullah tetap eksis hingga kini.

Tantangan ke Depan

Pencapaian setengah abad pertama Hidayatullah tersebut di atas merupakan manivestasi dari implementasi visi dan misi organisasi. Sudah barang tentu patut disyukuri. Dan masih banyak yang harus ditingkatkan dan diperbaiki.

Akan tetapi, tantangan kedepan merupakan sebuah keniscayaan. Sehingga ke depan, organisasi dituntut untuk tidak hanya sekedar mampu merespons dinamika keummatan, akan tetapi mampu menjawab dan memberi solusi problematika keummatan itu sendiri.

Olehnya, kedepan organisasi dituntut untuk melahirkan dan menciptakan kader-kader yang mampu menjawab tantangan jaman tersebut. “Mesin-mesin” perkaderan ini mesti dibangun dengan berbagai model, untuk mencetak dan melahirkan kader-kader sebagaimana yang diinginkan tersebut.  Selanjutnya Organisasi mengkonsolidasikan, menjadi kekuatan umat.

Sudah barang tentu hal ini bukan perkara mudah. Akan tetapi dengan semakin tumbuhya organisasi, ternyata berbanding lurus dengan peningkatan kuantitas dan kualitas kader. Disinilah diperlukan kejelian untuk memilih dan memilah serta menangkap peluang ini, agar organisasi terus bertumbuh dan sustain. Dengan demikian tema setengah abad Hidayatullah : Bersama Umat Membangun Bangsa Bermatabat akan terwujud. Dan ini akan menginspirasi pada peringatan seabad kelak, dengan tema menjadi : Bersama Umat Membagun Dunia Bermartabat. Wallahu a’lam.*

Ketua Bidang Organisasi DPP Hidayatullah

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:50 Tahun HidayatullahDai Hidayatullahdakwah HidayatullahHidayatullahMilad Hidayatullahormas Islam
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Normalisasi Sudan-Israel Presiden ‘Israel’ Menghubungi Para Pemimpin Sudan untuk Mempercepat Upaya Normalisasi yang Terhenti
Tulisan selanjutnya Universitas Al-Azhar Membuka Pintu Kerjasama dengan MUI

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Berita
18 Juli 2026 11:26
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?