Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Jendela Keluarga

Nikah Muda yang Barakah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 12 Agustus 2021 10:15 10:15 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 12 Agustus 2021 10:15
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com | ADA ketidak seimbangan informasi bila berbicara nikah muda. Tentu tujuan yang menyampaikan bahwa nikah mudah; indah, indah dan indah adalah hal yang baik. Kemungkinan ia khawatir dengan pergaulan anak muda sekarang, untuk menjauhkan mereka dari bahaya pacaran dan fitnah zina.

Disampaikan bahwa nikah muda itu merupakan anjuran dari Rasulullah. Ini benar. Merupakan sunnah yang harus ditaati. Ini benar.

Namun bila mewajibkan dan membabi buta bahwa, nikah mudah itu harus dilaksanakan. Inilah yang agaknya mesti kita kunyah-kunyah dulu.

Benar adanya bila para sahabat dan sahabiyah itu kebanyakan menikah muda. Tapi mesti kita perhatikan dengan realitas sosial yang ada. Bahwa mereka itu menikah, bukan karena muda saja, melainkan juga sudah matang dalam iman, prinsip dan visi.

Kita harus menyadari secara kompleks bahwasanya para sahabat menikah di usia belia bukanlah tentang masalah usia saja. Melainkan sebuah kematangan diri. Mereka terbentuk dan dibentuk dalam lingkungan Islam yang kaffah dan mendapatkan keilmuan yang begitu dalam. Sehingga mereka menjadi cepat dewasa dalam berpikir dan bertindak.

Baca Juga

Anak Saleh Buah dari Kesalehan Orang Tua?
Muharram, Momen Terbaik Menjadi Ibu Terbaik
Kecantikan Muslimah Sejati
Sebab-sebab Durhaka Istri kepada Suami
Anak Shalih dan Shalihah Takdir Allah, Kita Terus Berusaha

Menikahnya mereka di usia belasan itu bukan perencanaan yang tiba-tiba. Melainkan sudah diprogramkan orang tua dan lingkungannya sejak mereka masih belia.

Beda dengan kita yang hari ini menjadikan nikah muda itu sebatas trend. Di satu sisi merupakan hal yang positif ketika kebaikan menjadi trend, namun di sisi lain kita mesti menyampaikan bahwa Islam itu dijalankan bukan karena trend namun karena keimanan yang bersemayam di dada.

Kita berharap menikah itu bukan sebatas keinginan seksual melainkan juga hasrat membangun tatanan masyarakat sosial yang berperadaban. Ketika rumah bercahaya, maka lingkungan itu akan bercahaya.

Saya teringat nasihat atau himbauan Dr Majid Irsan Al Kirani dalam bukunya (Model Kebangkitan Islam:2019 cet II) “Kepada segenap kaum laki-laki dan wanita dari umat ini, agar memahami sunnatullah az-zaujiyyah (berpasangan) yang mengatur hubungan dua jenis kelamin dengan asas saling melengkapi antara prinsip akhlak dan estetika. Mengabaikan sunnatullah ini akan berakibat pada munculnya kekacauan dan guncangan dalam hubungan tersebut, dan akan mengubah jerih payah pasangan suami istri menjadi amal yang tidak shalih, yang mengakibatkan terjadinya kemandulan sosial dan kesempitan Hidup.”

Bila menikah diniatkan karena Allah, dilandasi dengan ilmu, dan diarahkan oleh visi hasilnya akan dahsyat. Lihatlah bagaimana seorang manusia biasa, menjadi dimuliakan Allah berkat keluarga.

Dalam Al-Qur’an hanya ada dua nama manusia biasa yang Allah abadikan menjadi nama surah. Al-Imran dan Luqman. Saat Allah mengabadikan sesuatu, tentu karena ada hal yang istimewa.

Keluarga Imran menjadi model ideal keluarga muslim. Bersama istrinya: Hannah ia mampu melahirkan keturunan-keturunan yang mulia. Melahirkan Maryam sebagai wanita yang Allah sucikan, dan dari rahim sucinya Maryam lahir seorang Nabi yang bernama Isa As.

Begitu juga bila kita lihat pahlawan-pahlawan Islam, hampir bisa dikatakan semua mereka itu tercipta dari keluarga yang di naungi cahaya-Nya.

Sementara hari ini wanita-wanita muslimah seakan mandul dalam melahirkan pahlawan dan pembaharu agama ini. Apa sebab, tidak ada visi dalam pernikahan. Hari ini menikah hanya sebatas status saja, tugas peran suami ia tidak mengerti.

Apa itu hak dan kewajiban istri ia tidak paham. Sehingga hari ini kita melihat para generasi ini, cepat tumbuh dan berkembang fisiknya namun lambat kedewasaan berpikirnya.

Tidak bisa pula untuk kita sangkal, bahwa hancurnya lingkungan hari ini, maraknya kriminalitas di tingkatan generasi muda, merupakan buah dari tidak berhasilnya pendidikan dan penanaman akhlak di dalam rumah. Padahal idealnya, generasi muda itu adalah ujung tombak peradaban. Bahkan Islam sendiri dibangun dan diperjuangkan anak-anak muda.

Sungguh sangat menyedihkan. Saat agama hanya dijadikan sebagai ritual. Belakangan ini ada kebiasaan baru yang membudaya di masyarakat. Yaitu tentang pre wedding; berpoto sebelum menikah. Mirisnya potonya bukan sekadar poto. Melainkan poto-poto mesra, berpelukan bahkan mohon maaf beradegan layaknya suami istri. Naudzubillah Min Dzalik.

Seakan status sah setelah akad nikah itu hanyalah sebatas pelengkap administrasi saja. Lain halnya lagi, saat resepsi pernikahan semacam berlomba-lomba untuk mendatangkan penyanyi (biduan) yang seksi. Padahal ini pernikahan. Kita berdoa agar pernikahan itu di berkahi Allah, sementara di saat yang sama kita mengerjakan hal yang begitu Dia benci.

Kita sungguh khawatir bila Allah tidak memberikan keberkahan untuk keluarga. Karena keberkahan ini nanti akan berdampak pada masyarakat dan negara. Jangan-jangan kesempitan hidup yang kita alami dalam berbangsa dan bernegara saat ini, pangkalnya dari keluarga yang tidak diberkahi. Naudzubillahi min Dzalik.*/Panji Anugerah

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:nikah mudarasulullahsunnah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya arif Adil dan Arif dalam Bersikap
Tulisan selanjutnya polyherbal ekstrak ikan gabus Polyherbal Ekstrak Ikan Gabus, Daun Kelor dan Temu Lawak bisa Menambah Albumin

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Genosida Rwanda: Pengadilan Belanda Penjarakan Seorang Tersangka Seumur Hidup

Berita
29 Agustus 2026 09:56
Mengapa Kolombia Ingin Pulihkan Hubungan dengan ‘Israel’?
Resmi Gabung Angkatan Darat Suriah, YPG Umumkan Pembubaran Diri
Presiden Iran: Jangan Biarkan Wilayah Negara Muslim Dipakai Menyerang Sesama
Zaitun Rasmin Kembali Pimpin Wahdah Islamiyah, Terpilih untuk Periode 2027–2031

Terbaru

  • Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang
  • Sembunyikan Pisau di Kaos Kaki Pria Indonesia Terancam Hukuman Cambuk di Singapura
  • Wali Kota Berlin Bilang Hacker Meretas Sistem dan Mencuri Data Ibu Kota Jerman
  • Laporan: 370 Anak-Anak Palestina Masih Ditahan di Penjara ‘Israel’
  • Erdogan Serukan Persatuan Dunia Islam dalam Perayaan Maulid di Istanbul
  • 10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU
  • Genosida Rwanda: Pengadilan Belanda Penjarakan Seorang Tersangka Seumur Hidup
  • Suriah Angkat Pemimpin YPG Jadi Penasihat Kepresidenan
  • ‘Israel’ Persenjatai Geng Kriminal untuk Rampok dan Usir Warga Palestina di Gaza
  • Bahtsul Masail Qanuniyah Muktamar ke-35 NU akan Bahas RUU Perampasan Aset

Mungkin Anda Juga Suka

5 Tips Mendidik Anak agar Cinta Ramadhan
Jendela Keluarga

Sudahkah Anak Kita Diajarkan Akidah?

3 Desember 2022 20:55
Jendela Keluarga

Menjadi Ayah yang “Mesra” dengan Anak

26 November 2022 07:10
Jendela Keluarga

Akhlak Muslimah, Lembutlah dalam Bicara

8 November 2022 21:45
Jendela Keluarga

Hakikat Wanita Shalihah

4 November 2022 10:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?