Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tsaqafah

Problem Utama ‘ Kesetaraaan Gender ’

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 2 September 2021 14:26 2:26 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 2 September 2021 17:00
Bagikan
gender
Bagikan

Oleh: Rahmatul Husni*

Hidayatullah.com | TERMA “gender” memiliki banyak definisi. Diantara yang umum dikenal maknanya yaitu sebagai ciri perilaku, budaya, atau psikolologis yang biasanya dikaitkan dengan satu jenis kelamin. Pamela Sue Anderson menyatakan, istilah gender yang didefinisikan oleh konstruksi sosial budaya sekarang menjadi lawan istilah sex (jenis kelamin) sebagai karakteristik alami.

Istilah gender yang terlahir dari rahim feminisme membuat pemisahan antara konsep identitas jenis kelamin dengan konsep konstruksi sosial jenis kelamin tersebut.

Simone de Beauvoir berpendapat bahwa pembebasan kaum perempuan ditempuh melalui jalan pemikiran dan praktik. Pada jalan pemikiran, tubuh perempuan harus dibebaskan dari label-label yang ditempelkan oleh budaya patriarkis yang membuatnya tidak leluasa mengaktualisasikan diri. Sementara pada jalan praktik, Beauvoir mengusulkan tentang pentingnya kemandirian ekonomi sebagai pintu pembuka bagi pembebasan tubuh perempuan, yang akan semakin mantap jika dipadukan dengan perlakuan setara terhadap perempuan di ranah budaya, dan politik melalui revolusi sosial.

Belakangan, istilah ini digunakan oleh feminis untuk menyanggah argumen tentang faktor biologi gender sebagai takdir (Jolly, 2006). Berangkat dari trauma akibat sejarah kelam yang dialami perempuan di masa lalu; sejak zaman Plato dan Aristoteles hingga tokoh abad pertengahan dan modern, seperti St Clement dari Alexandria, St Agustinus John Locke, Rousseau, dan Nietzche, semuanya seolah bermufakat, wanita adalah makhluk hina-dina, biang kerok segala permasalahan.

Baca Juga

Maulid Nabi dan Kritik Agus Salim: Mengapa Kita Tertinggal dari Barat?
Buya Hamka: Hari Raya sebagai Cermin Kekuatan Batin Bangsa
Salaf Saleh dan Tafsir Kata Ulil Amri
Ulama Sufi dan Islam Nusantara
Amalan di Bulan Muharram yang Dapat Kita Lakukan

Dan pada saat ini para pengusung kesetaraan gender nampaknya ingin keluar dari problematika gender yang mereka anggap seolah telah membelenggu takdir seorang perempuan.

Di antara pengusung arus utama kesetaraan gender sendiri sebenarnya masih ada perdebatan dalam memaknai perbedaan antara laki-laki dan perempuan. Di satu sisi, ada yang menganut konsep nature sebagai perbedaan alami sehingga kesetaraan yang dibutuhkan adalah keadilan sesuai konteks.

Sementara di sisi lain penganut konsep nurture memaknai kesetaraan sebagai persamaan secara kualitatif, sebab menganggap perbedaan adalah hasil cipta-rasa- karya manusia (Khuza’i, 2018). Oleh karena itu penghapusan batas-batas gender diyakini sebagai suatu keniscayaan.

Sekilas, konsep nature memberikan pengakuan tentang adanya fitrah yang membedakan antara laki dan perempuan, baik secara biologis maupun sosial. Dalam pandangannya, konsep ini mengakui adanya kekuatan alam berupa kodrat biologis serta pengaruhnya dalam pembedaan peran serta perilaku laki-laki dan perempuan.

Namun sayang, tidak ada integrasi antara konsep ketuhanan dan agama sehingga memungkinkan pengakuan perbedaan itu akan bergeser nilainya seiring perkembangan zaman (Khuza’i, 2018). Sedang pada konsep nurture yang banyak dianut oleh feminis radikal, jelas nampak kontradiksinya dengan konsep ajaran Islam sebab memisahkan antara aspek biologis dan sosial.

Adil dan Setara

Dalam Islam, terdapat konsep “adil” yang lebih tinggi maknanya daripada konsep kesetaraan. Dalam Tafsir al-Azhar, Prof. Buya Hamka menjelaskan makna adil sebagai, “menimbang yang sama berat, menyalahkan yang salah dan membenarkan yang benar, mengembalikan hak kepada yang empunya dan jangan berlaku zhalim, aniaya.” Lawan dari adil adalah dzalim, yaitu memungkiri kebenaran karena hendak mencari keuntungan bagi diri sendiri; mempertahankan perbuatan yang salah, sebab yang bersalah adalah kawan atau keluarga sendiri.” Jadi adil bukanlah sama-rata sama-rasa. Konsep adil adalah konsep khas Islam yang seharusnya dipahami dengan perspektif pandangan dunia Islam oleh semua Muslim (Adian Husaini, 2012).

Sampai disini, kita melihat frasa “kesetaraan gender” memiliki dua problem utama; (1) kata “gender” yang memiliki dualisme pemahaman konsep (nature dan nurture), dan (2) diksi “kesetaraan” yang menambah kacau pemahaman gender itu sendiri. Maka yang perlu diperhatikan dalam memaknai dan memahami gender yaitu harus ada acuan baku yang otoritasnya diakui secara mendunia agar diksi itu tidak mengalami pergeseran nilai dan makna.

Al-Quran dan al-Hadits sebagai sumber utama ajaran Islam sebenarnya telah memenuhi kriteria ini. Islam telah mengakui perbedaan laki-laki dan perempuan, memuliakan keduanya dengan syarat-syarat tertentu, dan otoritasnya melampaui dimensi zaman.

Dalam Islam, wanita itu mulia by default. Sebagai anak/istri/ibu/saudari/hamba Allah (muslimah), kemuliaan itu telah melekat dan tak mungkin lepas dari dirinya (Pawitasari, 2015). Tak perlu repot-repot mengusung kesetaraan, ajaran Islam telah memberikan keadilan bagi kedua insan, laki-laki dan perempuan.

Yang diperlukan kemudian adalah framework dan worldview untuk mengoptimalkan akal sehat. Jangan sampai seperti iblis yang hanya percaya kepada Tuhan tetapi tidak mau taat.*

Pemerhati sosial keagamaan, artikel dari thisisgender.com

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:feminismeKesetaraan genderliberal
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya suami pelit Mengambil Uang Suami yang Pelit
Tulisan selanjutnya Bahasa Lokal Terlalu Sulit, Helshinki Dianjurkan Jadi Kota Berbahasa Inggris

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

PBB Catat Kenaikan Angka Kemiskinan Dunia, 1 Miliar Orang Terdampak

Berita
13 Oktober 2026 05:30
Serangan Drone Paramiliter Sudan Tewaskan 41 Orang Dekat Perbatasan Ethiopia
Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

ArtikelTsaqafah

Pengaruh Freemason dalam Wacana Pluralisme Agama (2)

5 Januari 2023 14:30
ArtikelTsaqafah

Pengaruh Freemason dalam Wacana Pluralisme Agama (1)

5 Januari 2023 13:30
Tsaqafah

Ijtihad sebagai Solusi Persoalan Umat

29 Desember 2022 19:00
Tsaqafah

Bahaya Sekularisasi dan Sekularisme

26 Desember 2022 13:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?