Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Muhammadiyah Pilih Jalan Sunyi Membangun Peradaban di Dunia Pendidikan

Ahmad
Terakhir diupdate: 10 Oktober 2021 09:30 9:30 am
Ahmad
Dipublikasikan 10 Oktober 2021 10:00
Bagikan
islam komprehensif
Ketua PP Muhammadiyah, Prof Dr Haedar Nasir
Bagikan

Hidayatullah.com— Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir mengatakan tingkat pendidikan Indonesia masih terseok-seok dibadingkan dengan Negara-negara ASEAN lain dan dunia. Sementara Muhammadiyah konsisten tempuh jalur sunyi untuk angkat martabat pendidikan Indonesia di mata dunia.

Membangun peradaban melalui bidang pendidikan menurut Haedar memang jalan sunyi yang ditempuh oleh Muhammadiyah, bukan jalur ramai yang penuh sensasi. Termasuk dalam membuat pernyataan, Muhammadiyah tidak hanya mencari sensasi, melainkan pernyataan maupun kritik yang presisi, santun, baik, dan jika ingin mengkritik maka diajukan dengan argumen kuat, objektif, dan bisa dipertanggungjawabkan.

Pernyataan ini disampaikan Haedar di acara Peresmian Gedung Rektorat Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP) pada (9/10/2021).  Merujuk ke beberapa sumber, Haedar Nashir menyebut bahwa Indonesia masih berada di peringkat 7 dalam indek pembangunan manusia tentang pendidikan di ASEAN, dan peringkat 6 dalam hal daya saing di bawah Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, Filipina, Brunei Darussalam, dan kemudian baru Indonesia.

“Padahal banyak anak-anak negeri hebat-hebat, tapi kenapa kita selalu di bawah? Ini tentang bagaimana Negara ini diurus,” imbuhnya.

Muhammadiyah menurutnya, ingin menjadi bagian dari Negara ini dalam memanajemen yang dimiliki umat, bangsa, dan negara untuk dikapitalisasi lebih baik di masa depan. Dalam meraih kemajuan yang pertama dibutuhkan untuk memiiki kepercayaan yang kuat, terkait itu Islam telah memilikinya yang disebut dengan tauhid.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Tapi hati-hati jangan merasa diri paling suci, paling benar sendiri, paling merasa Tuhan itu miliknya. Muhammadiyah tidak diajari seperti itu, semakin kita bertauhid, maka semakin berihsan kepada kemanusiaan, semakin baik kepada manusia, semakin baik kepada kehidupan,” ungkapnya.

Keunggulan kedua yang dibutuhkan untuk memajukan bangsa adalah akhlak yang baik, sebab sebesar apapun bangsa akan rusak jika akhlaknya rusak. Indonesia yang dikenal sebagai bangsa beradab, juga harus hati di era media sosial sekarang, sebab era digital erat kaitannya dalam membentuk bangsa yang nir-keadaban.

Ketiga bangsa juga harus memiliki keunggulan dalam state of mind. Bangsa yang ingin unggul dan maju harus cerdas, menguasai ilmu, dan teknologi. Menurut Haedar kecerdasan bukan saja bawaan, melainkan juga bisa diasah dan dilatih. Maka Amal Usaha Muhammadiyah bidang Pendidikan memiliki peran berarti dalam hal ini

Membangun Keunggulan

Haedar menegaskan, bahwa semangat Muhammadiyah adalah semangat membangun keunggulan dan berkeinginan membangun umat yang terbaik. Menurutnya bangsa-bangsa dunia yang saat ini maju, rata-rata mereka memiliki tongak sejarah keunggulannya di masa lampau.

Termasuk Islam juga pernah berada di fase keunggulan tersebut, dan fase sejarah tersebut tidak boleh hanya menjadi bahan romantisme semata, melainkan harus diwujudkan kembali dan Muhammadiyah menginginkan hal itu. Karena mengembalika era keemasan Islam tidak cukup hanya dengan romantisme.

“Besar seperti bui, tetapi hampa dan mudah diterjang oleh kekuatan luar. Tetapi kalau kita kuat dan terbaik, maka insyaallah kita akan menjadi bangsa maju. Umat Islam kan dikonotasikan oleh Nabi seperti bui, bahkan jadi santapan. Muhammadiyah pelan-pelan membangun, sebab membangun itu pelan dan tidak popular,” ungkapnya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:haedar NashirMuhammadiyahPendidikanperadaban
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Paman Presiden Assad Sudah Pulang ke Suriah, Hindari Penjara Prancis
Tulisan selanjutnya Masjid al-Aqsha Azhar Al Azhar Kecam Pengadilan ‘Israel’ Bolehkan Yahudi Berdoa di Masjid Al-Aqsha

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Berita
30 Mei 2026 13:38
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?