Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Sejarah

Al Jazari,  Bapak Robotika Modern

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 3 Juni 2022 11:17 11:17 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 3 Juni 2022 11:45
Bagikan
Bagikan

Al-Jazarī, seorang polymath Muslim Arab, menguasai lebih dari satu ilmu pengetahuan atau semacam ensiklopedia berjalan, ia adalah “bapak robotika” dan teknik modern

Oleh: Asih Subagyo│

Hidayatullah.com | BERDASARKAN hasil riset World Economy Forum (WEF), 50 persen dari seluruh tenaga kerja dunia perlu melakukan pengembangan keahlian atau reskilling pada 2025. Mengapa demikian, sebab peran manusia akan banyak digantikan oleh mesin alias robot.

Menurut McKinsey, diperkirakan pekerjaan sekarang dapat diotomatisasi sekitar 9% hingga 47%. Selanjutnya sekitar 800 juta pekerjaan manusia di seluruh dunia diprediksi akan digantikan oleh robot pada tahun 2030. Kendatipun demikian, memang tidak semua pekerjaan manusia bakal digantikan oleh mesin.

Dari beberapa penelitian menyimpulkan bahwa sesungghnya kecerdasan yang dimiliki oleh manusia tak bisa digantikan oleh kecanggihan mesin atau robot. Meski di era serba teknologi ini, peran manusia dalam berbagai industri seakan terancam. Namun, keberadaan teknologi yang memungkinkan organisasi bekerja lebih efisien membuat peran manusia memang berpotensi diganti oleh mesin.

Baca Juga

KH. Abdul Mu’thi: Tetap Berkarya di Balik Penjara
KH. Abdullah Said dalam Liputan Majalah Panji Masyarakat
Menolak Digaji Negara: Kisah Para Hakim Teladan dalam Sejarah Peradaban Islam
Syair Ahmad Baktsir dan Detak Jantung Diplomasi Kemerdekaan RI di Kairo
Buya Natsir dan 1.000 Sarung untuk Tapol PKI

Singkatnya, kehadiran mesin dan robot ini membuat khalayak ramai terkesima, kemudian setidaknya menyebankan dua sikap. Pertama, menolak kehadirannya karena  menjadi ancaman, dengan berbagai dalih, kemudian menunjukkan sifat inferior.

Kedua, menerimanya karena dianggap bagian dari solusi, seraya menyanjung habis, kepada pembawa mesin dan teknologi robotik itu. Bisa jadi ada sikap lain. Namun setidaknya kedua sikap tersebut sudah membuktikan adanya ketidakpahaman akan sejarah.

Salah satu buku Al Jazari sekitar 1181-1206

Berasal dari Imuwan Muslim

Sebelum Barat dan beberapa negara maju memproduksi berbagai teknologi yang bisa kita gunakan sekarang ini, sesungguhnya peradaban Islam telah unggul, dan melakukan berbagai penemuan. Jika pada tulisan sebelumnya bagaimana Al-Khawarizmi begitu berpengaruh dengan Matematika dan Algoritmanya, demikian halnya tentang mesin dan robotika ini, ilmuwan Islam telah melakukannya sekitar 800 tahun yang lalu.

Nama lengkapnya adalah Abū al-‘Iz Ibn Ismā’īl ibn al-Razāz al-Jazarī (ca. 1136–1206; bahasa Arab: أَبُو اَلْعِزِ بْنُ إسْماعِيلِ بْنُ الرِّزاز الجزري‎), dikenal dengan Al Jazari, seorang Ilmuwan dari Al-Jazira, Mesopotamia, yang hidup pada abad pertengahan. Ada juga yang mengatakan lahir di Diyarbakir sebuah tempat yang sekarang menjadi Turki bagian tengah-selatan.

Al-Jazarī, adalah seorang polymath Muslim Arab: seorang sarjana, penemu, insinyur mesin, dan matematikawan. Polymath menurut kamus webster menunjukkan bahwa sesorang yang menguasai lebih dari satu ilmu pengetahuan atau semacam ensiklopedia berjalan. Dia juga disebut sebagai “bapak robotika” dan teknik modern.

Dia terkenal karena menulis Kitab Pengetahuan Tentang Perangkat Mekanik yang Cerdik (Kitab fi ma’rifat al-hiyal al-handasiya). Sebuah buku yang menjelaskan tentang trik teknik pada tahun 1206, di mana ia menggambarkan model 50 perangkat mekanis, bersama dengan instruksi dan tata cara membangunnya.

Dan sejak abad pertengahan, bangsa barat pun banyak yang memuji karya-karya Al-Jazari, bahkan teknologi pembagian gir roda buatannya, digunakan oleh beberapa ahli seperti jam astronomi milik Giovanni de Dondi pada tahun 1364 dan desain mesin terdahulu milik Francesco di Giorgio (1501), sehingga idenya tentang robot semakin menyebar di Eropa. Dan kemudian berlanjut hingga kini.

Penemuan Al Jazari

Al-Jazari menemukan lima mesin untuk menaikkan air, serta kincir air dan roda air dengan bubungan (cam) pada gandarnya yang digunakan untuk mengoperasikan automata. Di mesin pengangkat air inilah ia memperkenalkan ide dan komponen terpentingnya.

Pada tahun 1206, al-Jazari menemukan poros engkol awal, yang ia gabungkan dengan mekanisme batang penghubung engkol di pompa silinder kembarnya dan menggunakannya di automata, jam air (seperti jam lilin), dan mesin pengangkat air.

Menurut Donald Hill, al-Jazari menggambarkan beberapa kontrol mekanis awal, termasuk “pintu logam besar, kunci kombinasi dan kunci dengan empat baut”. Al-Jazari juga menemukan metode untuk mengendalikan kecepatan putaran roda menggunakan mekanisme escapement.

inovasi peradaban islam

Salah satu automata humanoid al-Jazari adalah seorang pelayan yang bisa menyajikan air, teh, atau minuman. Minuman itu disimpan dalam tangki dengan reservoir dan setelah tujuh menit, ke dalam cangkir, setelah itu pelayan muncul dari pintu otomatis yang menyajikan minuman.

Al-Jazari juga menemukan robot cuci tangan yang menggabungkan mekanisme flush yang sekarang digunakan di toilet flush modern. Perangkat ini adalah contoh lain dari humanoid automata.

Al-Jazari menemukan jam air yang digerakkan oleh air dan beban. Ini termasuk jam diarahkan dan jam juru tulis bertenaga air portabel, yang tingginya satu meter dan lebar setengah meter. Juru tulis dengan penanya identik dengan jarum jam jam jam modern.

Dari berbagai literatur, di balik kecerdasan dan kepiawaiannya dalam penemuan mekanik dan robotik tersebut, sebagaimana cendekiawan muslim lain di abad pertengahan, Al-Jazari juga ahli dalam ilmu agama seperti fikih. Sebab, para cendekiawan muslim pada waktu itu sebelum belajar Ilmu pengetahuan umum,  menyelesaikan al-Qur’an, fikih dan lain sebagainya.

Ibrah

Raghib Al-Sirjani seorang ulama dari Mesir mencatat betapa sangat banyak kontribusi umat Islam terhadap dunia. Melalui karya tulisnya yang berjudul Maa dzā Qaddamal Muslimūna lil ‘Alam (Arab: ماذا قدّم المسلمون للعلم, Apa yang Kaum Muslimin Kontribusikan Kepada Dunia), menjelaskan dengan sangat terang benderang, bagaimana dunia sesungguhnya “berhutang” terhadap umat Islam.

Hal ini menjadi tantangan umat Islam, terutama dunia pendidikan saat ini. Ketertinggalan umat diberbagai aspek kehidupan yang terjadi dewasa ini, bukan untuk disesali, lalu kemudian dijadikan pembenar.

Sebab kita meyakini bahwa Ilmu itu milik Allah ta’ala, tugas kita sebagai hambanya adalah menggalinya, dan melahirkan karya-karya baru demi kemaslahatan umat menuju rahmatan lil ‘alamiin. Sehingga integrasi pendidikan yang memadukan seluruh elemen ilmu pengetahuan itu mutlak dilakukan.

Ilmu pengetahuan dan teknologi yang berabad-abad dikuasai umat Islam itu, dan kemudian lepas ke Barat dan negara Timur lainnya, serta terkesan menjauh dari umat Islam ini, mesti direbut kembali. Dengan cara melalui integrasi pendidikan, sebagaimana yang dicontohkan oleh generasi terdahulu. Jika ini bisa terlaksana, maka Islam akan menjadi rumah bagi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Wallahu a’lam.*

Peneliti di Hidayatullah Institute

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Al JazariRobotika Modern
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya GP Ansor HTI Menag Yaqut Sebut Anggaran untuk Kemenag Tahun 2023 Naik Rp2,2 Triliun
Tulisan selanjutnya Gubernur Anies Baswedan di Pembukaan Rakerwil Hidayatullah Anies Enggan Gunakan Pawang Hujan di Formula E: Terang Kita Syukuri, Hujan Juga Kita Syukuri

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pakar Filsafat Islam Ini Membedah 7 Cacat Nalar Kaum Ateis

Berita
3 Oktober 2026 20:41
Lima Orang Didakwa di Prancis Terkait Pendanaan Hamas
Pakar Filsafat Islam UNIDA Ungkap Penyebab Generasi Muda Terpapar Ateisme di Media Sosial
Intelijen Maroko Dituding Mematai Jurnalis dan Aktivis HAM
Jurnalis Ini Dipenjara Usai Kritik Menteri India soal Pembongkaran Masjid

Terbaru

  • Sekitar 2.200 Kerabat Terduga Petempur ISIS Masih Ditahan Pasukan Kurdi Suriah
  • KH. Abdul Mu’thi: Tetap Berkarya di Balik Penjara
  • Bentuk Kantor Urusan Keagamaan, Menhan AS Kaitkan Perang Fisik dengan Pertempuran Spiritual
  • Menteri PertahananAS Kutip Alkitab dan Serukan Perang terhadap “Kaum Islamis”
  • Aljazair Berlakukan Hukuman Mati Bagi Arsonis Penyebab Kebakaran Hutan dan Lahan
  • Intelijen Maroko Dituding Mematai Jurnalis dan Aktivis HAM
  • Amerika Serikat Usir Dua Diplomat Iran Usai Sidang Majelis Umum PBB
  • Lima Orang Didakwa di Prancis Terkait Pendanaan Hamas
  • Amerika Serikat Umumkan Kontrak $24,4 Miliar untuk Mempercepat Produksi Rudal
  • Dua Pria Iran Didakwa Berencana Serang Yahudi Manchester

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah

15 Juni 2026 07:41
Sejarah

H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina

23 Mei 2026 15:57
Sejarah

Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina

17 Mei 2026 13:42
Sejarah

Membungkam Suara Kritis: Kriminalisasi Ulama Masyumi di Orde Lama

8 Mei 2026 08:59
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?