Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

PBB: Kolombia Menaikkan Produksi Daun Koka Bahan Baku Kokain

Ama Farah
Terakhir diupdate: 23 Oktober 2022 17:04 5:04 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 23 Oktober 2022 17:03
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Kolombia menaikkan penanaman koka bahan baku utama pembuatan narkotika kokain sebesar 43%, menurut laporan terbaru Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Tahun lalu, area penanaman koka meluas 204.000 hektar. Kolombia saat ini merupakan penghasil kokain terbesar dunia, lapor BBC Jumat (21/10/2022).

Angka itu merupakan yang tertinggi sejak UN Office on Drugs and Crime (UNODC) memulai pengumpulan datanya pada 2001.

Sebagian besar kokain Kolombia dipasarkan ke Eropa dan Amerika Serikat, yang merupakan konsumen narkoba terbesar di dunia.

Selama bertahun-tahun Kolombia berjuang untuk membuat petani menjauh dari produksi koka, tetapi janji untuk memberikan insentif dan subsidi belum terwujud.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Presiden Kolombia Gustavo Petro sudah mengakui bahwa perang melawan narkoba di negaranya sudah gagal. Oleh karena itu, dia ingin meregulasi industri kokain dan memperluas program subsitusi budidaya tanaman ilegal.

Laporan PBB itu menyebutkan penanaman koka paling banyak terdapat di wilayah departemen Santander Utara di bagian timur laut Kolombia, serta di dua departemen di barat daya Kolombia dekat perbatasan dengan Ekuador, Nariño dan Putumayo.

Di daerah Tibú, di Santander Utara yang berdekatan dengan perbatasan Venezuela, memiliki area penanaman koka terluas – 22.000 hektar.

Tanaman ini tumbuh subur terutama di daerah dekat perbatasan nasional atau dengan akses mudah ke laut, kata laporan itu PBB itu. Di wilayah tersebut, geng bersenjata ilegal, pengedar narkoba dan produsen saling bekerja sama.

UNODC mengatakan perluasan lahan koka mengancam hutan dan keanekaragaman hayati di Kolombia. Sekitar setengah dari perkebunan koka berada di zona pengelolaan lahan khusus, termasuk hutan lindung.

Penyemprotan lewat udara yang dilakukan untuk memastikan tanaman koka dihentikan pada 2015, setelah pengadilan menyatakan bahwa herbisida yang digunakan – glyphosate – dapat memicu penyakit kanker dan mencemari tanah.

Pendahulu Presiden Petro, Ivan Duque, sangat mendukung perang Amerika Serikat melawan narkoba. Pada tahun 2020 mantan Presiden Donald Trump mengatakan kepada Kolombia untuk melanjutkan penyemprotan herbisida lewat udara tersebut.

Awal bulan ini, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken bertemu dengan Presiden Petro di Kolombia dan mengatakan negara mereka sama-sama menghadapi masalah koka.

“Kami sangat mendukung pendekatan holistik yang diambil oleh pemerintahan Petro,” kata Blinken.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatkokaKokainKolombiaPBBUNODOC
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya India Luncurkan Roket Pembawa 36 Satelit Internet OneWeb
Tulisan selanjutnya Tak Berhijab Saat Bertanding Atlet Iran Elnaz Rekabi Dipaksa Minta Maaf

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera

Berita
16 Oktober 2026 15:36
Bandara King Khalid Riyad Ditutup Hingga 15 Oktober Imbas Serangan Houthi
IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?