Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Iran Bilang Sudah Sepakat dengan Rusia Soal Pembelian Sukhoi Su-35

Dija
Terakhir diupdate: 13 Maret 2023 11:09 11:09 am
Dija
Dipublikasikan 12 Maret 2023 18:59
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Iran mengklaim sudah menuntaskan perundingan untuk pembelian jet tempur Sukhoi Su-35 dari Rusia.

Angkatan udara Iran, negara yang dijatuhi banyak sanksi internasional, armada udaranya banyak yang sudah tua dan kesulitan untuk memperoleh suku cadang guna menjaga pesawat-pesawatnya tetap layak terbang.

Dalam sebuah pernyataan yang ditujukan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa, Teheran mengatakan pihaknya sudah mulai mendekati “negara-negara untuk membeli jet tempur” guna mengisi kembali armadanya setelah perang Iran-Iraq 1980-1988.

“Rusia mengumumkan siap untuk menjualnya” setelah berakhirnya Resolusi PBB 2231, pembatasan pembelian senjata konvensional bagi Iran, pada Oktober 2020, kata pernyataan itu yang disiarkan pada Jumat malam (10/3/2023) oleh kantor berita resmi IRNA.

Iran saat ini memiliki kebanyakan jet tempur MiG dan Sukhoi Rusia yang berasal dari era Soviet, serta beberapa pesawat China, termasuk F-7. Beberapa jet tempur buatan Amerika F-4 dan F-5 dari zaman sebelum Revolusi 1979 juga ada.

Baca Juga

Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Amerika Serikat mulai memberlakukan kembali sanksi atas Iran pada 2019, setahun setelah Washington di bawah kepemimpinan Donald Trump kala itu menarik diri secara sepihak dari kesepakatan nuklir negara-negara dan lembaga internasional dengan Iran.

Kesepakatan tahun 2015 yang secara formal dikenal sebagai Joint Comprehensive Plan of Action, JCPOA, memberikan kelonggaran pada Iran dari sanksi-sanksi international dengan syarat Iran tidak mengembangkan program nuklirnya untuk membuat senjata.*

Redaktur: Dija
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:iranJet TempurSukhoi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya MUI:Sertifikasi Halal Harus Menjadi Dakwah yang Penuh Tantangan
Tulisan selanjutnya Patriark Kirill Minta Dukungan Hentikan Pengusiran Gereja Kristen Ortodoks Rusia dari Ukraina

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Berita
2 Juni 2026 17:20
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

4 Juni 2026 08:06
Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

3 Juni 2026 16:00
Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

3 Juni 2026 13:30
Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

3 Juni 2026 13:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?