Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Ekspatriat Non-Muslim Ini telah Berpuasa selama 22 Tahun Terakhir di Bulan Ramadhan

Ahmad
Terakhir diupdate: 10 April 2023 13:18 1:18 pm
Ahmad
Dipublikasikan 10 April 2023 13:00
Bagikan
Vinod Nambiar (kiri) rela berpuasa selama 22 tahun terakhir di bulan Ramadhan untuk mengungkapkan solidaritasnya kepada umat Islam. - Foto Khaleej Times
Bagikan

Hidayatullah.com—Seorang ekspatriat di Uni Emirat Arab (UEA), Vinod Nambiar adalah salah satu warga non-Muslim yang telah melakukan puasa selama 22 tahun terakhir. Hal ini dilakukan guna menjaga solidaritas dengan komunitas Muslim, demikian laporan Khaleej Times.

Latar belakang perjalanan puasa Vinod ini dimulai pada tahun 2001 saat bekerja di Malappuram, (sebuah desa di distrik Thanjavur, Kerala di India selatan). “Malappuram memiliki populasi Muslim yang besar. Saat itu, saya tidak tahu banyak tentang bulan Ramadhan, pentingnya dan apa hubungannya dengan itu.”

“Namun, saya suka berbaur dengan masyarakat di sana. Penghuni tempat itu cukup sederhana. Itu adalah kehidupan yang sederhana dan saya mencoba menyesuaikan diri dengan semua orang, ”katanya.

Vinod yang awalnya tidak menyadari bahwa umat Islam yang berpuasa tidak makan dan minum dari fajar hingga senja. Dia pergi mencari makanan di desa setiap hari selama bulan Ramadhan.

“Namun, semuanya tutup, tidak ada makanan. Beberapa orang memperhatikan bahwa saya lapar saat makan siang, bahkan ada yang mengundang saya ke rumahnya selama Ramadhan, menawarkan saya makanan saat mereka berpuasa,” ujarnya.

Baca Juga

Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

“Namun, saya merasa sangat enggan untuk pergi ke sana karena saya tahu seluruh keluarga sedang berpuasa. Ini adalah sikap yang baik. Tapi, saya tidak bisa makan ketika mereka tidak makan. Jadi saya terus kelaparan,” ujarnya lagi.

Sejak itu, secara bertahap Vinod mulai menghargai esensi dari praktik Ramadhan kaum Muslim. “Saya juga berteman dengan imam masjid setempat di mana saya akan pergi berbuka puasa setiap malam setelah berpuasa sepanjang hari. Dia sangat menginspirasi saya,” katanya.

Tidak hanya itu, di malam hari, dia biasa pergi ke desa-desa untuk mengikuti khotbah agama dan bergabung dengan kaum Muslim, berbicara tentang budaya dan kerukunan umat beragama.

Kedekatanyan dengan seorang imam Muslim berbagi tentang manfaat berpuasa dan kesehatan. “Karenanya saya terus berpuasa selama 30 hari.”

Ketika Vinod datang ke UEA pada tahun 2004, dia tetap melanjutkan tradisi puasa selama Ramadhan. “Saya mulai bekerja dengan UAE Exchange di sini. Istri saya juga menganjurkan saya untuk terus berpuasa,” ujarnya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ekspatriatHeadlinenon-MuslimPuasaRamadhanUEAVinod Nambiar
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Saudi Keluarkan Pedoman Jamaah selama 10 Hari Terakhir Ramadhan, Difabel Bisa Gunakan Kendaraan Tenaga Listrik
Tulisan selanjutnya Sebanyak 30 % Jamaah Haji Tahun Ini adalah Kalangan Lansia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

vape covid
Berita

Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Berita
31 Mei 2026 02:22
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

3 Juni 2026 16:00
Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

3 Juni 2026 13:00
Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

3 Juni 2026 12:30
Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

3 Juni 2026 12:08
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?