Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

(Video) OKI Kecam Kekerasan dan Pembakaran Madrasah Berusia Satu Abad selama Perayaan Hindu India

Ahmad
Terakhir diupdate: 14 April 2023 06:16 6:16 am
Ahmad
Dipublikasikan 14 April 2023 06:30
Bagikan
Bekas pembakaran Madrasa Azizia di Bihar dan Perpustakaa Islam berusia 113 tahun oleh Bajrang Dal, kelompok radikal Hindutva, yang dikenal menggelorakan gerakan anti-Islam
Bagikan

Hidayatullah.com—Organisasi Kerjasa Islam (OKI) mengecam kekerasan anti-Muslim disertai pembakaran madrasah bersejarah selama Perayaan Hindu, Ram Navami pekan lalu. Badan Islam berbasis di Arab Saudi itu meminta pemerintah India untuk mengambil tindakan terhadap para pelaku.

Sementara itu, organisasi HAM Human Rights Watch juga menyuarakan keprihatinyanya, mencatat dalam pernyataan tanggal 5 April bahwa “perayaan Hindu India semakin sering digunakan oleh Partai Bharatiya Janata (BJP) mayoritas Hindu yang berkuasa untuk mengumpulkan pemilih,”  menyebabkan peningkatan kekerasan anti-Muslim di seluruh wilayah negara pada itu, kutip Voice of America.

Kelompok HAM itu juga mencatat perayaan itu bertepatan dengan bulan suci Ramadan, bulan paling dihormati umat Islam sedunia. Ram Navami adalah perayaan Hindu tahunan untuk merayakan kelahiran Rama, Dewa Hindu.

Pada hari Ram Navami, umat Hindu secara tradisional berpartisipasi dalam prosesi di mana epos Hindu Ramayana—kisah pencarian Pangeran Rama untuk menyelamatkan istrinya—dibacakan.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, setelah kebangkitan pasukan sayap kanan Hindu di seluruh India, prosesi Ram Navami sering kali melihat sejumlah besar orang mengacungkan tongkat, pedang, parang, dan bahkan senjata menarget Muslim.

Baca Juga

SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

Saat prosesi melewati lingkungan minoritas Muslim, mereka terkadang memainkan lagu-lagu anti-Muslim dengan lirik yang memuntahkan kebencian — umumnya dikenal sebagai “pop Hindutva” — pada sistem musik, dan meneriakkan slogan-slogan kasar yang menargetkan Muslim.

Pekan lalu, kekerasan anti-Muslim pecah di beberapa tempat di seluruh negeri setelah orang-orang bersenjata dari prosesi Ram Navami menyerang Muslim dengan kekerasan. Di Uttar Pradesh (UP), Maharashtra, Gujarat, Bihar, Benggala Barat, dan negara bagian lainnya, ketegangan komunal dan bentrokan kekerasan pecah selama prosesi Ram Navami.

Di kota Sharif Bihar, orang-orang dari prosesi Ram Navami menyerang Muslim secara fisik, memaksa beberapa dari mereka untuk meneriakkan “Jai Shri Ram” yang berarti Salam Dewa Rama, dalam bahasa Hindi, dan memukuli mereka sebelum merusak dan membakar Madrasah  Aziziah beserta Perpustakaan Islam yang sudah berusia 113 tahun.  

On March 31, Madrasa Azizia was set ablaze by Hindutva mob during Ram Navami violence in Biharsharif, Nalanda, Bihar. At Madrasa, there were about 4500 books. pic.twitter.com/3kT4ajsswD

— meerfaisal01 (@meerfaisal01) April 1, 2023

Dalam pernyataan minggu lalu, Direktur HRW Asia Selatan Meenakshi Ganguly mencatat bahwa massa Hindu yang menyerang Muslim “didorong oleh rasa perlindungan politik yang memberi mereka impunitas.”

“Catatan menunjukkan bahwa biasanya Muslim yang menjadi sasaran secara tidak adil oleh pihak berwenang… Pemerintah BJP di setiap tingkatan telah mengadopsi undang-undang dan kebijakan diskriminatif yang menargetkan agama minoritas, dan para pemimpin serta afiliasinya sering membuat pernyataan anti-minoritas, termasuk menghasut kekerasan,” kata pernyataan HRW.

OKI menyebut serangan kekerasan minggu lalu terhadap Muslim di India sebagai “tindakan kekerasan dan vandalisme yang provokatif.”

Sambil memperhatikan pembakaran madrasah dan perpustakaan di Bihar, dalam pernyataannya pada tanggal 4 April, organisasi beranggotakan 57 orang tersebut mengatakan bahwa kekerasan tersebut menandai “manifestasi nyata dari peningkatan Islamofobia dan penargetan sistemik komunitas Muslim di India.”

Dalam komentar lain otoritas India membela diri, dan ditujukan kepada OKI. “Kami mengecam keras pernyataan yang dikeluarkan oleh Sekretariat OKI hari ini yang terjad India. OKI hanya merusak reputasinya dengan secara konsisten dimanipulasi oleh anti-India,” kata juru bicara kementerian luar negeri India Arindam Bagchi dalam pernyataan di akun Twitter.

Pemimpin senior BJP yang berbasis di New Delhi Alok Vats mengklaim beberapa anak muda yang nakal menyusup ke demonstrasi agama Hindu dan memberikan nama buruk kepada masyarakat.

“Memang benar bahwa akhir-akhir ini beberapa kekuatan chauvinistik dan memecah belah sedang mencoba mengobrak-abrik tatanan sosial India. Negara bagian dan pasukan polisi di bawah mereka gagal menahan rencana jahat mereka. Jika tidak dikendalikan dengan tangan besi, mereka pasti dapat merusak perdamaian dan stabilitas India,” kata Vats kepada VOA.

Seorang profesor di Universitas Delhi Apoorvanand, mengatakan partai berkuasa India menggunakan kegiatan agama untuk membangkitkan supremasi dan mengancam kaum Muslim.

“Strateginya adalah membangkitkan rasa supremasi dan kekuasaan di kalangan umat Hindu dengan cara paksa melakukan prosesi-prosesi yang konon bernuansa relijius, namun sebenarnya menjadi alat untuk melecehkan dan mengancam umat Islam. Prosesi bersenjata sengaja didorong melalui daerah yang didominasi Muslim; masjid menjadi sasaran, dan kekerasan diprovokasi,” kata Apoorvanand.

“Proses ini memperlebar jurang pemisah antara umat Hindu dan Muslim, melibatkan pemuda Hindu dalam tindakan kekerasan dan mengkriminalkan masyarakat Hindu,” tambah dia.

Zafarul-Islam Khan, mantan ketua Komisi Minoritas Delhi, mengatakan bahwa prosesi Ram Navami digunakan oleh BJP untuk menambah polarisasi di masyarakat, dalam upaya mati-matian untuk memenangkan pemilihan umum.

“Mereka menjelekkan Muslim dengan aktif menyebarkan kebencian dan kebohongan melalui media sosial. Pemimpin mereka menyampaikan pidato kebencian yang bertujuan untuk membangkitkan semangat anti-Muslim di masyarakat. Mereka juga melancarkan serangan kekerasan terhadap Muslim seperti yang mereka lakukan selama Ram Navami. Semua ini ditujukan untuk mempolarisasi suara Hindu,” kata Khan kepada VOA.

“Di negara mayoritas Hindu, polarisasi komunal selalu membantu BJP nasionalis Hindu mengumpulkan lebih banyak suara Hindu dan memenangkan pemilihan.”

On March 31, during the Ram Navami parade, #Bihar Sharif's oldest madrasa, Madrasa Azizia, was set ablaze by the #Hindutva mob
There were about 4500+ more books in it
The madrasa built by Bibi Sogra, the most charitable woman in Bihar's history, in her husband Abdul Aziz's memory pic.twitter.com/HGRB0ZjGXt

— M Muneer Khandwalla (@jazajaz) April 4, 2023

Hilangnya Warisan Bersejarah

Minggu lalu,  sekitar 1.000 orang – bersenjatakan tongkat dan bom bensin – menerobos masuk ke madrasah bersejarah dan membakarnya, menghancurkan perpustakaannya yang menampung hampir 5.000 buku, termasuk manuskrip berharga dan dokumen sejarah.

Mohan Bahadur, penjaga keamanan sekolah, mengatakan kepada Aljazeera bahwa massa meneriakkan “Jai Shri Ram” (Salam Dewa Rama), slogan yang telah menjadi seruan kelompok sayap kanan Hindu melawan minoritas Muslim dan Kristen.

Lebih 4500 buku Islami dan literatur tulisan tangan berusia 113 tahun dibakar menjadi abu setelah serangan kebencian terhadap Madrasah Azizia di bihar sharif, insert: Shakir Qasmi

Bahadur mengatakan ketika melihat iring-iringan berjalan menuju sekolah, dia mencoba mengunci gerbangnya. “Tapi massa melempari batu dan mendobrak pintu gerbang,” katanya.

“Mereka [perusuh] mencoba menghancurkan segalanya. Saya menangis ketika melihat ribuan buku telah berubah menjadi abu. Saya tidak percaya mereka melakukan ini dan saya tidak pernah berpikir ini bisa terjadi di sini, ”kata Mohammad Shakir Qasmi, kepala sekolah madrasah kepada Aljazeera, menambahkan dia berada di rumah untuk berbuka puasa ketika kekerasan meletus.

Di antara buku-buku yang dimiliki perpustakaan sekolah adalah salinan Al-Quran, buku-buku hadis, dan buku-buku Islam tulisan tangan berusia lebih dari 113 tahun. “Semua buku itu kini habis terbakar,” kata Qasmi.

Pada hari Senin, polisi Bihar mengatakan, pemimpin kelompok Bajrang Dal, kelompok radikal Hindutva, yang dikenal terus menggelorakan gerakan anti-Islam, dibawah pimpinan Kundar Kumar sebagai dalang di balik kekerasan anti-Muslim.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:anti-MuslimBajral DangBJPHeadlineHindutvaMadrasah Aziziah Sharif Biharmuslim IndiaPartai Bharatiya JanataPerpustakaan Islam IndiaRam Navami
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kemenag akan Gelar Sidang Isbat Awal Syawal pada Kamis 20 April 2023
Tulisan selanjutnya Jadi Agama dengan Pertumbuhan Tercepat, Populasi Umat Islam Dunia Kini Lebih dari 2 Miliar

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Berita
18 Juli 2026 10:48
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

18 Juli 2026 11:26
Berita

China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

18 Juli 2026 10:12
Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

18 Juli 2026 09:30
Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

17 Juli 2026 14:04
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?